Menguat Sepekan, IHSG Mewaspadai Aksi Ambil Untung

Neraca

Jakarta – Aksi ambil untung pelaku pasar berhasil membawa indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa sore ditutup menguat 49,372 poin (1,19%) ke level 4.215,444. Sementara Indeks LQ 45 melesat 11,093 poin (1,54%) ke level 731,635.

Research Analyst PT Panin Sekuritas Tbk (PANS) Purwoko Sartono mengatakan, kenaikan indeks ini didukung oleh aliran dana asing yang masuk ke bursa Indonesia,"Selain ditopang sentimen positif, juga dipengaruhi data manufaktur Amerika Serikat dan data industri jasa China yang di atas ekspektasi," katanya di Jakarta, Selasa (3/4).

Tercatat aliran dana asing ke bursa saham dalam negeri sehingga mencatatkan beli bersih (foreign net buy) sebesar Rp1,23 triliun. Seluruh sektor saham tercatat mengalami penguatan, dipimpin sektor keuangan sebesar 3,1%, properti sebesar 1,8% dan aneka industri sebesar 1,7%.

Selain itu, lanjut dia, penguatan indeks BEI juga mendapat dukungan dari regional menyusul data manufaktur Amerika Serikat (AS), serta data industri jasa China yang diatas ekspektasi.

Dia memproyeksikan, pergerakan IHSG Rabu mengalami tekanan jual menyusul kenaikan yang telah terjadi selama lebih dari sepekan terakhir. "Kami proyeksikan indeks BEI akan bergerak pada kisaran 'support-resistance' di 4.190-4.245 poin,"ujarnya.

Selanjutnya, Purwoko merekomendasikan beberapa saham pilihan diantaranya, Bumi Serpong Damai (BSDE), Bank Negara Indonesia (BBNI), Bank Mandiri (BMRI), Jasa Marga (JSMR), Tower Bersama Infrastructure (TBIG).

Perdagangan kemarin berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 167.106 kali pada volume 5,3 miliar lembar saham senilai Rp 7,1 triliun. Sebanyak 124 saham naik, sisanya 120 saham turun, dan 101 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Hero Supermarket (HERO) naik Rp 4.900 ke Rp 29.600, Bank Danamon (BDMN) naik Rp 1.800 ke Rp 6.400, Astra Internasional (ASII) naik Rp 1.550 ke Rp 76.750, dan HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 550 ke Rp 54.050.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Myoh Technology (MYOH) turun Rp 250 ke Rp 5.050, SMART (SMAR) turun Rp 200 ke Rp 6.300, Bank Mega (MEGA) turun Rp 200 ke Rp 3.400, dan Hexindo Adiperkasa (HEXA) turun Rp 200 ke Rp 11.100.

Menutup perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup naik 51,544 poin (1,24%) ke level 4.217,616. Indeks LQ 45 naik 12,629 poin (1,75%) ke level 733,171. Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 94.565 kali pada volume 2,9 miliar lembar saham senilai Rp 3,6 triliun. Sebanyak 122 saham naik, sisanya 105 saham turun, dan 87 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Hero Supermarket (HERO) naik Rp 4.900 ke Rp 29.600, Bank Danamon (BDMN) naik Rp 1.850 ke Rp 6.450, Astra Internasional (ASII) naik Rp 1.300 ke Rp 76.500, dan Century Textile Industry (CNTX) naik Rp 700 ke Rp 10.500.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Hexindo Adiperkasa (HEXA) turun Rp 300 ke Rp 11.000, SMART (SMAR) turun Rp 200 ke Rp 6.300, XL Axiata (EXCL) turun Rp 150 ke Rp 5.000, dan Garda Tujuh Buana (GTO) turun Rp 130 ke Rp 980.

Pada awal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 8,12 poin atau 0,20% ke posisi 4.129,86, sedangkan Indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 2,45 poin (0,34%) ke level 714,99. Kepala riset MNC Securities, Edwin Sebayang mengatakan, rencana pembagian dividen dipicu dari tingginya rata-rata pertumbuhan emiten kuartal empat 2011 yang mencapai 30%, menjadi Faktor Positif IHSG."Kondisi itu membuat IHSG berpeluang menuju level 4.200-4.300 selama April dan Mei," katanya.

Meski demikian, lanjut dia, semua mata investor akan fokus padap data Inflasi Maret dan data ekspor yang diperkirakan terus mengalami penurunan dampak melambatnya perekonomian dunia.

Dia menambahkan, dampak dari penundaan sementara kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) juga perlu mendapat perhatian karena beberapa investor asing yang kecewa karena mereka ingin BBM dinaikkan.

Dengan BBM naik maka inflasi akan meningkat dan ujung-ujungnya BI Rate juga akan terangkat, sehingga penempatan dana asing di instrumen keuangan Bank Indonesia (BI) bisa naik. Sementara analis dari Treasury Telkom Sigma, Rahadyo Anggoro menambahkan, kinerja emiten pada 2011 mencatatkan kinerja yang positif sehingga mendorong investor saham masih mengambil posisi beli.

Dia menambahkan, sentimen dari eksternal, data manufaktur China yang baik atau di atas ekspektasi kalangan analis menjadi sentimen positif pasar saham regional termasuk bursa Indonesia. "China mengumumkan membaiknya data manufaktur di bulan Maret yang merupakan level tertinggi tahun ini dan juga jauh melebihi estimasi pasar," tambahnya.

Bursa regional diantaranya indeks Hang Seng menguat 97,06 poin (0,47%) ke level 20.619,32, indeks Nikkei-225 turun 41,68 poin atau 0,41% ke level 10.068,19 dan Straits Times menguat 5,08 poin (0,16%) ke posisi 3.020,91. (bani)

Related posts