Cuma 25 Kasus Perbankan Tertangani - Dalam 3 Bulan

Dalam 3 Bulan

Cuma 25 Kasus Perbankan Tertangani

Jakarta—Penyelesaian masalah perbankan terkait mediasi yang muncul di Indonesia guna melindungi nasabah dinilai masih kecil. Bahkan selama tiga bulan Bank Indonesia sedang menyelesaikan sengketa perbankan sebanyak 25 kasus dari dari 148 kasus yang muncul. "Untuk triwulan ini sudah ada 148 kasus, tapi yang bisa dimediasi itu ada 25 kasus dan ini akan diteruskan," kata Ketua Tim Mediasi Perbankan BI Sondang Martha Samosir usai Seminar Nasional Mediasi Perbankan dengan tema Optimalisasi Perlindungan Nasabah, di Gedung Thamrin BI, Rabu (4/4/2012).

Menurut Sondang, sejauh ini kasus-kasus perbankan yang sering muncul adalah seputar sistem pembayaran, penyaluran dana, serta penghimpunan dana. "Selama enam tahun berturut-turut, kasus sistem pembayaran sebanyak 620 kasus, penyaluran dana 581 kasus serta penghimpunan dana sebanyak 190 kasus," ungkapnya.

Sondang mengakui Bank Indonesia terkendala masalah SDM. Apalagi SDM yang menangani mediasi antara pihak Nasabah-Perbankan minim. Hingga saat ini, belum ada SDM yang ditempatkan di Kantor Bank Indonesia (KBI). Akibatnya, persengketaan yang terjadi di daerah dengan nilai besar harus menunggu waktu lebih lama untuk dimediasikan. “Sebenarnya SDM untuk mediasi juga kurang. Di KBI juga belum ada mediator untuk tangani persengkataan keduabelahpihak. Saat ini baru saya menjadi ketua mediator di Indonesia dengan 7 anggota tim di dalamnya. Kalau dananya kecil kami proses dengan telekonfrens”, terangnya

Total kasus pada 10 bank yang dijadikan sampel oleh bank sentral sebanyak 20 ribu kasus dengan nominal Rp 161,5 miliar hingga 2010. Rata-rata bank per tahun mendapat 508 kasus senilai masing-masing Rp 4 juta per kasus. Tren peningkatan kasus yang terjadi terlihat, sejak 2007 terdapat sekitar 3.000 kasus dengan nominal terhitung Rp 6,5 miliar dan pada 2008 sekitar 4.000 kasus bernominal Rp 22,7 miliar.

Pada 2009 sekitar 7.000 kasus bernominal Rp 68,9 miliar dan pada 2010 ada 6.000 kasus bernominal Rp 64 miliar. “Data yang masuk BI untuk dimediasi itu totalnya 1.673 kasus dari 2006 sampai bulan Maret 2012 dari bank konvensional dan 34 kasus dari 2006-2011 yang terjadi di perbankan syariah. Ada 25 yang bisa potensi di mediasi dari 148 kasus bank konvensional dari awal Januari 2012-Maret 2012. Sisanya tidak bisa dimediasi karena tidak sesuai dengan persyaratan,” ungkapnya

Lebih jauh Sondang menjelaskan sedikitnya ada lima faktor yang harus dipenuhi nasabah untuk mengajukan mediasi ke bank sentral. “BI adalah layer ke dua, layer pertama pengaduan nasabah di perbankan. Dana klaim juga harus di bawah Rp 500 juta. Syarat lain maksimal batas waktu terjadinya kasus itu per 60 hari kerja. Jadi kalau sudah lewat dari 60 hari kerja baru dilaporkan tidak bisa diproses. Kemudian juga gak pernah diadukan ke media pengaduan lain. Baik pengadilan, pengacara atau lembaga lain. Terakhir juga belum pernah masuk ke BI. BI kan banyak divisinya. Jadi kasus bener-bener murni. Jadi belum diadukan kemanapun,” pungkasnya. **maya

Related posts