Indonesia Butuh Haluan Ideologi Pancasila

NERACA

Jakarta - Aktivis penggagas gerakan PancasilaPower, Rieke Diah Pitaloka mendeklarasikan gerakan kebangsaan PancasilaPower di IKIP Budi Utomo, Malang, Jawa Timur, Kamis (22/8). Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Walikota Malang Sofyan Edi Jarwoko, Dandim 0833 Kota Malang Letkol Inf. Tomi Anderson, Kapolresta Kota Malang AKBP Asfuri, dan kurang lebih seribu mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah.

Rektor IKIP Budi Utomo Nurcholis Sunuyeko mengatakan lima prinsip Ke-Budiutama-an, yaitu Keindonesiaan, Kepedulian, Kemanfaatan, Kepatuhan, dan Kepatutan penting menjadi konsensus bersama untuk mewujudkan Malang Aman, Malang Nyaman dan Malang untuk semua. Hal ini, kata dia, penting karena Malang adalah salah satu kota pelajar di Indonesia. Tidak kurang 400.000 mahasiswa dari seluruh Indonesia belajar di berbagai perguruan tinggi di Kota Malang.

Rieke Diah Pitaloka menyampaikan kabar baik bahwa Presiden Jokowi telah menandatangani undang-undang yang sangat penting bagi kemajuan Indonesia, yaitu Undang-Undang nomer 11 tahun 2019 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (UU Sisnas Iptek). Undang-undang tersebut telah ditandatangani oleh Presiden Jokowi pada tanggal 13 Agustus 2019. Dengan berlakunya undang-undang Sisnas Iptek tersebut, maka pembangunan di Indonesia memasuki satu era baru, kebijakan pembangunan di segala bidang kehidupan harus berbasis pada riset ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Hal ini ditegaskan di dalam Pasal 5 huruf (a) bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi berperan menjadi landasan dalam perencanaan pembangunan nasional dalam segala bidang kehidupan yang berpedoman pada haluan Ideologi Pancasila. Produk undang-undang ini menjadi penting bagi terwujudnya Indonesia maju, sebagai Negara industri yang mengoptimalkan seluruh sumber daya manusia Indonesia sebagai subyek dalam pembangunan. Sehingga keberadaan perguruan tinggi yang berorientasi pada penyiapan tenaga terampil dan tenaga ahli yang dibutuhkan dalam pembangunan nasional memegang kunci rencana Presiden Jokowi yang akan memfokuskan pembangunan SDM Indonesia. Karena sudah saatnya mengoptimalkan dan menghadirkan kebijakan pembangunan yang terencana, terarah, dan terukur untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia,” katanya, seperti dikutip dalam keterangan.

Menurut Rieke, rencana dan cita-cita besar tersebut tidak mungkin terwujud tanpa adanya persatuan dan kesatuan bangsa. Oleh karena itu pendekatan PancasilaPower, musyawarah untuk mufakat, menjadi prasyarat utama dalam menyelesaikan setiap persoalan. Semua pihak sudah saatnya tidak menggunakan cara kekerasan, maupun penanganan yang bersifat represif dalam menghadapi berbagai silang pendapat. Oleh karena itu merupakan suatu kebutuhan yang mendesak bagi bangsa Indonesia untuk memiliki pedoman terkait haluan ideologi pancasila. Rieke Diah Pitaloka mengharapkan turunan undang-undang Sisnas Iptek, terutama Peraturan Pemerintah tentang Haluan Ideologi Pancasila dapat segera diterbitkan.

BERITA TERKAIT

Raih Juara DSSC 2019, Tiga Tim SMK Berkesempatan ke Italia

    NERACA   Jakarta - Kompetisi Dekkson SMK Sales Championship (DSSC) 2019 telah memasuki babak final akhir. Lebih kurang…

Menkumham Lantik Majelis dan Pengawas Notaris Periode 2019-2022

    NERACA   Jakarta - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H. Laoly melantik Majelis Pengawas Pusat…

Pameran IEAE 2019 Targetkan Nilai Transaksi US$1 Juta

    NERACA   Jakarta - Chaoyu Expo kembali akan menyelenggarakan pameran B2B (business to business) Indonesia International Electronics &…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

GM Tractors Targetkan Penjualan Alat Berat Naik 20%

    NERACA   Jakarta - PT. Gaya Makmur Tractors (GM Tractors), distributor alat berat untuk sejumlah sektor industroi menargetkan…

Sasa Inti Kembali Meraih Penghargaan Marketing Award

    NERACA   Jakarta - PT Sasa Inti kembali meraih apresiasi dari masyarakat yakni lewat produk Sasa Bumbu Komplit,…

Meski Ada Tekanan, Sri Mulyani Optimis Target Penerimaan Pajak Tercapai

    NERACAJakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku optimistis target penerimaan pajak tahun 2019 akan tercapai meski menghadapi…