Bancasuranse Terpengaruh Krisis Global - AXA Targetkan Lampaui 38%

NERACA

Jakarta - PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) menargetkan distribusi bancassurance meningkat di atas 38,8%. Adapun distribusi bancassurance mencapai sekitar 33% pada 2010 menjadi di atas 38%. Namun sayangnya bisnis asuransi ini terpengaruh krisis global. “"AXA Mandiri tetap akan fokuskan jalur distribusi bancassurance dengan pangsa pasar 2011 ini di atas 38,8%. Tidak bisa dipungkiri gejolak ekonomi ikut bersentimen terhadap bisnis ini,” kata Presiden Direktur AXA Mandiri, Albertus Wiroyo di Jakarta,3/4

Namun Albertus, mengakui ada penurunan untuk RBC pada 2011. Namun demikian, katanya, terjadinya penurunan itu bisa saja karena saat itu perusahaan sedang ekspansi bisnis dan gejolak ekonomi dunia ikut memberi sentimen negatif terhadap pasar bisnis asuransi. “Dibandingkan 2010, RBC AXA Mandiri menurun tapi sepanjang tahun lalu AXA Mandiri berhasil menjaga range pertumbuhan bisnis yang sehat. RBC AXA Mandiri bisa sampai 718% pada tahun 2010 sekarang 553% di tahun 2011,” tambahnya

Lebih jauh kata Albertus meyakini, RBC menurun tidak akan berpengaruh pada kinerja AXA Mandiri. Pasalnya, RBC masih tetap berada di atas syarat minimum pada akhir 2011 yang telah ditetapkan, yakni 120% untuk konvensional dan 5% untuk syariah. Sedangkan dari tingkat RBC, pencapaian AXA Mandiri akhir 2011 sekitar 590% merupakan kontribusi dari portofolio konvensional sebesar 553% dan untuk dana tabarru' dari portofolio syariah berkontribusi sekitar 47%.

“Pencapaian ini kunci kesuksesan dari dua pemegang saham, yakni Mandiri dengan komposisi saham 51% dan AXA Internasional 49%. Angka- angka ini jauh melebihi ketentuan minimum yang dipersyaratkan oleh regulator perasuransian yakni 120% portofolio konvensional dan 5% portofolio syariah. Artinya Axa komitmen dalam memberikan jasa perlindungan untuk memenuhi kewajiban kami kepada nasabah,” jelasnya.

Kenaikan Annualized First Year Premium (AFYP/Premi pertanggungan baru yang disetahunkan) tumbuh 45% menjadi Rp 3,227 miliar dari pencapaian periode yang sama sebelumnya sebesar Rp 2,224 miliar. Peningkatan AFYP diikuti oleh peningkatan total premi yang tumbuh sekitar 72% menjadi Rp 4,85 triliun dari pencapaian 2010 yakni sebesar Rp 2,82 triliun.

Sementara untuk Weight New Business Premium (WNBP/premi pertanggungan baru tertimbang) tumbuh 56% menjadi Rp 2,98 triliun pada 2011 dari pencapaian sebelumnya yang hanya senilai Rp 1,91 triliun. Kenaikkan turut terjadi pada dana kelolaan yang tumbuh sekitar 32% menjadi Rp 10,61 triliun dari Rp 8,04 triliun pada 2010. Untuk total aset AXA Mandiri mencatat pertumbuhan sebesar 37% menjadi Rp 11,59 triliun yang sebelumnya sebesar Rp 8,49 triliun untuk 2010.

“Dari pencapaian 2011 ini telah berkontribusi pada total pendapatan AXA Mandiri yang mencapai Rp 845,89 miliar. Jauh di atas pencapaian target 2011 lalu, Rp 1 miliar per hari ternyata hampir mencapai Rp 2 miliar dalam satu hari. Ke depan kami berharap bisa lebih dari pencapaian saat ini,” pungkasnya. **maya

Related posts