FJGS Akan Jadi Surga Belanja Berskala Internasional - Ditargetkan Raup Omzet Rp10 Triliun

NERACA

Jakarta – Asosiasi Pengelolaan Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Dewan Perwakilan Daerah (DPD) DKI Jakarta menargetkan Festival Jakarta Great Sale (FJGS) mampu meraup nilai transaksi ritel sebesar Rp10 triliun atau meningkat sekitar 15% dari nilai transaksi tahun lalu yang mencapai Rp8,7 triliun. Selain itu, APPBI juga berharap FJGS tahun ini bisa menjadi ikon Jakarta sebagai kota tujuan wisata belanja menyaingi Singapura dan Malaysia.

Ketua APPBI DPD DKI Jakarta Handaka Santosa mengatakan, kegiatan ini dijadikan acara rutin Pemprov DKI Jakarta dalam rangka merayakan HUT DKI Jakarta ke-485. Sebanyak 72 pusat perbelanjaan (mal) secara serentak siap berpartisipasi dalam FJGS 2012 dan akan menjadikan Jakarta sebagai surga belanja bagi wisatawan, baik bagi kalangan domestik maupun internasional.

“Ini menjadi komitmen kami dalam upaya meningkatkan kemajuan dari segi kualitas dan kuantitas dari tahun ke tahun pada skala domestik yang selanjutnya semakin berkembang menuju skala internasional,” ujarnya pada acara Gala Dinner bersama Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo di Balai Agung Balaikota Pemerintah DKI Jakarta, akhir pekan kemarin.

Festival tersebut akan berlangsung selama 1,5 bulan mulai 1 Juni-14 Juli mendatang bertepatan masa libur sekolah, dengan mengangkat tema, “Jakartaku Masa Depanku”. Handaka menjelaskan, FJGS merupakan acara yang ditujukan untuk meningkatkan perdagangan ritel, hiburan dan rekreasi serta menarik wisatawan nusantara maupun mancanegara untuk berbelanja di Jakarta.

Nilai transaksi FJGS setiap tahun mengalami peningkatan. Pada tahun 2009, nilai transaksi mencapai Rp6 triliun, tahun 2010 mencapai Rp7,2 triliun, dan pada tahun 2011 mencapai Rp8,7 triliun. “Kami menargetkan nilai transaksi ritel sebesar Rp10 triliun atau meningkat sekitar 15% dari nilai transaksi tahun lalu yang mencapai Rp8,7 triliun. Selain itu perayaan ini kiranya dapat meningkatkan kunjungan 20% dari tahun kemarin,” ungkapnya.

Pesta Diskon

Lebih lanjut Handaka menjelaskan, selama festival berlangsung, mal peserta APPBI akan menggelar pesta diskon belanja. Potongan besar-besaran akan diberikan untuk berbagai produk dan merek ternama. Tidak hanya diskon, tersedia pula program belanja spesial seperti Buy 1 get 1 free, extra diskon, hingga Midnight Sale. "Sebagai asosiasi yang mewadahi pusat-pusat perbelanjaan yang berada di Jakarta, kami merasa wajib untuk turut serta menggerakan perekonomian di kota Jakarta," ujarnya.

Saat ini, lanjut Handaka yang juga sebagai Ketua Panitia FJGS 2012, masyarakat cenderung berbelanja di luar negeri karena semakin banyaknya fasilitas dan penawaran-penawaran menarik yang memudahkan perjalanan ke luar negeri. Sebut saja diskon penerbangan, paket tur murah, hingga harga khusus untuk penginapan. Hal tersebutlah yang mendorong APPBI DPD DKI Jakarta untuk mempersiapkan pelaksanaan FJGS 2012 dengan lebih maksimal.

"Kami juga menggandeng ASITA (Association of the Indonesia Tours & Travel Agencies), untuk mendukung tercapainya tujuan menjadikan jakarta surga belanja dan wisata internasional,” ujarnya. Menurut Handaka, saat ini pihak ASITA telah melakukan promosi FJGS di sejumlah negara, di antaranya Saudi Arabia dan negara Timur Tengah lainnya.

Untuk mendukung berbagai kemudahan itu, APPBI DPD DKI Jakarta, tahun ini mengajak Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (Aprindo), Perhimpunan Hotel & Restoran Indonesia (PHRI), dan Asosiasi Penasok Garmen & Aksesori Indonesia (APGAI). ASITA, Asosiasi Rekreasi Keluarga Indonesia (ARKI), Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI), Asosiasi Matahari Supplier Club (ASMC), PD Pasar Jaya, Pusat Koperasi Pedagang Pasar (Puskoppas) DKI Jakarta, Garuda Indonesia, dan lainnya.

Kemudahan Fasilitas

Selain itu, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo pun turut menjanjikan memberikan fasilitas kemudahan yang lebih besar lagi demi suksesnya penyelenggaran FJGS 2012. "Kalau cuma pemangkasan pajak reklame sih sudah dilakukan beberapa tahun lalu. Saya minta jajaran pemerintahan provinsi membahas kebutuhan yang diperlukan pengusaha ritel," ujarnya.

Foke, panggilan akrabnya, juga berharap agar pengusaha berusaha lebih keras lagi dalam menarik dan memuaskan pembeli dengan sejumlah jurus. "Jangan berperilaku seperti pedagang kaki lima. Tapi pedagang kaki lima itu penting ya untuk pasar tertentu. Perilakunya yang tidak boleh sama, yakni menggelar dagangan dan tidak peduli dengan pembeli. Beli syukur, enggak beli enggak apa-apa," ucapnya.

Pemda DKI optimistis, suatu saat Jakarta dapat bersaing dengan Great Sale di negara lain, misalnya saja dengan yang ada di Kuala Lumpur atau Singapura. Bahkan, Foke menyatakan, yang berbelanja di Singapura itu adalah orang Indonesia, jadi melalui acara ini diharapkan orang Indonesia akan berbelanja di Jakarta. "Yang berbelanja di Singapura tuh orang Jakarta juga. Jadi, kalau dia bisa mendapatkan apa yang dia inginkan di Jakarta, saya kira orang Jakarta akan cenderung berbelanja di Jakarta," ujarnya.

FJGS, menurut Foke, sebagai upaya pemerintah DKI Jakarta dalam memberikan iklim usaha yang kondusif kepada pihak swasta dengan memberikan dukungan dari berbagai sektor. Selebihnya diberikan keleluasaan kepada para pengusaha ritel untuk pelaksanaannya. "Karena yang dagang kan bukan birokrat, yang dagang adalah para pedagang dan pengusaha ritel. Mereka lebih tahu bagaimana memeratakannya," jelasnya.

Selain itu, lanjut dia, festival ini dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan pertumbuhan perekonomian regional kota Jakarta dan berdampak pada perekonomian nasional sebesar 6,7%. ”Perekonomian Jakarta saat ini cukup bagus, meskipun ada beberapa kekurangan, namun masih stabil dan baik bagi negara kita. Mari kita jadikan Jakarta lebih baik dari sebelumnya dan cinta pada Jakarta,” tuturnya.

Related posts