Perbarindo Targetkan Seluruh Daerah Miliki BPR

NERACA

Palu—Keberadaan Bank Perkreditan Rakyat tampaknya makin dibutuhkan masyarakat. Karena itu Perbarindo menargetkan seluruh kabupaten di wilayahnya akan ada bank perkreditan rakyat (BPR pada 2012). “Saat ini di Provinsi Sulawesi Tengah terdapat 28 kantor BPR yang tersebar di sembilan kabupaten dan satu kota, yang terdiri atas 9 kantor pusat, 15 kantor cabang, dan empat kantor kas,” kata Ketua DPD Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) Sulawesi Tengah FGWB Tutuhatumena di Palu.

Sementara itu di Donggala saat ini belum ada BPR padahal daerah itu adalah kabupaten dengan jumlah penduduk terbanyak di Sulawesi Tengah. "2012 ini kita akan mendirikan BPR di Kabupaten Donggala mengingat potensinya yang menjanjikan," katanya.

Dikatakan Tutuhatumena, untuk mendirikan sebuah BPR dibutuhkan modal Rp1 miliar hingga Rp3 miliar, sedangkan untuk mendirikan bank umum dibutuhkan modal minimal Rp3 triliun. Diharapkan akan ada investor yang berminat membangun BPR di Sulawesi Tengah sehingga bisa lebih menggerakkan roda perekonomian.

Deputi Pemimpin Bank Indonesia Palu Wuryanto menyebutkan kinerja BPR di Sulawesi Tengah pada awal 2012 secara umum masih lebih baik jika dibandingkan tahun sebelumnya. Total aset BPR per Februari 2012 tercatat sebanyak Rp434,4 miliar, meningkat 41,1 persen dibanding setahun sebelumnya. "Peningkatan aset terjadi seiring dengan meningkatnya jumlah kredit yang disalurkan kepada masyarakat," kata Wuryanto.

Selama periode Januari hingga Februari 2012 jumlah kredit yang disalurkan BPR mengalami peningkatan 42,9% menjadi Rp350,83 miliar. Kredit yang disalurkan BPR masih didominasi kredit konsumtif yang memiliki kontribusi sebesar 78% atau Rp272,18 miliar dari total kredit yang disalurkan. Sementara kredit investasi dan modal kerja masing-masing Rp11,6 miliar (3,3%) dan Rp66,01 miliar (19%).

Related posts