Pemerintah Tindak Tegas Pelaku Rasis, Damailah Papua!

Oleh : Sabby Kosay, Mahasiswa Papua, tinggal di Yogyakarta

Pemerintah akan berikan sanksi tegas kepada siapapun pelaku rasisme. Tak peduli pelaku berasal dari mana, termasuk unsur militer. Masyarakat diharapkan dapat tenang dan tidak terpengaruh provokasi sesat.

Aksi demo berujung ricuh di Papua tempo hari telah mereda. Kondisi wilayah Indonesia Timur ini dinyatakan kondusif dan aman. Aparat keamanan terlihat membersihkan sisa-sisa kerusuhan. Bekas pembakaran juga perusakan fasilitas publik mulai dibenahi.

Rakyat Papua bisa tenang dan beraktifitas normal kembali. Sektor ekonomi yang sempat lumpuh kini mulai menggeliat lagi. Meski telah dirasa aman, namun aparat keamanan masih terus berjaga guna memastikan tidak ada tindakan yang tak diinginkan.

Sikap rasis yang ditengarai dilakukan oleh aparat terhadap mahasiswa Papua di Surabaya, dinilai menciderai hak asasi manusia. Sehingga pemerintah dengan tegas akan menghukum pelaku persekusi.

Hal tersebut turut dibenarkan oleh pernyataan sikap dari MSM ( Melanesian Solidarity Movement). Yang mana disampaikan oleh Ketua Umum Melanesian Solidarity Movement, Dipl. Oek. Engelina Pattiasina. Serta didampingi oleh Jack Zacharias, Chris Pelamonia, Yeremia Pelamonia juga Luis Theopilus.

Pernyataan tersebut diberikan guna menyikapi tindakan rasis dan persekusi yang tempo hari terjadi kepada mahasiswa Papua di Surabaya. Yang akhirnya berakibat protes di berbagai kota di Bumi Cendrawasih tersebut.

Pihak MSM mengutuk dan mengecam aksi tersebut karena sangat merendahkan martabat manusia. Bukan hanya di Papua saja, jika hal semacam ini terjadi maka tentunya akan ada perlawanan.

Di sisi lain Kapolri dan Panglima TNI agaknya telah mendapat mandat dari pemerintah. Terkait ancaman hukuman bagi pelaku tindak rasisme tempo hari. Menkopolhukam Wirantojuga menyatakan, upaya mencegah agar rasisme tidak terulang kembali adalah lewat penegakan hukum.

Dalam penyelesaian masalah rasisme terhadap warga Papua dan Papua Barat ini pemerintah telah berkomitmen secara pasti. Wiranto mengklaim, pihak yang melakukan tindakan rasisme ini akan diproses tanpa pandang bulu. Apalagi bagi pelaku rasis yang bersifat ekstrim dan radikal. Bahkan, wiranto menyatakan akan mengusir pelaku tersebut dari Indonesia, sembari berkelakar.

Menanggapi hal tersebut Presiden Jokowi mengeluarkan 4 instruksi terkait kerusuhan Papua. Adapun instruksi tersebut ialah;

-Tindak Tegas Pelaku Anarkisme. Presiden memerintahkan Menkopolhukam, Kapolri, Kepala BIN serta panglima TNI untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap pelaku anarkis dan rasialis.

-Masyarakat Papua Diminta Tenang. Jokowi meminta agar warga Papua untuk tetap tenang terkait permasalahan yang dihadapi. Selain itu pihaknya juga menyebutkan jika pemerintah akan memajukan Papua dari segi insfrastruktur maupun SDM-nya.

-Presiden akan bertemu Tokoh Papua. Selain kedua hal tersebut diatas, PresidenJoko Widodomengaku telah berusaha mengatur waktu agar bisa bertemu langsung dengan para tokoh masyarakat dan adat di Papua. Yang mana akan secepatnya dilakukan.

-Evaluasi Penanganan Masalah Papua. Jokowi mengaku jika pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap upaya pendekatan yang telah dikakukan pemerintah, selama dua minggu terakhir.

Pasalnya aksi protes dari masyarakat di Papua dan Papua Barat dinilai belum sepenuhnya reda. Jokowi juga menyatakan pihaknya akan terus mengikuti serta memantau situasi terkini di Papua, khususnya di wilayahJayapura.

Bersamaan dengan hal itu, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua Irjen Rudolf Alberth Rodja mengeluarkan enam maklumat dalam rangka menjaga keamanan serta ketertiban umum. Hal ini dipandang sangat perlu guna menyikapi kondisi kekinian di Bumi Cenderawasih.

Enam maklumat yang dikeluarkan tersebut mengatur tentang pelarangan tindakan rasisme, separatis anarkis juga tindakan radikal lainnya. Termasuk ancaman beserta hukuman yang akan diberikan kepada pelaku. Banyak pihak berharap dengan adanya pemberlakuan maklumat ini mampu menekan dan menghapus tindakan tak terpuji tersebut.

Diharapkan pula maklumat tersebut bisa berjalan beriringan dengan instruksi Presiden. Sehingga akan terwujud cita-cita perdamaian yang diimpikan. Selain itu tetap menjaga persatuan guna membentengi diri dari perpecahan masih dinilai sebagai cara yang paling efektif.

Mengingat tindakan rasis semacam ini sangat mengancam serta bisa menimbulkan dampak yang lebih besar lagi. Aneka imbauan untuk tetap tenang dan terprovokasi ada baiknya juga dilakukan. Jika mental setiap warga negara Indonesia telah kuat serat mampu menangkal berbagai isu yang menjerumuskan, maka tidak ada lagi kekhawatiran tindakan rasis terulang kembali.

BERITA TERKAIT

Masyarakat Internasional Apresiasi Perlindungan HAM di Indonesia

  Oleh : Alfisyah Kumalasari, Pemerhati Hukum dan Budaya     Indonesia terpilih sebagai anggota Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan…

Melawan Hoax dan Radikalisme Demi Indonesia Maju

  Oleh : Aditya Akbar, Pengamat Sosial Politik Hoax dan Radikalisme merupakan hal yang dapat menghambat kemajuan Indonesia, hoax bukanlah…

Sumber Daya Manusia Unggul

Oleh: Elfindri, Guru Besar Ekonomi SDM dan Direktur SDGs Universitas Andalas Pertanyaan Presdir Metro TV Suryopratomo pada salah satu program…

BERITA LAINNYA DI OPINI

Jokowi dan Amandemen UUD 1945

  Oleh : Agung Wahyudin dan TW Deora, Kolumnis dan Dosen   Permasalahan terbatas amandemen 1945 kembali memanas ketika terjadi…

Masyarakat Internasional Apresiasi Perlindungan HAM di Indonesia

  Oleh : Alfisyah Kumalasari, Pemerhati Hukum dan Budaya     Indonesia terpilih sebagai anggota Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan…

Melawan Hoax dan Radikalisme Demi Indonesia Maju

  Oleh : Aditya Akbar, Pengamat Sosial Politik Hoax dan Radikalisme merupakan hal yang dapat menghambat kemajuan Indonesia, hoax bukanlah…