Serikat Pekerja BTN dan BRI Dukung Keputusan Suprajarto

NERACA

Jakarta-Usai RUPS Luar Biasa Bank BTN, Suprajarto secara mengejutkan mengumumkan pengunduran dirinya beberapa saat usai diangkat sebagai Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero). Pengangkatan Suprajarto itu diputuskan dalam rapat umum pemegang saham tersebut.

Ketua Serikat Pekerja Bank BTN, Satya Wijayantara menyatakan sikap bahwa pihaknya mendukung keputusan Suprajarto tersebut. Sebab pihaknya menilai Menteri BUMN, Rini Soemarno, menurunkan kelas Suprajarto yang selama ini berkinerja baik di BRI.

"Kelasnya berbeda, kelasnya BRI dengan BTN berbeda. Bahasanya seolah turun kelas. Aset BRI berapa aset kami berapa. Laba BRI itu Rp 30 tirilun, laba kami gak sampe Rp 3 triliun," ucapnya saat ditemui di Jakarta, pekan lalu.

Dia mengungkapkan, sebenarnya terdapat banyak bankir lain berkinerja baik yang cocok untuk ditunjuk sebagai bos BTN. Penunjukkan Suprajarto menjadi Dirut BTN membuat jenjang karir bankir semakin tidak jelas. "Bank itu ada BUKU 1, BUKU 2, BUKU 3. Sehingga kalau kelasnya BRI dibanding kelasnya BTN ya beda. Nah ini kan bisa menyebabkan kemarahan bankir-bankir senior BRI," ujarnya.

Sebenarnya jika hanya memperhatikan kepentingan internal, Serikat Pekerja BTN tak akan menolak jika Suprajarto menjadi bosnya. Namun agar hal serupa tak terulang, pihaknya memilih untuk menolak keputusan Rini Soemarno itu. “Bagi kami sih kalau skup kepentingan BTN, kami bangga ada Pak Suprajarto. Kalau dia Direktur BRI ke Direktur Utama BTN boleh, ini agar ke depan tidak terulang," ujarnya.

Sebelumnya, Suprajarto mengaku dirinya tidak pernah diberitahu sebelumnya bakal ditunjuk sebagai dirut BTN. Bahkan, dia mengetahui pengangkatan ini dari pemberitaan di media. "Hasil RUPSLB BTN siang ini yang sudah rekan-rekan ketahui bersama, dan saya sendiri baru tahu setelah membaca berita dari media juga bahwa saya ditetapkan sebagai dirut BTN," ujarnya, Kamis (29/8).

Dia menjelaskan, selama ini dia belum pernah diajak berdiskusi mengenai pergantian jabatan tersebut. "Di mana saya tidak pernah diajak bicara mengenai penetapan ini sebelumnya apalagi diajak musyawarah," ujarnya seperti dikutip merdeka.com.

Menurut Satya, saat ini Serikat Pekerja BTN tengah berkoordinasi dengan Serikat Pekerja BRI terkait langkah lanjutan seusai Suprajarto memilih mengundurkan diri. Satya pun berharap ke depan Menteri BUMN harus lebih professional.

"Kami Serikat Pekerja Bank BTN dan Serikat Pegawai Bank BRI dengan ini menyatakan sikap atas hasil RUPS BTN tgl 29 Agustus 2019 mendukung sikap Suprajarto yang menolak hasil RUPS LB Bank BTN dalam poin mengangkat Suprajarto sebagai Dirut Bank BTN," ujarnya.

Dia melanjutkan, serikat juga meminta Menteri BUMN Rini Soemarno untuk menghormati prinsip-prinsip good governance dan pelaksanaan manajemen karir bankir dilingkungan BUMN melalui sistem merit sistem yang baik dan terbuka.

Menyatakan sikap bahwa sesungguhnya pemberian tugas kepada Suprajarto sebagai Dirut Bank BTN setelah sebelumnya menjabat sebagai Dirut Bank BRI pada dasarnya sebuah pelecehan profesi yang berpotensi menimbulkan kemarahan bagi ribuan alumni Bank BRI yang tersebar diseluruh NKRI termasuk juga di Bank BTN. “Karena penugasan diberikan dari Bank BRI kepada Bank BTN yang dari ukuran kapasitasnya Bank BTN jauh lebih kecil dari Bank BRI," tegasnya.

Dia juga meminta kepada seluruh pejabat dilingkungan BUMN untuk menahan diri dengan tidak mengambil keputusan politik apapun sampai dengan pelantikan Presiden Jokowi tanggal 10 Oktober 2019 sesuai dengan himbauan Ketua KSP Pak Muldoko. mohar

BERITA TERKAIT

KARENA TIDAK BERDASARKAN SURVEI KHL - KSPI Tolak Kenaikan UMP 2020 Sebesar 8,51%

Jakarta-Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menolak kenaikan upah minimum provinsi (UMP) 2020 yang ditetapkan pemerintah sebesar 8,51%.…

Idealnya, Kabinet Kerja Jilid II Diisi Figur Berkualitas

  NERACA Jakarta - Pengamat Komunikasi Politik Universitas Muhammadiyah Bandung (UMB), Roni Tabroni mengharapkan tim Kabinet Kerja II idealnya diisi…

KUALITAS SDM INDONESIA PERLU DITINGKATKAN - Daya Saing Turun Akibat Biaya Logistik Tinggi

Jakarta-Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional /Kepala Bappenas Prof. Dr. Bambang PS Brodjonegoro menegaskan, tingginya biaya logistik di Indonesia berdampak pada…

BERITA LAINNYA DI BISNIS INDONESIA

KARENA TIDAK BERDASARKAN SURVEI KHL - KSPI Tolak Kenaikan UMP 2020 Sebesar 8,51%

Jakarta-Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menolak kenaikan upah minimum provinsi (UMP) 2020 yang ditetapkan pemerintah sebesar 8,51%.…

Idealnya, Kabinet Kerja Jilid II Diisi Figur Berkualitas

  NERACA Jakarta - Pengamat Komunikasi Politik Universitas Muhammadiyah Bandung (UMB), Roni Tabroni mengharapkan tim Kabinet Kerja II idealnya diisi…

KUALITAS SDM INDONESIA PERLU DITINGKATKAN - Daya Saing Turun Akibat Biaya Logistik Tinggi

Jakarta-Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional /Kepala Bappenas Prof. Dr. Bambang PS Brodjonegoro menegaskan, tingginya biaya logistik di Indonesia berdampak pada…