Perekaman e-KTP di Kota Sukabumi Sudah Mencapai 95,5 Persen

Perekaman e-KTP di Kota Sukabumi Sudah Mencapai 95,5 Persen

NERACA

Sukabumi - Sebanyak 245.288 yang wajib KTP elektronik (e-KTP) di Kota Sukabumi, hanya menyisakan 5% yang belum melakukan perekaman. Untuk itu, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) setempat terus menghimbau kepada masyarakat untuk segera melakukan perekaman."Ya, sudah mencapai 95,5% yang sudah melakukan perekaman e-KTP," ujar Kepala Disdukcapil Kota Sukabumi Iskandar Ikhfan, Jumat (6/9).

Disisi lain Iskandar juga mengungkapkan, jika saat ini keberadaan blanko e-KTP tergolong sangat terbatas. Maksudnya, dinas tersebut memprioritaskan untuk pemilik e-KTP pemula. Sementara untuk keperluan KTP yang rusak atau hilang, sementara digantikan dulu dengan surat keterangan (Suket)."Kalau kosong tidak, hanya jumlahnya saja yang terbatas," terang Iskandar.

Tapi lanjut Iskandar, jika persediaan blanko nantinya sudah ada penambahan, tentu saja akan memenuhi kebutuhan warga yang ingin menggantikan e-KTP yang rusak ataupun hilang. Termasuk yang mengajukan pembuatan KTP baru."Mudah-mudahan secepatnya kebutuhan blanko tersebut bisa terpenuhi," ujarnya.

Saat ini lanjut Iskandar, stok blanko e-KTP di Disdukcapil hanya puluhan keping. Namun dalam waktu dekat ini pihaknya akan mengambil tambahan ke Ditjen Dukcapil Kemendagri.

Dia menambahkan, pengambilan blanko tersebut dilakukan setiap 10 hari sekali, dengan jumlah minimal sekitar 500 keping per daerah, atau disesuaikan dengan kebutuhan."Ini kan dibagi ke seluruh Indonesia jadi tidak bisa sebanyak yang diinginkan. Sebab di sananya pun terbatas persediaannya," ujarnya.

Pihaknya juga berencana, dalam waktu dekat akan mengambil jatah blanko e-KTP tersebut ke Ditjen Dukcapil Kemendagri. Sehingga semua kebutuhan masyarakat juga cepat bisa terpenuhi."Insya Allah kalau tidak halangan, Senin kami akan ambil blanko ke Jakarta. Kami juga berharap di tahun depan ketersediaan blanko sudah normal sepenuhnya. Sehingga semua warga bisa mendapatkannya," pungkasnya. Arya

BERITA TERKAIT

Kopitu: Pemerintah Belum Optimal Terhadap UMKM

Jakarta-Pemerintah dinilai belum optimal memberikan perhatian terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sehingga belum memberikan dampak yang berarti. Padahal,…

Tiga Sumber Mata Air PDAM Sukabumi Semakin Turun - Perlu Studi Tentang Air Baku

Tiga Sumber Mata Air PDAM Sukabumi Semakin Turun Perlu Studi Tentang Air Baku NERACA Sukabumi - Menyusutnya tiga sumber mata…

Komitmen Hero Supermarket Penuhi Kebutuhan Masyarakat Indonesia - Grand Opening di Apartemen Casa Domaine

Komitmen Hero Supermarket Penuhi Kebutuhan Masyarakat Indonesia Grand Opening di Apartemen Casa Domaine NERACA Jakarta – Hero Supermarket sebagai pelopor…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

LPDB Pindahkan Satgas Pengawasan Dari Bali ke Jatim

LPDB Pindahkan Satgas Pengawasan Dari Bali ke Jatim NERACA Denpasar - Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) KUMKM memindahkan Satgas pengawas…

Wagub Berharap Mahasiswa Jawa Barat Jadi "Technopreneur"

Wagub Berharap Mahasiswa Jawa Barat Jadi "Technopreneur"   NERACA Bandung - Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum berharap kalangan…

Penduduk Miskin di Banten Berkurang 14,28 Ribu Orang

Penduduk Miskin di Banten Berkurang 14,28 Ribu Orang   NERACA Serang - Jumlah penduduk miskin di Provinsi Banten berkurang 14,28 ribu…