All-New Ford Ranger Menerjang Air Dalam

Walaupun banjir menghadang, All-New Ford Ranger yang dilengkapi dengan kemampuan menerjang sampai sedalam 800 mm terbaik di kelasnya menghadapinya dengan penuh keyakinan. Model Hi-Rider 4x4 dan 4x2 dapat menerjang air yang dalam bahkan sambil membawa muatan penuh.

Selama pengujian air yang ekstensif, pickup compact global terbaru Ford dimuati beban sampai batas maksimum yang diizinkan - seberat mungkin - sehingga tinggi Ranger serendah mungkin saat berjalan. Sebagian besar pelanggan tidak akan membawa beban sebanyak itu saat melintasi sungai atau menerjang banjir, tapi kemampuan Ranger untuk melakukan hal tersebut memberikan keyakinan tambahan.

Para teknisi menguji Ranger melalui serangkaian kedalaman air dan kecepatan. Sebagai contoh, mereka mengendarai Ranger melintasi air sedalam 30 mm pada kecepatan 30 km/jam dan 65 km/jam sebagai simulasi melewati genangan air di jalan. Mereka kemudian meningkatkan kedalaman pada interval 50 mm sampai mencapai 800 mm, saat para teknisi melintasi air pada kecepatan 7 km/jam, atau sekitar kecepatan berjalan kaki.

Panjang kolam air mencapai 50 m dan sisinya bersudut untuk meniru gelombang yang terbentuk pada bagian depan kendaraan saat melintasi air. Hal ini menyimulasikan hal yang terjadi dalam kehidupan nyata saat Ranger melintasi air yang dalam.

“Saat melintasi kolam air, kami melihat setiap kemungkinan kegagalan fungsional pada kendaraan. Hal paling kritis adalah jika air terhisap melalui saluran masuk udara ke dalam mesin, yang menghasilkan hydro-lock, yang dapat membengkokkan batang penghubung piston dan berpotensi menghancurkan seluruh mesin,” ujar Tom Dohrmann, Development Engineer yang bertanggung jawab menguji kemampuan Ranger melintasi air.

“Kita harus memiliki perlindungan terhadap kegagalan tersebut sehingga pelanggan kita dapat masuk lebih dalam ke air tanpa mengakibatkan kerusakan fatal pada mesin mobil mereka.”

Mencapai 800 mm

Untuk menyediakan Ranger yang sangat andal yang dapat masuk ke air lebih dalam daripada pesaingnya, para teknisi berkonsentrasi mencari posisi strategis untuk komponen utama, terutama saluran masuk udara. Mereka akhirnya menempatkannya di atas saluran air di sebelah fender kanan di atas sepatbor. Selang udara transmisi juga ditempatkan di atas saluran air.

Pada tahap awal pengembangan Ranger, para teknisi menemukan bahwa letak alternator pada mesin diesel Duratorq terlalu rendah untuk dapat mencapai kemampuan menerjang air sedalam 800-mm. Mereka mengusulkan pemindahan alternator ke atas yang baik untuk daya tahan komponen karena debu atau batu tidak akan mengenainya saat berkendara offroad. Perubahan tersebut dilakukan pada Ranger dan akhirnya diterapkan pada program kendaraan Ford lain karena mesin diesel Duratorq adalah mesin Ford global.

Untuk komponen yang harus diletakkan di bawah saluran air, misalnya tangki bahan bakar dan rear parking sensor, komponen tersebut harus dibuat tahan air untuk memastikan dapat tetap beroperasi saat basah. Dengan mempertimbangkan perubahan ketinggian saluran air tergantung pada apakah kendaraan sedang bergerak atau diam - saluran air tinggi di bagian depan lalu menurun ke bagian belakang pickup saat bergerak karena adanya perubahan tekanan air - tantangan terbesar yang dihadapi para teknisi adalah menmukan tempat untuk semua komponen.

“Akhirnya kami berhasil dan kami bangga karena Ranger dapat melintasi air yang dalam,” ujar Dohrmann. “Saat harus melintasi air, Anda akan dapat mengendarainya ke air yang lebih dalam dibandingkan pesaingnya, melewatinya, keluar dari air, lalu ke tempat aman.”

Related posts