Indonesia Harus Berperan di Kawasan Regional - Peluang Ditengah Krisis

NERACA

Jakarta – Krisis global yang terjadi Eropa dan AS mestinya mendorong Indonesia mengambil peran penting. Apalagi negara sedang berkembang (emerging market) bisa menjadi tempat untuk berinvestasi. "Indonesia bisa mengambil peran yang lebih signifikan di tingkat regional, karena kondisi ekonomi sehat, dan didukung sumber daya manusia (SDM) yang menjanjikan," kata Head of Global Market The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Ltd (HSBC) Indonesia Ali Setiawan pada acara Indonesia The Next Economic Jewel of Asia di Hotel Mulia, Selasa (03/04)

Dikatakan Ali, dari sisi stabilitas ekonomi, Indonesia masih akan didukung dengan tingginya investasi dan impor. Karena itu memasuki pertengahan 2012, kami optimis ekonomi Indonesia akan tumbuh 6,2%

Menurut Ali, negara-negara ASEAN memiliki komunitas kelas menengah yang tumbuh semakin cepat. Apalagi Fitch Ratings dan Moody's Investor Service sudah memberikan peringkat layak investasi (investment grade) bagi Indonesia. "Indonesia memiliki ekonomi domestik yang kuat, ketergantungan dari ekspor juga tidak terlalu besar," tegasnya.

Lebih lanjut Ali mengatakan, meski kondisi makroekonomi Indonesia cukup baik. Namun pemerintah Indonesia harus mempersiapkan langkah-langkah antisipatif terhadap gejolak harga minyak dunia serta melanjutkan program pembangunan infrastruktur serta terus berperan menanggulangi isu-isu regional di wilayah ASEAN. “Karena perdagangan intra-regional akan menjadi lebih rentan dengan menurunya permintaan dari negara-negara barat, Indonesia dapat mengambil bagian penting dalam menangani berbagai isu dibidang ekonomi”, ungkapnya.

Ali juga menegaskan, dengan tertundanya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), dampaknya akan cukup positif bagi Indonesia. Dari sisi investasi, investor asing juga akan kembali membeli obligasi. "Kisaran yield bonds akan bergerak di level 50 hingga 130 basis point," jelasnya.

Untuk nilai tukar rupiah, Ali melanjutkan, dengan adanya intervensi dari Bank Indonesia, dampaknya juga positif bagi pasar. "Beberapa minggu lalu, BI intervensi pasar hingga US$ 200 juta, sehingga rupiah bisa stabil. Dengan intervensi BI, rupiah akan terjaga di level Rp 8.900 per dolar," tegasnya

"Indonesia bisa mengambil peran yang lebih signifikan di tingkat regional, karena kondisi ekonomi sehat, dan didukung sumber daya manusia (SDM) yang menjanjikan," ujarnya

Alasan utama yang membuat SDM Indonesia berkembang adalah karena saat ini negara-negara ASEAN memiliki komunitas kelas menengah yang semakin tumbuh. Apalagi, kenaikan peringkat kredit oleh lembaga pemeringkat Fitch dan Moody's dapat menjadi faktor penggerak ekonomi, kendati ekspor diprediksi menurun karena melambatnya ekonomi global. *mohar

Related posts