Mobile Banking Jadi Kebutuhan Bertransaksi

NERACA

Jakarta - Perkembangan industri seluler di Indonesia semakin pesat dan termasuk penggunanya terus bertumbuh tiap tahunnya. Bahkan kehadiran telepon seluler saat ini sudah menjadi kebutuhan masyarakat seiring dengan kemajuan dan kecanggihan seluler yang disesuaikan dengan berbagai kepentingan penggunanya. Berdasarkan data Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI) menyebutkan pengguna seluler di Indonesia sudah mencapai sekitar 240 juta pelanggan dan sekitar 70 juta diantaranya pengguna smartphone.

Melihat peluang besar tersebut, banyak perusahaan mencoba memanfaatkan pasar yang besar di Indonesia . Salah satunya industri perbankan, sebagai industri pelayanan jasa keuangan yang sangat dituntut untuk bisa menyeimbangkan keinginan nasabah akan fleksibilitas, keamanan dan kecepatan dalam transaksi.

Berdasarkan hasil survei Infobank di 2011 terhadap 105 responden Jakarta dan Bandung mengungkapkan mobile banking sudah menjadi kebutuhan masyarakat karena praktis dan tidak perlu datang ke automatic teller machine (ATM). Sementara di Indonesia, dalam lima tahun terakhir pemakaian mobile banking oleh nasabah perbankan meningkat signifikan dengan rata-rata peningkatan 135,3% per tahun. Pada tahun 2003 pengguna mobile banking baru sekitar 315 ribu orang, namun empat tahun kemudian (2007) sudah menjadi 8,2 juta orang. Dan pada 2008 diperkirakan meningkat hingga 50% menjadi sekitar 12,32 juta orang. Saat ini hampir seluruh bank sudah mengaplikasikan layanan mobile banking.

Menyadari meningkatnya tren transaksi mobile banking dan tuntutan invovasi pelayanan yang tidak lagi konvensional menjadi alasan bagi Bank CIMB Niaga meluncurkan layanan e-chanel terbaru dan tercanggih dengan nama Go Mobile . Layanan perbankan ini dapat diakses dengan mudah dari semua jenis ponsel dan di kendalikan langsung dalam genggaman nasabah melalui smartphonenya dalam bertransaksi secara cepat dan aman.

Presiden Direktur CIMB Niaga Arwin Rasyid menjelaskan, Go Mobile dirancang dengan mengutamakan teknologi terdepan untuk kemudahan dan keamanan bagi para nasabah. “Langkah ini dilakukan sebagai tekad perseroan memberikan yang terbaik bagi nasabah dalam transaksi,”katanya.

Dia menuturkan, Go Mobile dilengkapi dengan fitur transfer online ke semua bank di Indonesia, pembayaran ke semua kartu kredit, pembayaran tagihan dan pembelian produk isi ulang prabayar. Tentunya dalam melakukan semua transaksi ini, nasabah tetap melindungi sistem keamanan PIN dan passcode yang akan dikirim ke ponsel nasabah.

Oleh karena itu, kehadiran Go Mobile menjadi layanan mobile banking yang amat praktis, karena nasabah tidak perlu membawa token khusus untuk passcode transaksi. Keuntungan lain Go Mobile adalah efisiensi bagi nasabah karena segala macam transaksi bisa dilakukan kapanpun dimanapun secara online dan realtime.

Manfaat lain, nasabah tanpa harus antri di ATM ataupun datang ke bank untuk sekedar mentransfer uang serta membayar tagihan. Ada baik pasti ada buruk, ada manfaat pasti ada resiko dan hal ini tidak terkecuali pada mobile banking, untuk resiko sering kali terjadi karena mudahnya nasabah melakukan transaksi membuat sebagian lupa untuk mengontrol keuangannya, dan juga resiko terbesar yang mungkin terjadi ketika nasabah kehilangan handphone, karena seluruh bukti transaksi tersimpan di dalam handphone dan resiko ini memungkinkan "penarikan paksa" pada uang direkening nasabah.

Edukasi Nasabah

Meskipun tren pengguna mobile banking cukup besar, namun tidak dinafikan penilain negatif dari nasabah terhadap transaksi tersebut, mulai dari modus penipuan hingga bicara soal sekuritisasi (keamanan). Maka hal ini kata Arwin Rasyid menjadi tantangan yang tidak ringan dalam memberikan edukasi dan pemahaman kepada nasabah soal transaksi mobile banking.

Dia menuturkan, kehadiran Go Mobile sebagai transaksi mobile banking dinilai aman, fleksibel cepat dan tidak perlu repot. Pasalnya, layanan Go Mobile CIMB Niaga berbeda dengan mobile banking perbankan lainnya, baik dari fitur, segi keamanan, hingga fasilitas yang diberikan berupa pelayanan 24 jam.

Tak ayal, adanya inovai layanan Go Mobile CIMB Niaga, Rasyid optimis dapat diterima masyarakat karena beragam perbaikan yang sangat mendasar telah dilakukan, baik dari sisi tampilan, kemudahan navigasi, multi platform, hingga soal keamanan yang merupakan isu paling utama dari layanan mobile banking.

Sementara Direktur Strategi dan Keuangan CIMB Niaga Wan Razly Abdullah pernah bilang, kepuasan layanan Go Mobile akan mendukung pertumbuhan kredit perseroan tahun ini yang ditargetkan dikisaran 17-18%. Dalam rangka mensukseskan capaian tersebut, diperlukan strategi layanan yang memuaskan dan memenuhi kebutuhan nasabah, salah satunya dengan layanan internet banking ataupun mobile banking. "Kita akan meningkatkan rasio casa dan tahun ini diharapkan bisa mencapai 45%, butuh waktu memang untuk mencapai casa yang lebih tinggi," ungkapnya.

Asal tahu saja, Go Mobile yang dirilis CIMB Niaga sebagai upaya untuk meningkatkan potensi pasar pengguna e-banking yang masih terbuka lebar dan bahkan layanan Go Mobile ini diyakini mampu menaikkan penggunanya hingga lima kali lipat di tahun 2012. Namun layanan baru CIMB Niaga ini tidak hanya sekedar bicara target angka, tetapi sektor keamanan yang mutlak harus di perhatikan karena menyangkut kepercayaan para nasabah. Diharapkan dengan pelayanan praktis ini, nasabah tidak lagi dikhawatirkan dengan ketakutan penipuan karena CIMB Niaga menjamin keamanan berlapis tanpa melupakan kecepatan akses bertansaksi.**bani

Related posts