Laba Indofarma Disokong Penjualan Sebesar Rp 1,2 Triliun

Neraca

Jakarta –Penjualan PT Indofarma Tbk (INAF) sebesar Rp1,2 triliun mendorong kenaikan laba bersih perseron menjadi Rp36,9 miliar di 2011. Informasi tersebut disampaikan dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesi (BEI), kemarin.

Disebutkan, pendapatan tersebut naik dari priode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 508,3 miliar. Dengan beban pokok penjualan sebesar Rp807,2 miliar maka laba bruto produsen obat-obatan ini menjadi Rp396,1 miliar. Dengan beban usaha mencapai Rp304,2 miliar maka laba usaha meningkat menjadi Rp91,9 miliar dari Rp45,6 miliar di tahun 2010.

Untuk laba sebelum pajak sebesar Rp55,2 miliar dari Rp32,1 miliar. Akhirnya dengan pajak penghasilan sebesar Rp18,2 miliar maka laba bersih mencapai Rp36,9 miliar dari Rp20,8 miliar di tahun 2010.

Sementara laba pers saham sebesar Rp11,93 dari Rp6,72 di tahun 2010. Untuk jumlah aset mencapai 1,11 triliun atau menurun dari Rp1,17 triliun di 2010. Sebelumnya, perseroan optimistis mampu mengubah kerugian bersih menjadi keuntungan setelah kuasi reorganisasi yang diperkirakan sebesar Rp48 miliar. "Kami sangat optimistis tahun ini bisa mencatat laba 4 persen dari target penjualan Rp1,2 triliun," kata Direktur Utama Indofarma Djakfaruddin Junus.

Dia menambahkan setelah pelaksanaan kuasi reorganisasi, aset perseroan bertambah Rp265,936 miliar menjadi Rp1,03 triliun pada 31 Juli 2011, bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp764,154 miliar. "Pada akhirnya, neraca perusahaan akan membaik sehingga pada 2012 dapat membagikan dividen kepada pemegang saham," tuturnya. (bani)

Related posts