Pelita Samudera Pertebal "Dompet" Lewat Rights Issue - Danai Peremajaan Armada Baru

NERACA

Jakarta –Danai peremajaan kapal baru guna menunjang pertumbuhan bisnis, PT Pelita Samudera Shipping Tbk (PSSI) lebih mengandalkana pendanaan di pasar modal melalui rights issue atau penambahan modal tanpa memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD). Perseroan sendiri mengungkapkan, aksi korporasi tersebut bakal dieksekusi paling lambat Februari 2020.

Sekretaris Perusahaan Pelita Samudera Shipping, Imelda Agustina Kiagoes mengungkapkan bahwa perseroan akan menambah kapal berjenis mother vessel pada tahun depan.”Sudah ada potensial kontrak, tapi nilai kontrak belum bisa disclose,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Untuk pembelanjaan kapal tersebut, Pelita Samudera Shipping berencana menggelar penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement. Nantinya, perseroan akan melepas sebanyak 402,68 juta saham atau 8% dari modal yang disetor dan ditempatkan perseroan. Maka untuk memuluskan aksi korporasi tersebut, PSSI berencana menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 16 September 2019 guna meminta restu kepada pemegang saham.

Perseroan belum lama ini mendapatkan kontrak untuk pengangkutan dan pemindahmuatan batubara senilai US$12 juta. Perpanjangan kontrak senilai US$12 juta tersebut meliputi 2 perusahaan tambang batubara di area Kalimantan, yakni perusahaan tambang batubara PT Jembayan Muarabara dan LG International/PT Ganda Alam Makmur.

Kontrak pertama selama 3 tahun dengan PT Marunda Graha Mineral dari jasa terintegrasi Floating Loading Facility (FLF) dan kapal tunda dan tongkang (Tug dan Barge) dari daerah Bangkuang, Kalimantan Tengah ke area Taboneo, Kalimantan Selatan. Minimum garansi kontrak volume sekitar 1.3 juta metrik ton per tahun.“Perpanjangan selama 3 tahun ini membuktikan PSSI sebagai provider transportasi logistik yang terpercaya dari PT Marunda Graha Mineral,” ujar Imelda Agustina Kiagoes.

Kontrak jangka panjang kedua selama satu tahun juga dengan LG International perusahaan berbasis di Korea yang bekerja sama dengan perusahaan tambang batubara domestik PT Batubara Global Energy. Ini adalah kontrak kerjasama PSSI kedua di 2019 dengan LG International dari jasa terintegrasi FLF dan Tug dan Barge (TNB) di area Kalimantan Timur.

Kontrak yang pertama dari jasa Tug dan Barge (TNB) di beberapa pelabuhan pemuatan, juga di area Kalimantan Timur. Minimum garansi kontrak volume sekitar 1.7 juta metrik ton.

Pertumbuhan pendapatan PSSI dari kinerja keuangan non-audit per 30 Juni 2019 naik sebesar 16% menjadi US$36.1 juta dari US$31.1 juta per 30 Juni 2018. Mengantongi kontrak baru di awal semester II/2019 senilai hampir US$28 juta (setara hampir 390 milyar rupiah), Perseroan sangat optimis utilisasi akan meningkat, dengan outlook di semester kedua dimana target pendapatan mengalami kenaikan dari semester pertama dari semua lini bisnis.

BERITA TERKAIT

Perbaiki Kinerja Keuangan - INAF Kembangkan Strategic Business Unit

NERACA Jakarta – Dorong pengembangan bisnis lebih ekspansif, PT Indofarma Tbk (INAF) fokus mengembangkan strategi pendirian strategic business unit (SBU)…

Melalui Proyek ISED - Siapkan SDM Unggul di Manufaktur dan Pariwisata

NERACA JAKARTA - Indonesia telah memasuki era digitalisasi dan Industri 4.0. Bersamaan dengan hal tersebut, pemerintah Indonesia telah meluncurkan “Making…

Geliatkan KEK Tanjung Lesung - KIJA Cari Investor Potensial Kembangkan Wisata

NERACA Jakarta – Bangkit dari musibah gempa dan tsunami Banten yang terjadi pada 2018 lalu, PT Kawasan Industri Jababeka Tbk.…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BTN Pastikan Proses Bisnis Sesuai GCG

Direktur PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Nixon LP Napitupulu memastikan perseroan selama ini telah menjalankan bisnis   sesuai dengan GCG.…

Perbaiki Kinerja Keuangan - INAF Kembangkan Strategic Business Unit

NERACA Jakarta – Dorong pengembangan bisnis lebih ekspansif, PT Indofarma Tbk (INAF) fokus mengembangkan strategi pendirian strategic business unit (SBU)…

Melalui Proyek ISED - Siapkan SDM Unggul di Manufaktur dan Pariwisata

NERACA JAKARTA - Indonesia telah memasuki era digitalisasi dan Industri 4.0. Bersamaan dengan hal tersebut, pemerintah Indonesia telah meluncurkan “Making…