Mengusung Hipmi 4.0 Agar Lebih Familiar - CEO Asia Aero Technology

Jiwa muda dengan sederet perstasi adalah harapan pimpinan di masa mendatang, hal inilah yang menggambarkan Bagas Adhadirgha seorangFounder sekaligus CEO PT Asia Aero Technology, private company pertama yang bergerak di industri general aviation dan airport services di Indonesia. Diriya mencalonkan diri sebagai calon Ketua Umum XVI Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI). Apalagi, karirnya di Hipmi dimulai dari bawah sejak dari BPC, BPD dan BPP sehingga paham akan akar permasalahan, “Saya aktif di Hipmi mulai dari 2011-2019 dan tipe saya lebih banyak bekerja ketimbang berbicara,”ceritanya.

Bagas saat ini juga merupakan Ketua Bidang IX Luar Negeri dan Pariwisata di HIPMI mengusung konsep “Program HIPMI 4.0”, Dirinya menginginkan HIPMI akan lebih familiar dengan digitalisasi dan teknologi, mencetak banyak pengusaha muda yang visioner dan melek dengan potensi era digital. Dirinya menyakini, dengan konsep tersebut merasa yakin akan dapat memenangkan "pertarungan" dalam merebut posisi HIPMI 1. “Sangat yakin konsep digital bisa diterima mengingat di seluruh Indonesia sebenarnya para pengurus Hipmi sudah lebih dari 90% melek teknologi internet, terbukti saat ini kita menggunakan aplikasi whatsapp untuk berkomunikasi dimana aplikasi tersebut merupakan aplikasi yang menggunakan teknologi internet,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Untuk anggota yang belum melek teknologi, lanjutnya, Hipmi kedepan dapat berperan sebagai inkubator pengusaha muda salah satunya sebagai pusat pelatihan bagi teknologi maupun aplikasi baru yang menunjang kegiatan usaha dari masing-masing anggota. Soal Hipmi menjadi patner ekonomi pemerintah, disampaikan Bagas, dirinya akan terus memposisikan hal tersebut dengan memberikan masukan kebijakan formal pemerintah seperti contoh Tax Amnesty. Oleh karena itu, strategi kedepan dengan tetap menjadi mitra utama pemerintah utamanya dalam bidang ekonomi adalah dengan cara rutin menjalin komunikasi sehingga sebelum kebijakan ekonomi apapun dilepas ke publik Hipmi menjadi konsultan pertama yang memverifikasi apakah kebijakan ekonomi tersebut layak dijalankan atau tidak.

Dirinya pun berjanji, bilamana diamanhkan menjadi ketua Hipmi akan lebih mengedepankan pendekatan persahabatan dan perkawanan dalam mengelola potensi conflict of interest dalam bidang politik kedepan.

BERITA TERKAIT

Elnusa Anggarkan Capex Rp 1,4 Triliun

Danai pengembangan bisnisnya, PT Elnusa Tbk (ELSA) menganggarkan belaja modal (capital expenditure/capex) tahun ini senilai Rp 1,4 triliun atau naik…

ABM Investama Raih Kontrak Rp 7,4 Triliun

PT ABM Investama Tbk (ABMM) melalui anak usahanya, PT Cipta Kridatama, mengantongi kontrak jasa pertambangan batubara senilai Rp 7,4 triliun…

Investor di Sumut Capai 50.023 Orang

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat total investor pasar modal di Sumatera Utara (Sumut) pada 2019 mencapai 50.023 orang atau…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Gelar TTI Business Forum - Krista-Hippindo Promosikan Investasi ke Ratusan Investor

Krista Exhibitions bersama Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) kembali menyelenggarakan Trade, Tourism & Invesment Business Forum (TTI) 2020. Forum…

Bank BUMN Mulai Bagikan Dividen Jumbo

NERACA Jakarta – Musim dividen akan segera dinikmati para investor seiring dengan beberapa emiten yang mencatatkan kinerja keuangan sepanjang tahun…

Sikapi Harga Saham Anjlok - Totalindo Berikan Klarifikasi Ke Investor

NERACA Jakarta –Memenuhi panggilan dan permintaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyikapi penurunan harga saham di luar kewajaran, manajemen PT…