Kapitalisasi Pasar Sepekan Melemah 0,29%

NERACA

Jakarta –PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat data perdagangan akhir pekan kemarin mengalami variasi pergerakan dengan kenaikan rata-rata frekuensi transaksi harian sebesar 12,87% menjadi 533,291 ribu kali transaksi dari 472,495 ribu kali transaksi pada pekan sebelumnya. Informasi tersebut disampaikan BEI dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Sementara sebaliknya, indeks harga saham gabungan (IHSG) terkoreksi sebesar 0,31% pada posisi 6.308,950 dari 6.328,470 pada pekan sebelumnya. Untuk nilai kapitalisasi pasar selama sepekan juga turut menyusut sebesar 0,29% menjadi Rp7.238,803 triliun dari Rp7.259,735 pada penutupan minggu yang lalu. Sedangkan untuk data rata-rata volume transaksi harian BEI mencatatkan pelemahan sebesar 11,85% menjadi 14,354 miliar unit saham dari 16,283 miliar unit saham di pekan sebelumnya.

Lalu untuk data rata-rata nilai transaksi BEI selama satu minggu kemarin mengalami perubahan sebesar 11,36% menjadi Rp8,020 triliun dari Rp9,048 triliun pada penutupan pekan yang lalu. Sepanjang tahun 2019, investor asing masih mencatatkan beli bersih sebesar Rp57,464 triliun dan investor asing mencatatkan jual bersih sebesar Rp353,94 miliar. Sepekan kemarin, hanya ada satu pencatatan perdana saham, yakni saham PT Kencana Energi Lestari Tbk dan masuk perusahaan ke-33 yang tercatat di pasar modal tahun ini.

Kemudian ada pencatatan obligasi berkelanjutan Indonesia Eximbank IV tahap VI tahun 2019 dan sukuk mudharabah berkelanjutan Indonesia Eximbank I tahap IV tahun 2019 yang diterbitkan olehLembaga Pembiayaan Ekspor Indonesiamulai dicatatkan di BEI. Obligasi Berkelanjutan Indonesia Eximbank IV Tahap VI Tahun 2019 dicatatkan dengan nilai nominal sebesar Rp1.018.500.000.000, sedangkan untuk Sukuk Mudharabah Berkelanjutan Indonesia Eximbank I Tahap IV Tahun 2019 yang dicatatkan dengan nilai nominal sebesar Rp150.000.000.000.

Hasil pemeringkatan untuk obligasi adalah idAAA dan Sukuk Mudharabah adalah idAAA(sy) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Maka dengan demikian, total emisi obligasi dan sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2019 adalah 73 emisi dari 41 emiten senilai Rp86,10 triliun. Dengan pencatatan ini maka total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 416 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp441,14 Triliun dan US$ 47,5 juta, diterbitkan oleh 119 emiten. Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 102 seri dengan nilai nominal Rp2.625,62 triliun dan US$400 juta. EBA sebanyak 10 emisi senilai Rp8,31 triliun.

BERITA TERKAIT

Waspadai Dampak Sistemik - BEI Terus Pantau Reksadana Gagal Bayar

NERACA Jakarta –Guna memberikan kepastian hukum dan perlindungan investor terhadap produk investasi reksadana yang gagal bayar, PT Bursa Efek Indonesia…

Saham Perdana IFSH Dibuka Melesat 47,73%

NERACA Jakarta – Debut perdana di pasar modal, perdagangan saham PT Ifishdeco Tbk (IFSH) pada Kamis (5/12) dibuka menguat tajam…

Raup Bisnis Daur Ulang Sampah Plastik - Coca Cola Inisiasi Packaging Recovery Organization

NERACA Jakarta – Sebagai bentuk dukungan pemerintah dalam mengurangi sampah plastik, produsen minuman kemasan Coca Cola Indonesia sangat aktif dalam…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Salurkan KPR Rp 300 Triliun - BTN Telah Biayai 5 Juta Masyarakat Indonesia

Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) KPR ke 43 yang jatuh pada tanggal 10 Desember mendatang, PT Bank Tabungan Negara (Persero)…

Geliat Bisnis Jalan Tol - WTR Beri Pinjaman CCT Rp 206,57 Miliar

NERACA Jakarta- Dukung pengembangan bisnis di jalan tol, PT Waskita Karya Tbk (WSKT) melalui anak usahanya, PT Waskita Toll Road…

CJ CGV Restrukturisasi Saham di Graha Layar

NERACA Jakarta - CJ CGV Co Ltd merestrukturisasi kepemilikan sahamnya pada PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ). Perusahaan bioskop asal…