Jumlah Investor di Sumut Masih Minim

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Hoesen menilai perlu terus sosialisasi pasar modal di SumateraUtara (Sumut) karena jumlah investornya masih kecil atau 0,68% dari total jumlah penduduk provinsi itu.”Meski terus bertambah, jumlah investor pasar modal di Sumut belum maksimal di tengah potensi yang besar, " ujarnya di Medan, pekan lalu.

Hoesen menjelaskan, berdasarkan survei indeks literasi keuangan tahun 2016, indeks pasar modal nasional sebesar 4,4% atau meningkat dari sebelumnya di tahun 2013 yang masih sebesar 3,79%. Adapun untuk indeks inklusi nasional tahun 2016 juga mengalami peningkatan 1,14% dari 0,11% pada 2013 menjadi 1,25% pada 2016.

Maka untuk mendorong pertumbuhan pasar modal di Sumut, lanjutnya, sosialisasi dan edukasi harus terus digalakkan oleh semua pemangku kepentingan lainnya. Edukasi dinilai penting agar pemahaman masyarakat khususnya di daerah tentang informasi aktuan perkembangan di pasar modal tidak ketinggalan.

Selain itu, edukasi tentunya juga memberikan pemahaman kepada masyarakat dalam berinvestasi yang cerdas dan aman, serta sebagai bentuk ajakan persuasif kepada masyarakat untuk dapat menjadi investor di pasar modal.

Kata Kepala OJK Kantor Regional 5, Yusuf Ansori, jumlah investor pasar modal di Sumut berjumlah 98.669 dengan rincian 43.494 di sektor saham dan 55.175 di reksa dana. Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk di Provinsi Sumut pada tahun 2018 yang sebanyak 14.415.391 jiwa, maka jumlah warga yang berinvestasi di sektor pasar modal hanya 0,68%.

Dia mengungkapkan, hingga saat ini terdapat 6 emiten saham dan 2 emiten obligasi yang berkantor pusat di Sumut. Untuk perusahaan efek adai 26 kantor cabang dan 12 Galeri Investasi BEI serta tujuh kantor cabang manajer Investasi."Oleh karena itu perlu terus sosilisasi dan dorongan kuat dari semua pemangku kepentingan, " katanya.

BERITA TERKAIT

Pintar Nusantara Terbitkan MTN US$ 40 Juta

Guna mendanai pengembangan bisnisnya, perusahaan investasi yang memiliki spesialisasi di industri satelit telekomunikasi PT Pintar Nusantara Sejahtera menerbitkan surat utang…

Convivial Navigation Investor Baru PSSI

Setelah merampungkan aksi korporasi berupa pelaksanaan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement, PT Pelita…

Sritex Tetapkan Kupon Obligasi 7,25%

Emiten tekstil dan garmen terintegrasi, PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) atau Sritex menawarkan tingkat kupon obligasi sebesar 7,25% per…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Percepat Dokumentasi Kredit - Bank BTN Luncurkan Web e-Mitra Operation

Dalam rangka meningkatkan kualitas kredit dan layanan kepada debitur, khususnya debitur Kredit Pemilikan Rumah (KPR), PT Bank Tabungan Negara (Persero)…

Lagi, BUMI Bayar Cicilan Utang US$ 31,8 Juta

NERACA Jakarta – Pangkas beban utang untuk menjaga pertumbuhan bisnis dan kesehatan keuangan, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) membayar cicilan…

Targetkan Penjualan Rp 400 Miliar - Itama Ranoraya Perkuat Jaringan di Enam Kota

NERACA Jakarta – Keputusan pemerintah menaikkan iuran BPJS Kesehatan diharapkan bisa membawa dampak positif terhadap kinerja keuangan PT Itama Ranoraya…