Jelang Libur Panjang, Indeks BEI Masih Tertekan

Neraca

Jakarta – Sebagaimana sudah diprediskikan diawal, aksi ambil untung pelaku pasar memaksa indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) Rabu ditutup melemah 81,408 poin (1,94%) ke level 4.134,036. Sementara Indeks LQ 45 ditutup terjun bebas 19,254 poin (2,64%) ke level 712,381.

Menurut research analis PT Panin Sekuritas Tbk (PANS) Purwoko Sartono, pelemahan indeks BEI dipicu aksi ambil untung (profit taking) yang dilakukan investor. Selain itu, investor juga memanfaatkan berita The Fed untuk tidak lagi memberikan stimulus terhadap pertumbuhan ekonomi AS. "Hal ini dapat dilihat juga dari pergerakan indeks regional Asia yang ditutup negatif," katanya di Jakarta, Rabu (4/4).

Hal senada juga disampaikan analis Milenium Danatama Sekuritas Abidin, pelaku pasar asing yang mengambil posisi lepas saham menjadi katalis tertekannya indeks saham dalam negeri. "Setelah mencatatkan rekor tertinggi pada perdagangan saham kemarin, IHSG berbalik arah dikarenakan harga saham yang sudah jenuh beli (overbought) sehingga mendorong pelaku pasar melakukan ambil untung,"ungkapnya

Dia menambahkan, melemahnya indeks saham lokal yang cukup signifikan hampir dua persen menunjukkan IHSG masuk dalam tren pelemahan (bearish). Saat ini belum ada sentimen positif baru yang mengangkat indeks BEI sehingga pelaku pasar cenderung keluar dari pasar saham.

Baik Purwoko dan Abidin, keduanya sepakat indeks BEI Kamis menyambut libur panjang masih dalam tren pelemahan. Indeks BEI sendiri diproyeksikan akan bergerak di level 4.000-4.100.

Pada perdagangan kemarin, tekanan jual terjadi di seluruh lapisan saham dan sektor industri, terutama saham-saham yang sudah naik cukup tinggi. Seluruh indeks sektoral di lantai bursa terpangkas.

Sektor aneka industri, konsumer, manufaktur dan agrikultur jatuh lebih dari dua persen. Hanya sektor infrastruktur yang melemah paling tipis, sebanyak 1,11%. Tercatat investor asing melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 466,795 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 129.641 kali pada volume 7,61 juta lot saham senilai Rp 4,937 triliun. Sebanyak 86 saham naik, sisanya 194 saham turun, dan 93 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Hero Supermarket (HERO) naik Rp 5.900 ke Rp 35.500, Delta Jakarta (DLTA) naik Rp 2.000 ke Rp 142.000, Merck (MERK) naik Rp 1.000 ke Rp 148.000, dan Fastfood (FAST) naik Rp 600 ke Rp 14.700.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Internasional (ASII) turun Rp 2.750 ke Rp 74.000, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 2.200 ke Rp 57.250, United Tractor (UNTR) turun Rp 1.600 ke Rp 31.100, dan Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.350 ke Rp 43.700.

Menutup perdagangan sesi I, indeks BEI juga terkoreksi 52,185 poin (1,24%) ke level 4.163,259. Sementara Indeks LQ 45 anjlok 12,565 poin (1,71%) ke level 719,070. Investor asing yang sudah terus menerus menempatkan dananya di lantai bursa sejak perdagangan pekan lalu kini mulai mengambil untung. Alhasil pemodal asing sudah mencatat penjualan bersih meski nilainya masih tipis.

Seluruh indeks sektoral di bursa saham terkena koreksi, rata-rata cukup dalam lebih dari satu persen. Indeks sektor konsumer memimpin pelemahan bursa dengan koreksi lebih dari dua persen. Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 67.948 kali pada volume 4,149 juta lot saham senilai Rp 2,3 triliun. Sebanyak 75 saham naik, sisanya 160 saham turun, dan 103 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Hero Supermarket (HERO) naik Rp 5.900 ke Rp 35.500, Century Textille (CNTX) naik Rp 950 ke Rp 10.950, Ashimas (AMFG) naik Rp 400 ke Rp 6.250, dan Indo Kordsa (BRAM) naik Rp 200 ke Rp 2.200.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.800 ke Rp 57.650, Astra Internasional (ASII) turun Rp 1.400 ke Rp 75.350, United Tractor (UNTR) turun Rp 1.200 ke Rp 31.400, dan Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 700 ke Rp 44.350.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka turun 7,08 poin atau 0,17% ke posisi 4.208,36, sementara Indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 1,80 poin (0,25%) ke level 729,83. "IHSG BEI melemah oleh aksi 'profit taking' dikarenakan kenaikan signifikan dalam seminggu terakhir sebesar 3,3% dan juga sentimen negatif regional," kata analis Samuel Sekuritas, Christine Salim.

Dia mengemukakan, sektor yang paling banyak mengalami penguatan dalam seminggu terakhir adalah properti sebesar 5,8%, perbankan 5,2%, konsumer 4,7%, dan aneka industri 4,46%.

Dia menambahkan, pelemahan indeks BEI juga dipicu dari mayoritas bursa Asia pagi yang melemah dipicu dari pernyataan The Fed yang belum memerlukan tambahan stimulus ekonomi serta data 'factory orders', dan penjualan otomotif yang lebih rendah dari estimasi.

Selain itu, lanjut dia, bursa Eropa juga mengalami tekanan setelah negara Spanyol menyatakan potensi kenaikan rasio utang terhadap produk domestik bruto (GDP) meskipun telah melakukan penghematan anggaran, dan sentimen negatif juga datang dari data indeks jasa Australia yang masih kontraksi.

Bursa regional diantaranya indeks Hang Seng menguat 268,72 poin (1,31%) ke level 20.790,98, indeks Nikkei-225 turun 139,55 poin (1,39%) ke level 9.910,84 dan Straits Times melemah 11,42 poin (0,38%) ke level 3.004,10. (bani)

Related posts