OPEC Pangkas Perkiraan Permintaan Minyak di 2020

NERACA

Jakarta – OPEC pada Rabu memangkas perkiraan untuk pertumbuhan permintaan minyak dunia pada 2020 karena perlambatan ekonomi, sebuah pandangan kelompok produsen menyoroti perlunya upaya berkelanjutan untuk mencegah melimpahnya minyak mentah baru.

Dalam laporan bulanan, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak mengatakan permintaan minyak di seluruh dunia akan meningkat 1,08 juta barel per hari, kurang dari 60.000 barel per hari dari perkiraan sebelumnya, dan mengindikasikan pasar akan surplus.

Prospek yang lebih lemah di tengah perang dagang AS-China dan Brexit dapat menekan kasus OPEC dan sekutunya untuk mempertahankan atau menyesuaikan kebijakan mereka dalam memangkas produksi. Irak mengatakan para menteri pada Kamis (12/9/2019) akan membahas apakah pemotongan lebih dalam diperlukan.

OPEC, dalam laporannya, menurunkan perkiraan pertumbuhan ekonomi dunia pada 2020 menjadi 3,1 persen dari 3,2 persen dan mengatakan peningkatan permintaan minyak tahun depan akan diimbangi oleh "pertumbuhan yang kuat" dalam pasokan dari produsen saingan seperti Amerika Serikat.

"Ini menyoroti tanggung jawab bersama dari semua negara produsen untuk mendukung stabilitas pasar minyak untuk menghindari volatilitas yang tidak diinginkan dan potensi kambuhnya kembali ketidakseimbangan pasar," kata laporan itu sebagaimana disalin dari Antara.

OPEC, Rusia dan produsen lain sejak 1 Januari telah menerapkan kesepakatan untuk memangkas produksi sebesar 1,2 juta barel per hari. Aliansi, yang dikenal sebagai OPEC+, pada Juli memperbarui pakta sampai Maret 2020 dan sebuah komite yang meninjau pakta tersebut bertemu pada Kamis (12/9/2019).

Harga minyak memangkas kenaikan sebelumnya setelah laporan dirilis menjadi berada duduk di bawah 63 dolar AS per barel. Terlepas dari pemangkasan yang dipimpin OPEC, minyak telah jatuh dari puncak 2019 pada April di atas 75 dolar AS, tertekan oleh kekhawatiran perdagangan dan perlambatan ekonomi.

Laporan itu mengatakan persediaan minyak di negara-negara industri jatuh pada Juli, sebuah perkembangan yang bisa meredakan kekhawatiran OPEC atas kemungkinan kelebihan pasokan.

Meski begitu, stok pada Juli melebihi rata-rata lima tahun - sebuah tolok ukur pengawasan ketat OPEC - sebesar 36 juta barel. OPEC dan mitranya telah membatasi pasokan sejak 2017, membantu membersihkan kelebihan pasokan yang menumpuk pada 2014-2016 ketika produsen-produsen memproduksi sesuka hati, dan menghidupkan kembali harga-harga.

Kebijakan tersebut telah memberikan dorongan berkelanjutan untuk serpih AS dan pasokan saingan lainnya di AS, dan laporan itu menunjukkan bahwa dunia akan membutuhkan lebih sedikit minyak mentah OPEC tahun depan. Permintaan minyak mentah OPEC akan mencapai rata-rata 29,40 juta barel per hari pada 2020, kata OPEC, turun 1,2 juta barel per hari dari tahun ini.

BERITA TERKAIT

Indonesia Menggandeng India Tingkatkan Perdagangan

NERACA New Delhi - Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menekankan pentingnya berkolaborasi dengan pelaku usaha India dalam meningkatkan perdagangan antara Indonesia…

Pemerintah Dorong Eksportir Hasilkan Produk Olahan

NERACA Medan – Komitmen Pemerintah dalam mendorong ekspor tidaklah main-main, salah satunya ekspor produk olahan pertanian Menteri Pertanian  Syahrul Yasin…

Indonesia Memasuki Era Baru Pengelolaan Sampah

NERACA Jakarta-Indonesia kerap memperingati tanggal 21 Februari sebagai  Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN). Peringatan tahun 2020 ini menjadi titik tolak…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

RUU Cipta Kerja Menjawab Kebutuhan Pekerja, UKM, dan Industri

NERACA Simplifikasi dan harmonisasi regulasi dan perizinan akan mendorong peningkatan investasi dan memacu pertumbuhan kegiatan berusaha. Hal ini juga akan…

Produk UMKM Siap Bersaing dengan Industri

NERACA Banjarbaru – Kementerian Koperasi dan UKM optimis bahwa produk dari usaha mikro kecil dan menegah (UMKM) mampu bersaing dengan…

Kemenkop dan UKM Mendorong Pekerja Berkoperasi

NERACA Kementrian Koperasi dan UKM memberikan apresiasi kepada Federasi Serikat Pekerja Transport Indonesia–Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (F.SPTI K.SPSI), yang …