Muamalat Biayai Proyek Energi Terbarukan

NERACA

Jakarta---- PT Bank Muamalat Indonesia Tbk (BMI) mendanai proyek energi terbarukan dengan total penyaluran Rp782,9 miliar. Angka tersebut diambil dari pembiayaan Bank Muamalat di sektor energi sebesar Rp2,25 triliun. "Jadi memang target pasar kami masih di sektor tersebut dan berdasarkan data yang kami punya, saat ini kurang lebih ada 13 proyek tersebut," kata Direktur Korporasi BMI Luluk Mahfudah di Jakarta, Selasa.

Luluk menambahkan sudah ada empat proyek yang beroperasi dan bidang tersebut memiliki potensi yang cukup besar sehingga BMI juga memasang target yang besar. "Pada 2012, kami melanjutkan pendanaan proyek yang sedang dalam pembangunan. Jadi wilayahnya pun tersebar dari daerah Sumatera, tepatnya Sumatera Utara hingga di Sumatera Selatan, kemudian di Sulawesi, dan ada yang di daerah Jawa Barat juga," tambah Luluk.

BMI berharap, proyek energi yang terbarukan bisa mendapat tambahan sekitar Rp300-400 miliar sehingga memiliki dana yang cukup besar sebagai tambahan disamping melakukan penyelesaian pembangunan proyek yang sedang berlangsung pada saat ini. Proyek yang menggandeng sekitar 11 perusahaan Penghasil Tenaga Mandiri (IPP) berencana membangun 13 proyek Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro di lima provinsi di Indonesia.

Luluk berencana dapat terus mengembangkan sumber daya manusianya untuk menyalurkan pembiayaan kepada sektor energi.

Sementara itu, Direktur Finance and Operations Hendiarto Bank Muamalat menjelaskan perseroan juga menganggarkan dana sebesar Rp130 miliar untuk capital expenditure (capex) atau belanja modal. Adapun dana tersebut digunakan untuk penambahan 100 outlet kantor, serta penambahan Anjungan Tunai Mandiri (ATM). "Untuk menambah outlet Rp100 miliar, sementara untuk penambahan ATM, dana yang disiapkan sekira Rp30 miliar," paparnya

Dijelaskannya, untuk ATM akan didorong penambahannya akan ditambahkan sama seperti bank-bank papan atas di Indonesia. "ATM kita pada 2011 sudah sebanyak 475 unit, padahal 2009 baru 22 unit ATM. Ini suatu lompatan yang cukup tinggi. Jumlah transaksi juga meningkat," tuturnya.

Terakhir dia memastikan jika tahun ini akan menambah 325 unit ATM pada semester I-2012, dan membuka peluang untuk menambah 200 unit ATM lagi, sehingga total menjadi 1.000 ATM. Sehingga, dengan ditambahnya ATM tersebut, akan berimbas ke beban operasional dan pendapatan operasional (BOPO) di level 80%-85%. **bani

Related posts