Bank Bukopin Bidik Dana Rp 1,28 Triliun - Gelar Rights Issue

NERACA

Jakarta – Perkuat likuiditas guna menunjang ekspansi bisnisnya, PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) akan melakukan Penawaran Umum Terbatas (PUT) V dengan melepas sebanyak-banyaknya 4.660.763.499 lembar saham atau setara 40% saham ditempatkan oleh perseroan. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Meski demikian, jumlah saham seri B dan bernominal Rp100 masih tergantung pada keperluan dan harga pelaksanaan PUT V. Selanjutnya dana hasil aksi korporasi tersebut akan digunakan untuk keperluan modal kerja perseroan. Dengan rencana tersebut, maka perseroan akan memiliki pendanaan yang cukup untuk menjalankan strategi usaha.

Jika terjadi perubahan jumlah maksimum saham yang akan diterbitkan maka perseroan akan mengumumkan dalam panggilan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) tanggal 2 Oktober 2019. Rencana perseroan melepas 40% saham dengan asumsi harga saham saat ini, yakni Rp 274/unit saham, maka perusahaan mampu menghimpun dana mencapai Rp 1,28 triliun.

PUT V direncanakan akan dilangsungkan pada semester kedua tahun ini dengan sebelumnya mendapat pernyataan efektif terlebih dahulu dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) setelah mendapat persetujuan dari para pemegang saham saat pelaksanaan RUPSLB. Dana yang terhimpun akan digunakan seluruhnya oleh perusahaan untuk keperluan modal kerja dalam rangka mendukung ekspansi dan strategi usaha ke depan.

Sebelumnya, pada 5 September 2019 BBKP mencatat efek beragun aset (EBA) pertama dengan aset dasar kredit pensiunan di Bursa Efek Indonesia (BEI) di mana nilai penawaran kepada investor sebesar Rp 480,4 miliar dan nilai total kredit yang dialihkan Rp 1,3 triliun. EBA Bahana Bukopin memiliki tenor 3 tahun di mana kuponnya akan dibayarkan setiap 3 bulan sekali hingga jatuh tempo pada 4 September 2022.

Produk tersebut berasal dari kumpulan tagihan kredit pensiunan yang dialihkan dan terdiri dari tagihan pokok pinjaman selama 7 tahun senilai Rp 750 miliar dan tagihan cicilan selama 7 tahun senilai Rp 1,3 triliun. Sebagai informasi, sepanjang paruh pertama 2019 total pendapatan bunga BBTN turun 9,13% secara tahunan menjadi Rp 3,93 triliun dari sebelumnya Rp 4,32 triliun di semester I-2018.

Lalu dikarenakan beban bunga tetap tercatat tumbuh positif (2,63% YoY) mengakibatkan kinerja laba perusahaan lebih tertekan. Alhasil, hingga akhir Juni 2019, total keuntungan yang mampu dicatatkan BBKP anjlok 53,78% secara tahunan, dari Rp 259,91 miliar menjadi Rp 120,14 miliar.

BERITA TERKAIT

Gandeng Kerjasama HIPMI - ModalSaham Siap Bawa Perusahaan IPO

NERACA Jakarta – Dukung pertumbuhan industri pasar modal dengan mengajak pelaku usaha go public, ModalSaham sebagai perusahaan starup akan menggandeng…

Produksi Nikel Vale Indonesia Terkoreksi 6,81%

NERACA Jakarta –Besarnya potensi kenaikan permintaan nikel di pasar, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) terus memacu produksi nikel, meskipun di…

Progres Pabrik di Sumses Capai 30% - Buyung Poetra Perbesar Kapasitas Produksi Beras

NERACA Jakarta – Meskipun tengah dihadapkan pada kondisi musim kemarau yang berkepanjangan, emiten produsen beras PT Buyung Poetra Sembada Tbk…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Percepat Dokumentasi Kredit - Bank BTN Luncurkan Web e-Mitra Operation

Dalam rangka meningkatkan kualitas kredit dan layanan kepada debitur, khususnya debitur Kredit Pemilikan Rumah (KPR), PT Bank Tabungan Negara (Persero)…

Lagi, BUMI Bayar Cicilan Utang US$ 31,8 Juta

NERACA Jakarta – Pangkas beban utang untuk menjaga pertumbuhan bisnis dan kesehatan keuangan, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) membayar cicilan…

Targetkan Penjualan Rp 400 Miliar - Itama Ranoraya Perkuat Jaringan di Enam Kota

NERACA Jakarta – Keputusan pemerintah menaikkan iuran BPJS Kesehatan diharapkan bisa membawa dampak positif terhadap kinerja keuangan PT Itama Ranoraya…