Indonesia Minta Australia Kembangkan Peternakan Sapi - Level ODA Naik 0,5%

LevelODA Naik 0,5%

Indonesia Minta Australia Kembangkan Peternakan Sapi

NERACA

Jakarta - Australia serius meningkatkan kerjasama Official Development Assistance (ODA) dengan RI. Bahkan level ODA dinaikkan menjadi menjadi 0,5% atau sekitar A$5 miliar dari GNP Australia yang saat ini sekitar 0,2%-0,3%. “Berdasarkan rencana Australia untuk menaikkan level ODA menjadi 0,5% dari GNP-nya, maka nilai kerja sama dengan Indonesia diperkirakan akan meningkat sekitar 2 kali lipat dari yang sekarang,” kata Armida kepada wartawan saat menjelaskan hasil kunjungannya ke Australia pada 1-5 Maret 2011, di Jakarta, 11/2.

Seperti diketahui, kerjasama setingkat Official Development Assistance (ODA) dikelola AusAid dan nilianya naik secara bertahap. “Australia memfokuskan kerja sama pembangunan di kawasan Asia-Pasifik, dengan Indonesia sebagai mitra terpentingnya,” tambahnya.

Salah satu kerjasama konkret terkait ODA, kata Armida lagi, soal ketahanan pangan dan menarik investor Australia untuk menanamkan investasinya dibidang pertenakan sapi. Misalnya, kegiatan impor sapi dari Australia yang selama ini dilakukan, pemerintah Indonesia menjajaki agar Australia berinvestasi peternakan sapi di sini. “Daripada kita impor sapi dari Australia, bagaimana caranya mereka mau turun berinvestasi peternakan sapi di Indonesia. Sudah diarahkan ke situ,” jelasnya

Lebih jauh kata Armida, pemantapan kerja sama pembangunan Indonesia-Australia ini merupakan salah satu hasil kunjungan kerja Menteri PPN/ Kepala Bappenas Armida ke Australia pada 1-5 Maret 2011 lalu yang juga memenuhi undangan resmi Pemerintah Australia melalui Menteri Luar Negeri Australia Kevin Rudd.

Review kerja sama Indonesia-Australia yang baru saja dilakukan oleh panel independen, yang antara lain beranggotakan mantan Duta Besar Australia untuk Indonesia, H.E. Mr. Bill Farmer, menunjukkan hasil yang baik. “Dengan hasil review tersebut Pemerintah Australia bermaksud meningkatkan kerja sama dengan Indonesia,” terangnya.

Armida menyebutkan, hasil kunjungannya ke Australia juga menyepakati penjajakan kerjasama ketahanan pangan (food security) yang akan meningkatkan produktivitas sektor pertanian. “Kita jajaki kerjasam peningkatan produktifitas pertanian,”ucapnya.

Selain itu, lanjut Guru Besar FE Unpad ini, penguatan kerjasama dalam economic growth and management yang menyangkut implementasi program reduced emission from deforestration and degradation (climate change) di Kalimantan dan Jambi. “Australia merupakan salah satu negara produsen paling besar dari beberapa komoditas pangan. Jadi, Australia memiliki keahlian di bidang pangan. Mereka punya teknologi yang kaitannya dengan pangan, termasuk juga peternakan,”jelasnya.

Di samping itu, kerja sama lain terus dilakukan, termasuk percepatan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di wilayah Timur Indonesia. Kemudian direncanakan juga perkuatan kerjasama dalam pilar investing on people (pendidikan dan kesehatan) serta mengantisipasi perubahan iklim dan penanganan bencana alam untuk memitigasi daerah-daerah di Indonesia yang berisiko terjadi bencana alam.**ruhy

BERITA TERKAIT

Siapkan Investasi Rp 50 Triliun - Crown Kembangkan Proyek di Luar Sydney

NERACA Jakarta –Setelah sukses meluncurkan proyek baru yang ikonik di Sydney yaitu Eastlakes Live dengan nilai investasi Rp 10 triliun,…

Divestasi Leo Resouces dan Lion Nickel - Leo Investment Minta Restu Pemegang Saham

NERACA Jakarta – Lantaran tidak melakukan penjualan hingga menyebabkan kesulitan keuangan dalam dua tahun belakangan, mendorong PT Leo Investment Tbk…

Kembangkan Bisnis Alat Kesehatan - Indofarma Gandeng Kerjasama Fors Fortis Medika

NERACA Jakarta – Kembangkan ekspansi bisnis sebagai produsen alat-alat kesehatan, PT Indofarma Tbk (INAF) menggandeng kerjasama Fors Fortis Merdeka (FF…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Produksi Migas Pertamina EP Lampaui Target

    NERACA   Jakarta - PT Pertamina EP, sebagai anak perusahaan PT Pertamina (Persero) dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama…

Menkeu : Tekanan Global 2019 Tak Seberat 2018

      NERACA   Jakarta - Kebijakan Dana Moneter Internasional yang menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global pada tahun ini…

BMKG – BPPT Kembangkan Sistem Deteksi Dini Tsuname Bawah Laut

    NERACA   Jakarta - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan BMKG bersama Badan Pengkajian…