Kemenperin Dorong ATPM Mobnas “Bermain” di Segmen 1.000 Cc

NERACA

Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong pengembangan mobil nasional (Mobnas) dengan penyamaan patform produk berkapasitas mesin 1.000 cc. Karena itu, Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) mobil nasional seperti Gea, Tawon serta Mahator harus membuat satu produk dengan spesifikasi tersebut.

Dirjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi (IUBTT) Kemenperin, Budi Darmadi, mengatakan, pada segmen tersebut, masih banyak pasar yang akan diserap. Menurut Budi, diperlukan spesifikasi serta model yang sama untuk mobil nasional untuk menekan biaya pengembangan. "Platform yang sama harus segera dibuat oleh produsen mobil nasional. Pasalnya, pangsa pasar mobil nasional dengan mesin 1.000 cc mencapai 930.000 unit pada tahun lalu," paparnya di Jakarta, Selasa (3/4).

Budi mengatakan, pertemuan membahas cara menemukan standart komponen, juga mendengarkan keluhan dan kesulitan dihadapi pengusaha mobil nasional. “Pertemuan tadi (kemarin) bagaimana adanya working teamnya kita intensifkan, segmen mana yang akan digarap atau bahasa enggineringnya platform mana yang mau dispesifikasikan, platform itu biasanya terdiri dari undercreate (sistem suspensi), lalu power train (engine dan trasnisi),” jelasnya.

Dia menjelaskan, pertemuan pemerintah dan ATPM Mobnas bukan menentukan produk apa yang akan diciptakan, tapi platform. Satu platform bisa mengahasilkan beberapa produk, misalkan flatform yang sama bisa buat body bermacam-macam. Atau dengan kata lain yang dibicarakan tadi adalah mencocokan flatform. “Flatform anda dengan saya berbeda gak nih? Jadi kita terpaksa membuat komponen yang berbeda nih, jadi gak efesien. Kalau ada beberapa platform yang bisa di set up maka komponennya itu bisa lebih kearah standart. Kalau komponen standar maka bisa masuk ke ekonomi efesien dan kalau bisa tercapai akan lebih ekonomis,” imbuhnya.

Ketika ditanya berapa lama akan tercapai flatform bisa diciptakan, Budi mengatakan tergantung kecepatan team work. “Ini kan harus mengakomodir semua kepentingan, masing-masing manufaktur ini punya bisnis masing-masing, misalkan saya memiliki 2 produk saya 3 produk mana yang bisa kita gunakan,” terangnya.

Di tempat yang sama, Ketua Gabungan Asosiasi Perusahaan Pengerjaan Logam dan Mesin Indonesia (Gamma) Dasep Ahmadi mengatakan produsen mobil nasional akan menyamakan platform untuk membuat mobil nasional. Selain itu, pemerintah akan memberikan insentif kepada produsen. "ATPM mobil nasional akan menyamakan platform dan membuat mobil 1.000 cc. Pemerintah juga memberikan insentif berupa penghapusan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPNBM)," katanya.

Dia mengatakan produk yang akan dihasilkan nantinya akan menyerupai kei car yang dipasarkan di Jepang. "Tidak menutup kemungkinan mobil tersebut seperti kei car atau city car. Namun, ATPM mobil nasional tidak akan memproduksi mobil di atas 1.000 cc," tandasnya.

Related posts