ELTY Divestasi Anak Usaha dan Jual Tanah - Lunasi Utang Rp 360,302 Miliar

NERACA

Jakarta - Komitmen PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) untuk memangkas beban utang terus dilakukan. Teranyar, emiten properti ini telah melunasi utangnya senilai Rp360,302 miliar pada PT Riverton Group (Riverton). Pelunasan itu dengan cara pelepasan saham anak usaha dan pengalihan aset berupa tanah.

Sekretaris Perusahaan ELTY, Yudy Rizard Hakim dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin menyatakan, pelunasan utang tersebut tertuang dalam perjanjian perseroan dan Riverton pada tanggal 4 September 2019. Dalam perjanjian itu, anak usaha perseroan yakni PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk (JGLE) dan PT Surya Global Nusantara (SGN) bersepakat dengan isi perjanjian.”SGN akan melepas sebanyak 2.215.000.000 lembar saham JGLE dan JGLE akan melakukan pengalihan hak dan kewajiban dalam rencana pembelian tanah seluas 24.033 meter persegi di Benoa, Bali,”ujarnya.

Lebih lanjut disebutkan, transaksi afiliasi ini akan mencegah Riverton melakukan upaya hukum kepada perseroan, sehingga kelangsungan usaha perseroan tetap terjaga. Selain itu, JGLE dapat melunasi pinjamannya kepada perseroan berdasarkan perjanjian tanggal 22 Desember 2017. Keseriusan perseroan menyelesaikan masalah utang tahun lalu terhadang oleh penolakan investor. Hak ini membuat kinerja keuangan perseroan tak kunjung mengalami perbaikan dan dampaknya perseroan tak bisa menyampaikan laporan keuangan 2018 secara tepat waktu.

Direktur Utama dan CEO ELTY, Ambono Janurianto pernah bilang, restrukturisasi utang yang akan dilakukan perseroan pasca-reverse stock, diharapkan bisa berkontribusi pada performa keuangan perseroan. Menurut Ambono opsi reverse stock lebih baik dibanding menjual aset perseroan. Selain itu, reverse stock juga menjadi syarat utama perseroan jika ingin melakukan kembali aksi korporasi pendanaan ke depannya. Pasalnya harga saham Rp 50/saham, membuat saham Bakrieland tak banyak lagi ditransaksikan investor.

Disampaikannya, reverse stock itu mempercantik harga saham dan perseroan melakukannya untuk mengoptimalisasi harga saham ke dalam trading range yang baik. “Kalau jual aset sama saja, utang lunas namun aset tidak ada akhirnya kami tidak bisa melakukan pengembangan dan tidak ada pertumbuhan kan," ujar Ambono.

Menurut Ambono, reverse stock dapat mendorong restrukturisasi utang perseroan menjadi menurun hingga single digit dibandingkan dengan EBITDA. Namun sayangnya, rencana perseroan mendapatkan penolakan dari investor ritel yang menuding merugikan investor.

BERITA TERKAIT

Gandeng Kerjasama HIPMI - ModalSaham Siap Bawa Perusahaan IPO

NERACA Jakarta – Dukung pertumbuhan industri pasar modal dengan mengajak pelaku usaha go public, ModalSaham sebagai perusahaan starup akan menggandeng…

Produksi Nikel Vale Indonesia Terkoreksi 6,81%

NERACA Jakarta –Besarnya potensi kenaikan permintaan nikel di pasar, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) terus memacu produksi nikel, meskipun di…

Progres Pabrik di Sumses Capai 30% - Buyung Poetra Perbesar Kapasitas Produksi Beras

NERACA Jakarta – Meskipun tengah dihadapkan pada kondisi musim kemarau yang berkepanjangan, emiten produsen beras PT Buyung Poetra Sembada Tbk…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Percepat Dokumentasi Kredit - Bank BTN Luncurkan Web e-Mitra Operation

Dalam rangka meningkatkan kualitas kredit dan layanan kepada debitur, khususnya debitur Kredit Pemilikan Rumah (KPR), PT Bank Tabungan Negara (Persero)…

Lagi, BUMI Bayar Cicilan Utang US$ 31,8 Juta

NERACA Jakarta – Pangkas beban utang untuk menjaga pertumbuhan bisnis dan kesehatan keuangan, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) membayar cicilan…

Targetkan Penjualan Rp 400 Miliar - Itama Ranoraya Perkuat Jaringan di Enam Kota

NERACA Jakarta – Keputusan pemerintah menaikkan iuran BPJS Kesehatan diharapkan bisa membawa dampak positif terhadap kinerja keuangan PT Itama Ranoraya…