Dongkrak Pendapatan, Telkom Bidik Pasar di Myanmar

Neraca

Jakarta - PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) berencana melebarkan bisnisnya ke negara tetangga Myanmar. Pasalnya, pasar disana dinilai masih terbuka lebar dan belum digarap industri telekomunikasi.

Direktur Utama Telekomunikasi Indonesia, Rinaldi Firmansyah mengatakan, pasar di Myanmar masih terbuka lebar dan karena itu siap ekspansi disana, “Kita akan ekspansi ke Myanmar, karena penduduknya yang besar ada 50 juta penduduk," katanya di Jakarta, Rabu (4/4).

Kendatipun demikian, rencana tersebut belum dituangkan dalam langkah kongkrit. Hanya saja, perusahan kata Rinaldi sudah mengirimkan orang meninjau ke Myanmar untuk melihat lebih jelas bagaimana potensi yang ada.

Sebagaimana diketahui, Kementerian BUMN melalui beberapa perusahaan BUMN yang tergabung dalam Indonesian Incorporate berencana untuk masuk ke pasar Myanmar. "Di dalam Indonesia Incorporation itu isinya ada BNI 46, Pertamina dan Wijaya Karya. Di sana kami akan masuk ke Myanmar," kata Deputi Menteri BUMN Bidang Usaha Infrastruktur dan Logistik Sumaryanto Widayatin.

Adapun alasan Myanmar sebagai negara tujuan adalah karena negara tersebut sedang bertumbuh ekonominya. Selain itu keadaan politik disana cenderung aman. "Lagipula yang memasukan mereka menjadi anggota Asean kan Indonesia, jadi ada kedekatanlah," imbuhnya.

Naikkan Dividen

Selain itu, perseroan juga mengusulkan kenaikan dividen pay out ratio untuk tahun buku 2011."Kita akan usulkan kenaikan dividen dengan rasio lebih dari 55%,”kata Rinaldi Firmansyah.

Dia mengatakan, meskipun ada penurunan laba, namun mampu ditopang oleh cash flow perusahaan yang kuat, maka dia mengusulkan akan menaikkan dividen. "Karena cash flow kuat, kita akan jusulkan naik," tandasnya.

Sebagai informasi, Telkom mencatatkan laba tahun berjalan yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk turun 4,95% menjadi Rp10,96 triliun pada 2011 dibandingkan periode sama sebelumnya Rp11,53 triliun.

Sementara itu, pendapatan perseroan naik menjadi Rp71,25 triliun pada 2011 dari periode sama sebelumnya Rp68,62 triliun. Beban perseroan naik menjadi Rp49,97 triliun pada 2011 dari periode sama sebelumnya Rp46,25 triliun. (bani)

Related posts