Berdalih Tingkatkan Nilai Jual, JSMR Jual Saham CMNP

NERACA

Jakarta - Perusahaan konstruksi milik negara, PT Jasa Marga Tbk (JSMR), berencana melepas kepemilikan sahamnya di PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) sebanyak 81,6 juta lembar saham pada tahun ini. Menurut Direktur Keuangan JSMR, Reynaldi Hermansyah, untuk melepas saham tersebut pihaknya akan melihat kondisi perkembangan pasar.

Hal ini dilatarbelakangi perseroan menginginkan nilai yang terbaik dari penjualan saham jalan tol swasta nasional tersebut. Selain itu, perseroan tengah mengkaji harga jual saham dan waktu pelepasan saham CMNP.

"Kami belum spesifik menentukan berapa harganya dan waktunya. Yang pasti kita akan jual kepemilikan seluruhnya di CMNP," ujar Reynaldi di Jakarta, Selasa (3/4). Menyoal penjualan treasury stock kepada publik sebanyak 24,5 juta lembar saham, dia menjelaskan belum juga menentukan harga penjualan tersebut.

Namun diakuinya, aksi korporasi ini guna mendukung pembangunan sembilan ruas tol JSMR yang diperkirakan memerlukan dana sebesar Rp25 triliun. "Selain dari penjualan saham ini, sekitar 70% dipenuhi dari perbankan antara lain Bank Mandiri, BRI, Bank Jabar Banten, dan Bank DKI, serta 30% dari modal internal," tambahnya.

Penjualan saham ini dilakukan dalam rangka memperkuat modal perseroan, seiring dengan rencana ekspansi dalam pembangunan ruas-ruas tol baru. “Sesuai peraturan Bapepam-LK, tahun ini treasury stock sudah memasuki periode wajib menjual,” kata dia.

Bertindak sebagai pelaksana kedua aksi korporasi tersebut, JSMR telah menunjuk perusahaan penjamin emisi atau underwriter, PT Danareksa Sekuritas. Pada penutupan perdagangan saham Selasa (3/4), saham JSMR ditutup naik 100 poin ke posisi Rp5100 per lembar. Volume perdagangan mencapai 9,84 juta lot dengan nilai Rp49,92 miliar.

Saat ini, perseroan telah mendapatkan konsesi untuk membangun sembilan ruas jalan tol yang berlokasi di Jabodetabek, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali.

Kesembilan ruas tol tersebut adalah JORR Ruas W2N (Kebonjeruk-Ulujami), Bogor Ring Road, Cengkareng-Kunciran, dan Kunciran-Serpong. Selain itu juga Semarang-Solo, Gempol-Pandaan, Gempol-Pasuruan, Benoa-Ngurah Rai-Nusa Dua dan relokasi Tol Porong-Gempol. Ruas Cengkareng-Kunciran dan Kunciran-Serpong merupakan bagian dari Jakarta Outer Ring Road lingkar kedua (JORR-2).

“Dari sembilan ruas ini, tujuh ruas di antaranya akan mulai dibangun pada 2012 ini,“ jelas Reynaldi. Kendati demikian, selain untuk menambah dana, perseroan juga tengah berencana untuk melakukan akuisisi ruas jalan tol baru yang saat ini konsesinya dimiliki oleh perusahaan jalan tol lainnya. [ardi]

Related posts