Mengulas Broadband Nasional untuk Pembangunan - ICS dan ICC 2012 :

NERACA

Pemerintah persiapkan Indonesia sebagai negara digital melalui National Broadband Plan, yaitu salah satu agenda penting bagi kalangan pelaku industri teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia.

Melalui jaringan broadband nasional ini diharapkan Indonesia memiliki konektivitas yang memadai bagi dunia maya di seluruh wilayah Indonesia, serta mempercepat terciptanya ekonomi berbasis pengetahuan, meningkatkan produktivitas serta daya saing nasional dalam ekonomi global.

Persiapan menjelang rencana Indonesia menjadi negara digital menjadi satu tema penting yang diangkat dalam konferensi yang digelar Asosiasi Telekomunikasi Selular Indonesia (ATSI) bersama Dyandra Promosindo pada kegiatan tahunan The 9th Indonesia Celluar Show dan The 2nd Indonesia International Communication Conference & Expo.

The 2nd Indonesia International Communication Conference & Expo (ICC) akan berlangsung pada tanggal 6 – 7 Juni 2012 di Lower Lobby, Jakarta Convention Center. ICC 2012 akan menitikberatkan pada konferensi dengan tema utama “The Application of National Broadband Network in Corporation to Develop Indonesia’s Economic Growth”.

Konferensi ini akan membahas secara mendalam manfaat jaringan broadband nasional dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia serta persiapan Indonesia menjadi negara digital. “Konferensi yang berlangsung dua hari ini layak menjadi agenda penting bagi pelaku bisnis ICT di Indonesia, karena akan menghadirkan pakar-pakar telematika baik dari dalam maupun luar negeri. Akan dibahas secara mendalam mengenai manfaat aplikasi broadband di berbagai bidang secara komprehensif seperti di bidang transportasi, kesehatan, bisnis, dan pendidikan,” kata Trade Fair Division Manager Dyandra Promosindo Amita Muharani.

Selain itu, pelaksanaan ICC dan ICS sendiri memiliki tujuan antara lain membuka peluang bisnis dan kerjasama di sektor ICT, dengan mengumpulkan stakeholder potensial, seperti buyers, dan pihak pemerintah. Selain itu, program ini bertujuan untuk mendukung strategi bisnis, memperluas networking, mendorong penjualan, brand awareness, serta meningkatkan market share, sebuah perusahaan ICT di Indonesia pada khususnya.

Integrasi ICS dan ICC 2012

Integrasi penyelenggaraan pameran Indonesia Celluar Show dan Indonesia International Communication Conference & Expo ini diharapkan dapat mendukung salah satu kegiatan Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui program ‘Indonesia Connected’ agar seluruh lapisan masyarakat Indonesia akan mendapatkan kemudahan dalam mengakses informasi.

Indonesia Cellular Show (ICS) sendiri telah dikenal sebagai benchmark dari pameran retail telekomunikasi di Indonesia. Sejak diselenggarakan pada tahun 2004, ICS selalu menampilkan beragam peserta yang bergerak di industri telekomunikasi, seperti operator, handset vendor, content provider, dan mobile accessories. Dengan tema Pameran “Join the Emerging Force from Far East”, ICS 2012 akan menempati area sebesar lebih dari 7.000m² di Jakarta Convention Center dan menargetkan lebih dari 200 ribu pengunjung selama 5 hari penyelenggaraannya.

Untuk lebih mendukung program ‘Indonesia Connected’ sekaligus menyemarakkan event ICS dan ICC 2012, berlangsung pula penyelenggaraan pameran Festival Komputer Indonesia (FKI) ke-14 pada tanggal yang sama. Bertempat di JCC, kolaborasi ketiga pameran ICC, ICS dan FKI ini bertujuan untuk mengakomodir beragam kebutuhan masyarakat akan produk-produk ICT, mulai dari kebutuhan akan produk TI sampai selular. Panitia menetapkan harga tiket masuk senilai Rp 5.000,- untuk weekdays dan Rp 15.000,- untuk weekend.

Amita juga menjelaskan bahwa biaya mengikuti konferensi ini adalah Rp 2 juta bagi perorangan, Rp 1,8 juta untuk grup (minimal 3 orang dari satu perusahaan/instansi). The 2nd Indonesia International Communication Conference juga mematok biaya yang relatif lebih terjangkau untuk para guru/dosen sebesar Rp. 1,3 juta perorang dan khusus untuk pelajar/mahasiswa biayanya hanya sebesar Rp 1 juta perorang. “Untuk pendaftaran sebelum tanggal 31 Maret 2012 akan berlaku biaya early bird yakni sebesar Rp 1,5 juta/orang dan Rp 1,3 juta/orang untuk grup dengan minimal 3 orang dari satu perusahaan/instansi” tambah Amita.

Banyak pakar telekomunikasi yang akan membagi pengetahuan dan opini mereka melalui The 2nd Indonesia International Communication Conference & Expo (ICC) antara lain: Dr. Muhammad Budi Setiawan, M. Eng (Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika), Drs. Syukri Batubara, MH (Ketua Umum BRTI), Sarwoto Atmosutarno (Direktur Utama – PT Telkomsel, Tbk), Ericsson Indonesia, Wu Tianjun (Director of Transport Industry Solution Huawei Tech Investment), Rama Agung (Director of Customer Solution & Sales Support Alcatel Lucent), Harith Menon (Head of Marketing and Corporate Affairs Asia Pacific Region – Nokia Siemens Networks), Drs. Gatot Fatwanto Hertono, M.Sc., Ph.D. (Head of Learning Program – Universitas Indonesia) dan Prof. Dr. Ricardius Eko Indrajit (Ketua Umum APTIKOM)

Selain itu hadir pula para pembicara konferensi yang akan turut membagi pengalaman bagaimana pengaplikasian broadband dalam pelayanannya, yaitu: dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr. PH (Menteri Kesehatan RI), Achirina (Director Strategy, Business Development & Risk Management - PT Garuda Indonesia, Tbk.), Marcellus Ardiwianata (Deputy Director of Strategic Business Development – PT First Media, Tbk.), Sulistyo Wimbo Hardjito (Director of Commerce – PT Kereta Api Indonesia), Hasan Widjaja (Direktur Operasional – Eka Hospital), Arnold Sebastian Egg (Founder & Director – Tokobagus.com), Andrew Pratomo Budianto (Co-founder – Agate Studio) serta Arnold Sebastian Egg (Founder & Director – Tokobagus.com).

Related posts