Pemprov Jabar Akan Rehabilitasi 182 Ribu Rumah Tak Layak Huni

Pemprov Jabar Akan Rehabilitasi 182 Ribu Rumah Tak Layak Huni

NERACA

Bandung - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) melalui Dinas Perumahan dan Permukiman Provinsi Jabar akan merehabilitasi sebanyak 182 ribu rumah tak layak huni di wilayah ini selama lima tahun ke depan.

"Total selama lima tahun ke depan rumah tak layak huni yang akan kita rehab sebanyak 182 ribu, dan di tahun ini akan kita rehab 15 ribu unit," kata Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Provinsi Jabar, Dicky Saromi pada acara Jabar Punya Informasi (Japri) di Halaman Belakang Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (3/9).

Dicky menambahkan dana rehabilitasi rumah tak layak huni ini masuk dalam bantuan sosial atau bansos dan pemberiannya akan dikoordinasikan ke badan koordinasi masyarakat setempat. Menurut dia, wilayah Priangan Timur Jabar seperti Tasikmalaya, Garut dan Ciamis merupakan daerah yang paling banyak terdapat rumah tak layak huni di Jabar.

"Hampir semua kabupaten/kota tapi 30 persennya ada di Priangan Timur. Warga yang memiliki rumah tak layak huni yang nantinya akan memperoleh dana rehabilitasi sebesar Rp17,5 juta per rumah," jelas dia.

Lebih lanjut Dicky mengatakan perbaikan rumah tak layak huni tersebut merupakan salah satu fokus kerja proyek strategis yang akan dilakukan oleh pihaknya selama lima tahun ke depan.

Ditempat yang sama, Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jabar, Eko Priastono mengatakan, Pemprov Jabar fokus mengerjakan 30 Proyek Strategis Jabar di 2019. Menurut Eko, 30 proyek yang strategis yang sedang dikerjakan meliputi pembangunan infrastruktur serta revitalisasi kawasan wisata di Jabar.

Rincian progres 30 proyek tersebut yakni 16 proyek dalam proses pengadaan barang dan jasa, lima proyek memasuki tahap kontrak, dua proyek akan dilaksanakan groundbreaking, dan tujuh proyek dalam tahap konstruksi."Anggaran (tahun 2019) sekitar Rp500 miliar untuk 30 proyek ini," kata Eko.

Adapun beberapa proyek yang tengah dikebut di antaranya, revitalisasi Kalimalang, Waduk Darma, Pantai Pangandaran, Situ Bagendit, Situ Ciburuy, Gunung Padang, amphitheater di kawasan Ciletuh, serta pembangunan alun-alun dan Gedung Creative Center di sejumlah kota/kabupaten di Jawa Barat. Ant

BERITA TERKAIT

CATCHPLAY Perbarui Mereknya Menjadi “CATCHPLAY+” - Umumkan Penayangan Eksklusif Film Bebas Februari 2020

CATCHPLAY Perbarui Mereknya Menjadi “CATCHPLAY+” Umumkan Penayangan Eksklusif Film Bebas Februari 2020 NERACA Jakarta - Layanan konten hiburan digital Asia…

Transformasi Bukalapak, Selaras Tren Suksesi Perusahaan IT Ternama

Transformasi Bukalapak, Selaras Tren Suksesi Perusahaan IT Ternama  NERACA Jakarta – Tren suksesi kepemimpinan nampaknya sedang marak dilakukan oleh berbagai…

Prof. Rajab Dikukuhkan Sebagai Guru Besar Universitas Moestopo

Jakarta-Pakar komunikasi Prof. Dr. Rajab Ritonga mengungkapkan, saat ini belum ada standar pendidikan calon wartawan yang rigid. Siapapun boleh menjadi…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

StickEarn dan Ming Berkolaborasi Rajai Pasar Videotron Berjalan Indonesia

StickEarn dan Ming Berkolaborasi Rajai Pasar Videotron Berjalan Indonesia  NERACA Jakarta - StickEarn, startup teknologi periklanan yang mentransformasi sarana transportasi…

Cipta Karya Serahterimakan Hibah BMN Senilai Rp1,58 Triliun

Cipta Karya Serahterimakan Hibah BMN Senilai Rp1,58 Triliun NERACA Jakarta - Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya Kementerian PUPR kembali melakukan…

Pertamina EP Rantau Field Raih Padmamitra Award

Pertamina EP Rantau Field Raih Padmamitra Award   NERACA Aceh - PT Pertamina EP, anak perusahaan PT Pertamina (Persero) sekaligus Kontraktor…