Pemkot Palembang Kaji Garis Sempadan Sungai Musi

Pemkot Palembang Kaji Garis Sempadan Sungai Musi

NERACA

Palembang - Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang mulai mengkaji garis sempadan Sungai Musi untuk menjamin kelestarian fungsi sungai dan menjaga masyarakat dari bahaya bencana di sekitar sungai.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Palembang, Ahmad Bastari, Selasa (3/9), mengatakan kajian sempadan Sungai Musi tersebut sesuai Permen PUPR 28 Tahun 2015 tentang Penetapan Garis Sempadan Sungai dan Garis Sempadan Danau.

"Sebisa mungkin kajian sempadan Sungai Musi selesai lebih cepat agar menjadi model untuk kajian sempadan di daerah lain," ujar Ahmad Bastari saat rapat persiapan Sempadan.

Sempadan sungai merupakan garis batas luar pengamanan sungai yang membatasi pendirian bangunan di tepi sungai dan ditetapkan sebagai area perlindungan sungai, jaraknya cenderung berbeda pada tiap sungai tergantung posisi sungai, kedalaman sungai, keberadaan tanggul, serta pengaruh air laut.

Pemkot Palembang menunjuk kosultan dalam mengkaji dampak sempadan dengan kajian komprehensif mulai dari geomorfologi, budaya, sosial, hingga ekonomi masyarakat setempat."Mengenai berapa meter batas sempadan itu juga sedang dihitung, bisa 30 meter atau sampai 100 meter dari sisi sungai ke daratan," kata dia.

Jika hasil kajian menunjukan adanya bangunan dalam batas sempadan sungai, maka bangunan tersebut dinyatakan dalam status quo sehingga secara bertahap harus ditertibkan untuk mengembalikan fungsi sempadan sungai.

Namun, untuk bangunan seperti prasarana sumber daya air, jembatan, dermaga, jalur pipa gas, jalur pipa air minum, rentang kabel listrik, kabel telekomunikasi, dan bangunan ketenagalistrikan tidak termasuk yang ditertibkan.

"Kami akan sosialisasikan hasil kajian itu, karena sempadan sungai erat kaitannya dengan kepemilikan lahan," demikian Ahmad Bastari. Ant

BERITA TERKAIT

Kopitu: Pemerintah Belum Optimal Terhadap UMKM

Jakarta-Pemerintah dinilai belum optimal memberikan perhatian terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sehingga belum memberikan dampak yang berarti. Padahal,…

Tiga Sumber Mata Air PDAM Sukabumi Semakin Turun - Perlu Studi Tentang Air Baku

Tiga Sumber Mata Air PDAM Sukabumi Semakin Turun Perlu Studi Tentang Air Baku NERACA Sukabumi - Menyusutnya tiga sumber mata…

Komitmen Hero Supermarket Penuhi Kebutuhan Masyarakat Indonesia - Grand Opening di Apartemen Casa Domaine

Komitmen Hero Supermarket Penuhi Kebutuhan Masyarakat Indonesia Grand Opening di Apartemen Casa Domaine NERACA Jakarta – Hero Supermarket sebagai pelopor…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

LPDB Pindahkan Satgas Pengawasan Dari Bali ke Jatim

LPDB Pindahkan Satgas Pengawasan Dari Bali ke Jatim NERACA Denpasar - Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) KUMKM memindahkan Satgas pengawas…

Wagub Berharap Mahasiswa Jawa Barat Jadi "Technopreneur"

Wagub Berharap Mahasiswa Jawa Barat Jadi "Technopreneur"   NERACA Bandung - Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum berharap kalangan…

Penduduk Miskin di Banten Berkurang 14,28 Ribu Orang

Penduduk Miskin di Banten Berkurang 14,28 Ribu Orang   NERACA Serang - Jumlah penduduk miskin di Provinsi Banten berkurang 14,28 ribu…