PLN Pancarkan Energi Optimisme Melalui “Sound from the Football”

NERACA

Jakarta - Sebagai bagian dalam rangka membangun ekosistem olahraga sepakbola sehingga menjadi satu jenis tontonan yang dapat dinikmati semua lapisan masyarakat baik bagi destinasi olahraga, edukasi, wisata, dan hiburan, serta menimbulkan kebahagiaan sebagai supporter sepakbola yang tertib, disiplin, dan sportif, maka kami berupaya menghadirkan even “Sound from the Football,” ajang silaturahmi supporter sepakbola seluruh Indonesia.

Menurut Dimas Yudhistira, Creatif Director Coconet, dalam event ini 20 band suporter sepak bola dan musisi nasional akan tampil melalui satu kesempatan yang diselenggarakan oleh Coconet (wadah komunitas fans sepak bola seluruh Indonesia) dengan menghadirkan pendukung utama acara PT Perusahaan Listrik Negara (PT. PLN).

Coconet sendiri (Community, convention & network) adalah berfungsi sebagai wadah bagi komunitas suporter sepak bola, melihat Indonesia adalah negara penggila sepak bola nomor 2 di dunia. Melalui Coconet, selain menjadi tempat untuk sharing ilmu, keakraban, eksistensi, dan kesempatan unit bisnis bagi para komunitas, juga menjadi wadah kegiatan para anggota komunikas untuk mencapai tujuan pembangunan.

Bertempat di Kuningan City Mall, Ballroom P6 dan P7 Kuningan, Jakarta Selatan, event “Sound from the Football,” tersebut akan diselenggarakan selama 2 hari yakni pada tanggal 20-21 September 2019, dari pukul 15.00 WIB – 24.00 WIB. Melalui suporter Indonesia, Coconet lanjut Dimas, mengamati ada empat persamaan yang selalu dimiliki dan bisa menyatukan setiap supporter bola. Masing-masing adalah musik, pakaian, seni jalanan, dan koleksi. Melalui Sound from the Football inilah, Coconet mencoba mengumpulkan persamaan yang dimiliki seluruh komunitas, lewat serangkaian acara.

Mulai dari pameran komunitas fans-base, galeri suporter seniman, bioskop mini, talkshow, dan gimmick penonton. Acara juga akan diwarnai dengan pembacaan sumpah pemuda, dan sebagai pusat kemeriahan, ditampilkan 20 band suporter dan musisi nasional. 20 band suporter yang akan tampil berasal Jakarta, Malang, Yogyakarta, Solo, dan Semarang. Selain itu dihadirkan empat band lokal yaitu Sisitipsi, Ndxaka, The Upstairs, dan Om PMR. Itu sebabnya seluruh kegiatan tersebut didasarkan kepada media sosial Instagram, yang memiliki insight penambahan pengikut (followers) yang cukup pesat, dalam waktu relatif singkat, karena besarnya animo pendukung bola.

“Kami ingin menunjukkan kepada publik, bahwa suporter bisa membentuk band-band musik yang tidak kalah bagus dengan band-band lokal dan indie yang tersebar di Indonesia. Selain itu, nantinya suporter juga bisa menunjukkan karyanya lewat musik, fashion, art dan collection,” papar Dimas. Ia berharap, acara tersebut akan disinggahi 4.000 – 5.000 pengunjung setiap hari dari berbagai komunitas penggemar sepak bola.

Senada dengan nilai positif komunitas yang diangkat Coconet, Executive Vice President Corporate Communication dan CSR PLN, I Made Suprateka menyatakan tekad PLN yang senantiasa akan terus berperan menggelorakan energi optimisme bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan.

Apalagi seperti dijelaskan oleh Dimas, dalam jangka panjang, event ini bertujuan untuk membangun ekonsistem sepak bola agar menjadi sebuah olahraga yang dapat dinikmati semua lapisan masyarakat, sekaligus menjadi destinasi olah raga maupun edukasi, wisata dan hiburan, demi tercapainya kebanggaan persepakbolaan bangsa bahkan dunia.

“Seperti value dan semangat PLN yang ingin menerangi seluruh negeri, kami berharap energi positif ini bukan cuma bergerak di Jakarta, namun juga menular sampai ke seluruh daerah di Indonesia. Bersama-sama kita membangkitkan energi positif untuk membangkitkan harapan ke seluruh negeri,” tutup Suprateka.

Bens Leo, pengamat musik senior memandang unik konsep acara “Sound from the Football,” yang mengolaborasikan kecintaan fans sepak bola dengan pertunjukan musik. Menurutnya, sinergi antara sepak bola dengan dunia musik sebenarnya tidak asing karena sepanjang yang ia ketahui, sangat banyak musisi yang memiliki spirit untuk membantu perkembangan sepak bola di tanah air.

Bens memberikan contoh lagu “Garuda di Dadaku” yang dilahirkan oleh Band Netral beberapa tahun silam. Tak ketinggalan lagu bertajuk “Bola Bola Bola” yang diluncurkan di Kantor Kemenpora menjelang perhelatan Piala Dunia tahun lalu. “Ini fenomena yang menarik karena musik dan olah raga bisa menjadi spirit yang mendekatkan berbagai perbedaan. Lebih menarik lagi kalau Coconet berhasil melibatkan para suporter bola untuk bermain musik, dan berkarya melalui lagu-lagu sepak bola yang menyatukan dan juga interaktif,” ujarnya apresiatif.

Penampilan band-band supporter tersebut akan dirangkai dengan talkshow yang membahas perkembangan suporter dari tahun ke tahun, sekaligus akan menonjolkan kreatifitas suporter dari dalam maupun luar lapangan. Sebagai pembicara, talkshow akan diisi oleh perwakilan ketua suporter, yaitu Ferry Indrasjarief (Ketua The Jakmania), dan Ilham Jaya Kusuma (legenda suporterTimnas Indonesia), serta Suroya mewakili supporter personal. Dari kalangan musisi ikut berbicara Ryan D’Massiv (Musisi), dan Dao (vokalis Gondal Gandul).

BERITA TERKAIT

Piko Hidro Disiapkan untuk Bantu Terangi Papua

      NERACA   Jakarta - Dibandingkan 32 provinsi lain yang ada di Indonesia, rasio elektrifikasi di Papua dan…

Tarif LRT akan Dibanderol Rp12 ribu

    NERACA   Jakarta - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengemukakan bahwa perkiraan tarif tiket kereta layang ringan…

Program PKH Dinilai Ubah Perilaku Hidup

    NERACA   Jakarta - Program Keluarga Harapan (PKH) berdasarkan survei independen MicroSave Colsulting Indonesia berdampak signifikan mengubah perilaku…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Pemerintah Yakin Dana Amnesti Pajak Tidak Kembali ke Asing

    NERACA   Jakarta - Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan menyatakan hingga masa penahanan dana (holding period)…

Eksploitasi Air Tanah Sebabkan Penurunan Tanah Jakarta

    NERACA   Jakarta - Penurunan tanah (landsubsidence) di DKI Jakarta salah satu faktornya adalah disebabkan eksploitasi air tanah…

Internet Lambat Ikut Hambat Bisnis

    NERACA   Jakarta - Lembaga riset global Legatum Institute mengungkapkan bahwa koneksi internet yang lambat dan bandwidth jaringan…