Alasan Ekpansi, BPTN Lagi Tidak Bagikan Dividen

NERACA

Jakarta – PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) menunda pembagian dividen kepada para pemegang saham lantaran perseroan tengah mempersiapkan ekspansi organic dan non organik.

Direktur Utama BTPN Jerry Ng mengatakan, hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) memutuskan tidak membagikan dividen untuk tahun 2011, “Dividen tahun 2011 tidak dibagikan, karena akan digunakan sebagai dana cadangan perseroan,”katanya di Jakarta, Rabu (4/4).

Tidak dibagikannya dividen tahun 2011 adalah yang keempat kalinya, sejak ditahun 2008 perseroan juga melakukan hal yang sama. Komitmen investasi manajemen selama BTPN dapat bertumbuh dengan momen baik, oleh karena itu tidak menusulkan pembagian dividen. Asal tahu saja, seluruh laba bersih 2011 sebesar Rp1,4 triliun sebagai cadangan perseroan.

Kata Jerry, perseroan memang tidak membagikan dividen sejak 2008. Pasalnya, pihaknya memiliki komitmen jangka panjang yang kuat untuk tumbuh berkelanjutan dan dapat terus mengembangkan program-program pemberdayaan mass market. "Ke depan kami akan terus fokus mengembangkan model bisnis dan program pemberdayaan baru di segmen mass market untuk mengubah hidup berjuta rakyat Indonesia," ujar Jerry.

Selain itu, RUPST ini juga menyetujui penetapan satu anggota direksi baru yaitu Mulia Salim. Diharapkan penambahan anggota direksi ini dapat memperkuat infrastruktur BTPN dalam mengembangkan segmen mass market.

Adapun pemegang saham BTPN antara lain TPG Nusantara sebesar 57,9% dan publik sebesar 42,1%. Perseroan telah mencatatkan laba bersih naik 67,3% menjadi Rp1,4 triliun pada 2011 dibandingkan tahun lalu sebesar Rp836,8 miliar. Pendapatan bunga bersih tercatat naik sebesar 31,07% dari Rp3,54 triliun menjadi Rp4,46 triliun. Pendapatan non operasional naik menjadi Rp197,2 miliar dari sebelumnya Rp135,87 miliar. Ekuitas perseroan menjadi Rp5,6 triliun sementara rasio kecukupan modal (CAR) BTPN mencapai 20,5%.

Selama 2011 dari data yang diterima Neraca, BTPN mencatat pertumbuhan kinerja untuk penyaluran kredit tumbuh 30% yoy dari Rp23,3 triliun menjadi Rp30,3 triliun. Sementara dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 40% dari Rp25,5 triliun menjadi Rp35,6 triliun. Aset tumbuh sebesar 35% mencapai Rp46,7 triliun dengan kualitas yang terrefleksi dari NPL gross sebesar 0,7%.

Pertumbuhan Kredit

Selain itu, perseroan juga menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 22%-25% pada 2012. Target tersebut telah memperhitungkan dampak inflasi. "Untuk loan growth berkisar 22%-25% dan itu menghitung potensi inflasi. Sementara rencana kenaikan BBM ditunda inflasi masih lebih tinggi sehingga loan growth ada impact," ujar Direktur BTPN, Arief Harris.

Asal tahu saja, perseroan mencatat penyaluran kredit tumbuh 30% (year on year/yoy) dari Rp23,3 triliun pada 2010 menjadi Rp30,3 triliun pada 2011. Sementara dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 40% (yoy) dari Rp25,5 triliun menjadi Rp35,6 triliun pada 2011. Aset BTPN tumbuh 35% yoy mencapai Rp46,7 triliun dengan NPL gross sebesar 0,7%.

Mengenai penawaran obligasi berkelanjutan senilai Rp2,5 triliun untuk tahap kedua, Arief mengatakan, pihaknya masih melihat kondisi pasar untuk menawarkan obligasi. Tahun lalu, perseroan telah menawarkan obligasi berkelanjutan senilai Rp2,5 triliun untuk tahap pertama sebesar Rp500 miliar."Dalam setahun bisa menawarkan obligasi senilai Rp500 miliar-Rp1 triliun. Tapi kita lihat kondisi market. Nanti kita lihat timing tepat," kata Arief. (didi)

Related posts