Penyebab Nyeri Punggung dan Cara Mengatasinya

Nyeri punggung adalah rasa sakit yang muncul pada area punggung atau sepanjang tulang belakang. Rasa nyeri itu biasanya timbul akibat adanya masalah pada ruas tulang belakang dengan jaringan di sekitarnya, seperti otot, pembuluh darah, dan saraf. Adapun penyebab nyeri punggung juga bisa muncul dari adanya gangguan organ lain di sekitar tulang belakang dikutip dari CNN Indonesia.com. Nyeri punggung sebenarnya merupakan masalah yang umum dialami oleh 80 persen orang Amerika. Sementara prevalensi nyeri punggung di Indonesia sebesar 18 persen. Prevalensi ini bisa meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Selain itu, pemicu nyeri punggung sangat beragam dan metode pengobatan pun juga bergantung pada pencetusnya. Sakit punggung yang ringan dan tidak serius biasanya dapat sembuh dalam satu sampai lima minggu dengan penanganan dan pengobatan yang tepat. Sebenarnya risiko akan lebih tinggi bila Anda terlalu lama duduk ketika bekerja, jarang berolahraga, jarang melakukan peregangan, berusia tua, mengalami obesitas, perokok, dan terdiagnosis radang sendi. Selain faktor fisik tersebut, kesehatan emosional juga bisa berdampak pada risiko sakit punggung. Nah, untuk lebih jelasnya, berikut penyebab nyeri punggung dan cara mengatasinya. Otot Keseleo dan Tegang Otot yang keseleo adalah penyebab paling sering dan umum dari nyeri punggung. Keseleo bisa mengacu pada robeknya ligamen jaringan fibrosa yang menghubungkan dua tulang bersamaan. Penyebab keseleo bisa dari cedera seperti mengangkat beban yang terlalu berat dengan posisi tubuh yang salah dan gerakan yang tiba-tiba. Tegang maupun keseleo juga dapat disebabkan oleh aktivitas berlebihan, seperti munculnya rasa sakit atau kaku setelah berkebun atau olahraga. Selalu perhatikan posisi tubuh yang baik, tidak terlalu lama dalam posisi yang sama. Merokok Merokok juga bisa mengakibatkan nyeri punggung. Nikotin pada rokok dapat mengganggu aliran darah normal di sekitar sumsum tulang belakang. Inilah yang membuat cakram tulang belakang terkikis dan tulang menjadi rapuh. Tulang belakang juga akan mengurangi kemampuan tubuh untuk dapat sembuh sendiri (self-healing mechanism) dan lambat laun rasa nyeri yang dirasakan makin parah. Infeksi Ketika mengalami nyeri punggung, biasanya Anda menyesuaikan posisi tidur untuk meringankan rasa tidak nyaman tersebut. Apabila dengan mengubah posisi tidur atau sudah menggunakan oba penangkal rasa nyeri namun nyeri tak kunjung mereda, bisa jadi terdapat masalah serius pada punggung. Mungkin Anda mengalami infeksi tulang belakang yang menyebabkan rasa nyeri tersebut sulit untuk dihilangkan, sekalipun telah mengonsumsi obat pereda rasa sakit. Segeralah periksa ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan segera disembuhkan. Terlalu Lama Duduk Duduk dalam waktu yang sangat lama dapat menyebabkan sakit pada leher dan tulang belakang. Duduk dalam waktu lama terlebih dengan posisi yang tidak proporsional dapat berakibat tulang leher menjadi tegang dan punggung merasakan nyeri. Duduk terlalu lama dapat menambah tekanan pada tulang belakang dan cakram yang bertugas menyusun tulang belakang. Karena beban tekanan itulah leher dan tulang belakang terasa sakit atau nyeri. Oleh sebab itu, sering-seringlah melakukan peregangan atau berjalan-jalan sebentar jika sudah merasa terlalu lama duduk. Sindrom Cauda Equina Sindrom Cauda Equina (SCE) adalah kelainan langka yang memengaruhi saraf tulang belakang dan biasanya di bagian bawah. Perlu dilakukan penanganan cepat untuk mencegah kerusakan permanen yang bisa menyebabkan inkontinensia (ketidakmampuan mengontrol) bahkan kelumpuhan permanen pada kaki, masalah pada kandung kemih dan usus, hingga masalah seksual. CES memengaruhi sekumpulan akar saraf yang disebut cauda equina. Saraf ini terletak di ujung bawah sumsum tulang belakang di tulang belakang, yang berfungsi untuk mengirim dan menerima pesan dari dan menuju kaki, serta organ panggul. Osteoporosis Osteoporosis adalah penipisan dan hilangnya massa pada tulang yang menjadikannya rapuh dan mudah patah. Osteoporosis merupakan penyakit yang sulit untuk dideteksi dini dan bisa tidak diketahui hingga tulang tersebut patah. Kebanyakan orang mengira bahwa osteoporosis terjadi secara alami karena masalah penuaan. Meski osteoporosis sebenarnya bisa terjadi pada pria dan wanita, tetapi risiko pada wanita lebih besar terutama setelah masa menstruasi berakhir atau menopause. Stres atau Depresi Stres tak hanya berdampak pada kondisi psikologis, melainkan fisik seperti nyeri leher dan punggung. Jika stres atau depresi dibiarkan, lama kelamaan dapat menyebabkan masalah pada fungsi sendi, ligamen, otot, saraf dan tendon, serta tulang belakang. (Foto: Milada Vigerova) Ketika Anda banyak pikiran dan berujung stres, tubuh akan mengeluarkan hormon kortisol berlebih. Ini membuat tubuh menjadi lebih sensitif terhadap nyeri, memicu proses peradangan, dan menyebabkan terbentuknya radikal bebas di dalam tubuh. Radikal bebas yang ada di dalam tubuh inilah yang dapat merusak sel-sel otot, sehingga hampir semua otot-otot pada tubuh merasakan nyeri dan khususnya pada otot tulang belakang.

BERITA TERKAIT

Olahraga Yang Paling 'Tokcer' Buat Seks Makin 'Hot'

Sudah bukan rahasia lagi jika olahraga bisa membantu menjaga tubuh tetap sehat dan membantu menjaga kehidupan seksual tetap menyala. Bukan…

Infeksi Candida Auris, Jamur Kebal Obat yang Mematikan

Infeksi jamur candida auris semakin mengancam dunia. Pasalnya, hingga saat ini belum ditemukan obat maupun cara yang mampu menangkal infeksi…

Ini Manfaat Daun Kelor untuk Kesehatan

Daun kelor merupakan daun asal India yang telah digunakan sebagai pengobatan tradisional selama ribuan tahun. Daun dengan nama ilmiah moringa…

BERITA LAINNYA DI KESEHATAN

Makan Telur Saat Sarapan Baik Bagi Kesehatan

Telur direkomendasikan untuk masuk ke dalam menu diet harian. Lauk yang satu ini kaya akan nutrisi penting bagi tubuh seperti…

Ini Manfaat Sehat Puasa Senin Kamis

Ada beragam jenis puasa. Bagi umat muslim, puasa merupakan salah satu bentuk ibadah wajib di bulan Ramadhan, maupun sunah yang…

Cara Tepat Untuk Atasi Insomnia

Institut Kesehatan Nasional AS memperkirakan sekitar 30 persen orang dewasa kini mengalami insomnia. Salah satu penyebab umum dari insomnia atau…