Treasury Stock Jasa Marga Diminta Ikuti Aturan Main

Neraca

Jakarta – Rencana PT Jasa Marga Tbk melakukan penjualan saham "treasury" atau "treasury stock" sebesar 24,5 juta lembar saham kepada masyarakat, dipastikan akan mengikuti ketentuan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK).

Direktur Utama PT Danareksa Sekuritas Marciano Herman mengatakan, aksi korporasi Jasa Marga melakukan "treasury stock" 24,5 juta lembar akan mengikuti aturan main yang ada, “Kami selaku 'broker' pelaksana, mengenai tata caranya wajib mengikuti ketentuan Bapepam-LK. Biar tidak menyalahi aturan," kata Marciano di Jakarta Rabu (4/4).

Dia menambahkan penjualan "treasury stock" kepada publik sangat tergantung pada kondisi pasar, hal itu karena perseroan menghendaki harga penjualan yang terbaik dan soal harga penjualan dan waktu pelaksanaannya, Marciano enggan membeberkannya.

Sementara itu, Direktur Keuangan Jasa Marga Reynaldi Hermansyah sebelumnya mengungkapkan penjualan saham ini dilakukan dalam rangka memperkuat modal perseroan, seiring dengan rencana ekspansi dalam pembangunan ruas-ruas tol baru.

Selain menjual "treasury stock", perusahaan pengelola jalan tol pelat merah ini berencana menjual sekitar 81,6 juta lembar saham yang berada di PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) pada tahun ini. Namun, mengenai harga dan waktunya masih belum bisa ungkapkan. Karena masih melihat kondisi pasar.

Rencananya, dana yang diperoleh dari hasil penjualan saham untuk membiayai ekspansi perseroan, seperti kebutuhan pembangunan jalan tol yang menelan dana sekitar Rp25 triliun. "Dananya 30% dari internal dan 70% dari pinjaman perbankan seperti BNI, Bank Mandiri, Bank Jawa Barat dan Banten, serta Bank DKI," ungkapnya.

Sebagai informasi, Jasa Marga mendapatkan konsesi untuk membangun sembilan ruas jalan tol yang berlokasi di Jabodetabek, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali.

Kesembilan ruas tol ini adalah JORR Ruas W2N (Kebonjeruk-Ulujami), Bogor Ring Road, Cengkareng-Kunciran, Kunciran-Serpong, Semarang-Solo, Gempol-Pandaan, Gempol-Pasuruan, Benoa-Ngurah Rai-Nusa Dua dan relokasi Tol Porong-Gempol, ruas Cengkareng-Kunciran dan Kunciran-Serpong yang merupakan bagian dari Jakarta Outer Ring Road lingkar kedua (JORR-2).

Pembangunan kesembilan ruas tol tersebut menelan biaya investasi sebesar Rp 25 triliun dan dari sembilan ruas ini, tujuh ruas di antaranya akan mulai dibangun pada 2012 ini. (bani)

Related posts