Lagi, Jasa Marga Bakal Terbitkan Obligasi - Bidik Dana di Pasar Rp 2 Triliun

NERACA

Jakarta – Sukses menggalan dana di pasar lewat program dana investasi infrastruktur (Dinfra), memacu PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) untuk kembali melakukan hal yang sama. Rencananya, perseroan menerbitkan emisi obligasi sebesar Rp1 triliun-Rp2 triliun dan Dana Investasi Infrastruktur (DInfra) sebesar Rp1 triliun untuk belanja modal perseroan.

Direktur Keuangan Jasa Marga, Donny Arsal mengatakan, obligasi merupakan salah satu rencana alternatif perseroan dalam menarik pendanaan selain dari pinjaman bank. Menurutnya, emiten berkode saham JSMR itu tengah menunggu waktu yang pas untuk menerbitkan emisi obligasi. “Kami punya ruang besar untuk pinjaman dengan tingkat bunga 8,5% sampai 9% tapi market sekarang cenderung turun jadi kami tunggu waktu yang tepat karena kalau keluar sekarang dengan jangka panjang serapan belum optimum," katanya di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, perseroan membidik dana sekitar Rp1 triliun-Rp2 triliun dari emisi obligasi. Adapun, tenor obligasinya minimal 5 tahun. Donny menambahkan, apabila kondisi pasar tidak kondusif, perseroan memilih untuk menarik pinjaman bank. JSMR berencana menggunakan dana tersebut untuk mendukung proyek pengembangan jalan tol baru yang sudah ada dalam pipeline dan penyelesaian tol yang masih dalam tahap konstruksi.

Donny mengatakan, perseroan membutuhkan dana sekitar Rp4 triliun-Rp5 triliun untuk belanja modal. Sekitar 25% diperkirakan bersumber dari emisi obligasi."Keseluruhan capital expenditure (capex) hanya Rp4 triliun-Rp5 triliun dan sebenarnya masih bisa menggunakan dana perbankan tapi kami akan ganti menjadi obligasi Rp1 triliun - Rp2 triliun karena lebih efisien," tuturnya.

Pada semester II/2019, Donny menyebutkan perseroan juga telah menyiapkan strategi pendanaan lain. Selain obligasi, JSMR juga menggalang dana dari pinjaman bank, sekuritisasi aset, Dana Investasi Infrastruktur Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif dan Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT). Rencananya perseroan dapat menghimpun dana sebesar Rp1 triliun dari instrumen DINFRA pada tahun ini.

Kemudian dalam pengembangan bisnisnya, perseroan masih berminat menambah konsesi jalan tol melalui akuisisi saham perusahaan jalan tol lain. Jasa Marga hanya membidik jalan tol yang konsesinya belum dimiliki perseroan. Corporate Finance Group Head Jasa Marga, Eka Satya Adrianto mengatakan bahwa perseroan sudah memiliki pengalaman menambah konsesi jalan tol lewat akuisisi saham badan usaha jalan tol.

Dia menyebutkan bahwa konsesi ruas Solo—Ngawi, Ngawi—Kertosono, dan Cinere—Serpong diraih lewat cara pengambilalihan saham."Kami tetap open [untuk akuisisi], khususnya yang belum kami miliki. Ini kami lakukan agar tetap leading [sebagai perusahaan tol]," ujarnya.

Per Juni 2019, Jasa Marga memang memimpin pangsa pasar pengusahaan jalan tol dengan kepemilikan konsesi sepanjang 1.527 kilometer. Dari jumlah tersebut, jalan tol sepanjang 1.041 kilometer sudah beroperasi. Dalam 5 tahun terakhir, konsesi jalan tol yang dimiliki Jasa Marga meningkat drastis dari 987 kilometer pada 2015 menjadi 1.527 kilometer pada 2019.

BERITA TERKAIT

Catatkan Laba Rp 801 Miliar - BTN Terus Pertebal Pembentukan CKPN

NERACA Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk terus memupuk rasio Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) perseroan untuk mempersiapkan…

Siapkan Dana Rp 200 Miliar - Mega Manunggal Bakal Buyback Saham

NERACA Jakarta – Menjaga pertumbuhan harga saham di pasar, PT Mega Manunggal Properti Tbk (MMLP) akan melakukan pembelian kembali (buyback)…

Rencanakan Rights Issue - TOPS Lepas 4 Miliar Saham Baru Ke Pasar

NERACA Jakarta – Perkuat likuiditas ditengah melorotnya kinerja keuangan menjadi alasan bagi emiten konstruksi PT Totalindo Eka Persada Tbk (TOPS)…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Gandeng Kerjasama DKPPU - Kobi Abah Siap Majukan Ekonomi Kerakyatan

Membuka wawasan para santri akan pentingnya industri penerbangan dalam pembangunan ekonomi, menjadi asalan Santri Millenial Center (Simac) bersama DKPPU (Direktorat…

Catatkan Laba Rp 801 Miliar - BTN Terus Pertebal Pembentukan CKPN

NERACA Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk terus memupuk rasio Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) perseroan untuk mempersiapkan…

Siapkan Dana Rp 200 Miliar - Mega Manunggal Bakal Buyback Saham

NERACA Jakarta – Menjaga pertumbuhan harga saham di pasar, PT Mega Manunggal Properti Tbk (MMLP) akan melakukan pembelian kembali (buyback)…