Perkuat Modal, XL Axiata Jual 4.500 Menara

NERACA

Jakarta – Dalam rangka menekan efisiensi bisnis dan perkuat modal, PT XL Axiata Tbk (EXCL) tengah mempersiapkan tender melepas 4.500 menara.”Kita memang sedang mempersiapkan tender untuk melepas 4.500 menara. Sedang dilihat juga situasi pasar untuk tender ini," kata Presiden Direktur & CEO XL Axiata Dian Siswarini di Jakarta, kemarin.

Dirinya menjelaskan, pasca penjualan menara pada 2016, tidak ada lagi rencana untuk melepas menara ke pihak luar. Namun, dalam perjalanan perseroan mengubah arsitektur jaringan sehingga aset yang tadinya dianggap bernilai strategis sudah bisa dijual."Tadinya menara yang tersisa ini kita anggap bagian dari core network, ternyata setelah arsitektur jaringan diubah, tak lagi menjadi core network sehingga bisa kita lepas,"jelasnya.

Direktur Keuangan XL Axiata, Mohamed Adlan Bin Ahmad Tajudin menambahkan persiapan tender tengah dilakukan dimana rencananya pengumuman diupayakan tahun ini. Disampaikannya, penjualan menara-menara tersebut karena sudah tidak strategis untuk perusahaannya. Menurut dia, sebuah menara disebut strategis apabila dua sampai tiga BTS yang ada pada menara tersebut menjadi induk dari 10 BTS-20 BTS di sekitarnya. Akan tetapi, saat ini, satu menara hanya menjadi induk dari satu sampai tiga BTS di sekitarnya.

Dirinya menambahkan, menara yang sudah tidak strategis ini juga sudah tidak berkontribusi besar ke pendapatan EXCL. Sebelumnya, perusahaan ini telah menjual 3.500 menara ke PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR) senilai Rp 5,6 triliun pada 2014. Kemudian, pada 2016, XL Axiata kembali menjual 2.500 menara kepada Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) senilai Rp 3,6 triliun.

Di paruh pertama tahun 2019, PT XL Axiata Tbk membukukan pendapatan sebesar Rp 12,27 triliun atau tumbuh 11% dibandingkan priode yang sama tahun lalu Rp 11,07 triliun. Selain itu, perseroan juga mencatatkan EBITDA sebesar Rp4,75 triliun pada semester I/2019 atau naik 19% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2018 yakni Rp3,99 triliun. Pertumbuhan EBITDA yang direalisasikan pada periode ini pun lebih besar dari capaian pertumbuhan pada periode yang sama tahun lalu yakni sebesar 2%.

Sementara itu, dari sisi laba bersih, perseroan membukukan keuntungan Rp282 miliar atau tumbuh signifikan dibandingkan capaian pada semester I/2018 yang masih mendapat rugi bersih Rp82 miliar. Peningkatan indikator keuangan ini berasal dari pertama, peningkatan pendapatan layanan data sebesar 29% yakni dari Rp7,47 triliun pada semester I/2018 menjadi Rp9,63 triliun pada semester I/2019.

Kedua, kenaikan jumlah nomor aktif di jaringan sebesar 7% yakni dari 52,9 juta nomor pada semester I/2018 menjadi 56,6 juta nomor. Ketiga, kenaikan pendapatan rata-rata perpelanggan (average revenue peruser/ARPU) sebesar 10% dari Rp31.000 menjadi Rp34.000.

BERITA TERKAIT

Perbaiki Kinerja Keuangan - INAF Kembangkan Strategic Business Unit

NERACA Jakarta – Dorong pengembangan bisnis lebih ekspansif, PT Indofarma Tbk (INAF) fokus mengembangkan strategi pendirian strategic business unit (SBU)…

Melalui Proyek ISED - Siapkan SDM Unggul di Manufaktur dan Pariwisata

NERACA JAKARTA - Indonesia telah memasuki era digitalisasi dan Industri 4.0. Bersamaan dengan hal tersebut, pemerintah Indonesia telah meluncurkan “Making…

Geliatkan KEK Tanjung Lesung - KIJA Cari Investor Potensial Kembangkan Wisata

NERACA Jakarta – Bangkit dari musibah gempa dan tsunami Banten yang terjadi pada 2018 lalu, PT Kawasan Industri Jababeka Tbk.…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BTN Pastikan Proses Bisnis Sesuai GCG

Direktur PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Nixon LP Napitupulu memastikan perseroan selama ini telah menjalankan bisnis   sesuai dengan GCG.…

Perbaiki Kinerja Keuangan - INAF Kembangkan Strategic Business Unit

NERACA Jakarta – Dorong pengembangan bisnis lebih ekspansif, PT Indofarma Tbk (INAF) fokus mengembangkan strategi pendirian strategic business unit (SBU)…

Melalui Proyek ISED - Siapkan SDM Unggul di Manufaktur dan Pariwisata

NERACA JAKARTA - Indonesia telah memasuki era digitalisasi dan Industri 4.0. Bersamaan dengan hal tersebut, pemerintah Indonesia telah meluncurkan “Making…