Laba Usaha BUMI Naik 73% di 2011

NERACA

Jakarta - Perusahaan tambang swasta, PT Bumi Resources Tbk (BUMI), mencatatkan kenaikan laba usaha sebesar 73% dan peningkatan harga jual batu bara sebesar 30% selama 2011. Pencapaian itu menunjukkan komitmen manajemen dalam meningkatkan reputasi di tingkat internasional melalui transparansi perseroan.

Perseroan juga akan fokus untuk meningkatkan kegiatan operasional, terutama melalui PT Kaltim Prima Coal (KPC) dan PT Arutmin Indonesia. "Tahun 2011 merupakan tahun yang menantang bagi kami mengubah cara berbisnis di hampir setiap aspek seperti operasional, administrasi, dan tata kelola," kata Direktur Utama BUMI, Ari S Hudaya, melalui keterangan tertulis yang diterima Neraca di Jakarta, Selasa (3/4).

Namun demikian, perseroan tetap akan merespons kondisi pasar yang tidak menentu, serta memenuhi komitmen dalam keselamatan dan pelestarian lingkungan. Upaya itu guna meningkatkan kinerja operasional dan keuangan dalam jangka pendek. Walau begitu, dalam jangka menengah panjang, BUMI akan meningkatkan dominasi pasar dan mempromosikan Indonesia di kancah global.

Sepanjang 2011, pendapatan BUMI dari penjualan meningkat lebih dari US$1 miliar atau 37% menjadi US$4 miliar, dari sebelumnya US$2,9 miliar pada periode yang sama 2010. Laba kotor meningkat tajam sebesar 65%, atau sekitar US$629,8 juta menjadi lebih dari US$1,59 miliar dibanding periode sama tahun sebelumnya US$964,4 juta.

Akibatnya, laba usaha meningkat signifikan sebesar 73% menjadi lebih dari US$1,12 miliar pada 2011, dibandingkan US$651,6 juta pada 2010. Selain itu, laba sebelum pajak pada 2011 mencapai US$598,6 juta atau naik 13% dibandingkan sekitar US$530,5 juta pada 2010. "Kami juga telah membayar pajak dan royalti sebesar US$972,3 juta pada 2011," tambah Ari.

Setelah disesuaikan untuk kepentingan minoritas, selama 2011, laba bersih perseroan meningkat hingga US$220,5 juta dari sebelumnya US$207,1 juta pada 2010. Perolehan laba ini meningkat enam persen atau US$13,4 juta.

"Dengan hasil yang kuat selama 2011 dan transformasi yang solid untuk jangka pendek dan menengah, kami yakin dapat memenuhi tujuan strategis perusahaan, berupa pemotongan utang secara signifikan, meningkatkan produksi menjadi 100 juta ton pada 2014, dan meningkatkan nilai anak perusahaan secara maksimal," tutup dia. [ardi]

Related posts