PNM: Pentingnya Perlindungan Konsumen Bagi UMKM

PNM: Pentingnya Perlindungan Konsumen Bagi UMKM

NERACA

Jakarta - Potensi pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk pertumbuhan, kesejahteraan, keselarasan, dan keseimbangan ekonomi menjadikan alasan yang mendasari pentingnya dorongan negara untuk perkembangan UMKM. Salah satu caranya adalah dengan perlindungan konsumen dan dalam artian ini adalah perlindungan terhadap para pelaku UMKM dalam pengembangan ekonomi.

Direktur Keuangan PNM, Tjatur H. Priyono menegaskan pentingnya perlindungan konsumen bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Terlebih para nasabah di program PNM Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera) dan program PNM ULaMM (Unit Layanan Modal Mikro).

“Kita kan mau cari dari perspektif konsumennya, bagaimana kita memperhatikan mereka (pelaku UMKM) dalam rangka perlindungan konsumen itu. Namanya keluhan itu banyak terjadi di industri keuangan apalagi dengan adanya financial technology (fintech) tapi alhamdulillah kalau di PNM sendiri kan kita punya call center layanan keluhan pelanggan dan selalu kita tindaklanjuti,” kata Tjatur seusai acara Knowledge Shairng yang diselenggarakan oleh Managemen PT Perusahaan Nasional Madani (PT PNM Persero), Jakarta, Kamis (19/9).

Sebagai pesaing bisnis, lanjut dia, namun, PNM berbeda dengan fintech. Kata dia, fintech hanya memberikan uang. Kemudian, mereka hanya fokus bagaimana meminta uangnya bisa kembali seperti apa. Namun, kalau PNM, selain memberikan pinjaman uang, para UMKM juga diberikan pendampingan untuk meningkatkan kapasitas usaha mereka.

Kemudian dia menjelaskan nasabah Mekaar pada akhir 2018 sudah mencapai 4,06 juta, sedangkan stakeholder PNM meminta tahun ini jumlahnya meningkat setidaknya mencapai 5,5 juta hingga 6 juta nasabah. Perseroan menargetkan, jumlah nasabah Mekaar dapat terus meningkat hingga mencapai 8,4 juta pada 2023.”Tercatat sampai saat ini (per 16 September) nasabah Mekaar sudah mencapai 5,24 juta nasabah dan rasio kredit bermasalah alias tingkat non performing loan (NPL) mencapai 0,14 persen,” jelas Tjatur.

Tjatur menargetkan penyaluran pinjaman sebesar Rp14 triliun tahun ini. Perinciannya untuk nasabah Mekaar Rp 10 triliun, dan nasabah UlaMM sekitar Rp 3,5 triliun - Rp 4 triliun. Hingga Juni 2019 sendiri, PNM telah menyalurkan dana sebesar Rp9,73 triliun. Secara detail besaran dana tersebut disalurkan kepada Usaha Mikro dan Menengah (UlaMM) sebesar Rp1,9 triliun dan program PNM Mekkar sebesar Rp7,7 triliun.

Hingga Juni 2019 nasabah yang tergabung dalam Mekaar mencapai 4,833 juta orang. Sementara nasabah Unit Layanan Modal Mikro (UlaMM) mencapai 71.000 orang. Untuk nasabah Mekaar, hingga akhir tahun diharapkan meningkat menjadi 6 juta orang dari realisasi akhir 2018 sebesar 4,06 juta orang. Target tersebut juga naik dari yang ditetapkan awal tahun sebesar 4,5 juta orang. Sementara pada 2020, PNM menargetkan nasabah Mekaar mencapai 7,9 juta orang, dan meningkat lagi menjadi 8,9 juta pada 2021, 9,5 juta orang pada 2022 serta 10 juta orang 2023. Mohar

BERITA TERKAIT

MWC NU Cicurug : Tangkal Segala Bentuk Paham Radikalisme

MWC NU Cicurug : Tangkal Segala Bentuk Paham Radikalisme KABUPATEN SUKABUMI NERACA Sukabumi – Majelis Wakil Cabang Nahdatul Ulama (MWC…

Asuransi Jasindo Siap Menjawab Reformasi OJK di Tahun 2020

Asuransi Jasindo Siap Menjawab Reformasi OJK di Tahun 2020 NERACA Jakarta - Seiring dengan maraknya permasalahan yang terjadi pada sejumlah…

Universitas Trisakti Sukses Gelar Jazz Song of Earth Festival

Universitas Trisakti Sukses Gelar Jazz Song of Earth Festival NERACA Jakarta - Universitas Trisaksi Jakarta, telah sukses menyelenggarakan event Lomba…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Didukung Konglomerasi Jepang, Lippo Karawaci Majukan Layanan Kesehatan Nasional

Didukung Konglomerasi Jepang, Lippo Karawaci Majukan Layanan Kesehatan Nasional NERACA Jakarta - Kinerja PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) dalam jangka…

Bupati Acep: “ASN Harus Salurkan Zakatnya Lewat Baznas” - Realisasi Zakat di Kuningan Masih Sangat Rendah

Bupati Acep: “ASN Harus Salurkan Zakatnya Lewat Baznas” Realisasi Zakat di Kuningan Masih Sangat Rendah NERACA Kuningan – Potensi zakat…

MWC NU Cicurug : Tangkal Segala Bentuk Paham Radikalisme - KABUPATEN SUKABUMI

MWC NU Cicurug : Tangkal Segala Bentuk Paham Radikalisme KABUPATEN SUKABUMI NERACA Sukabumi – Majelis Wakil Cabang Nahdatul Ulama (MWC…