Indonesia Akan Perkuat Kerja Sama Perdagangan Dengan Afrika - Pasar Non Tradisional

NERACA

Jakarta – Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menegaskan akan terus berupaya membuka akses pasar produk-produk Indonesia ke pasar non-tradisional, khususnya di kawasan Afrika. Akan dikaji potensi serta peluang dan tantangan perdagangan dan investasi dua arah.

"Dalam pertemuan ini, Indonesia dan Zanzibar sepakat untuk melakukan kajian guna mengidentifikasi potensi serta peluang dan tantangan perdagangan dan investasi dua arah," kata Mendag disalin dari laman Antara.

Mendag menyampaikan, Zanzibar ingin impor tekstil dan beras dari Indonesia dan mengundang Indonesia untuk membangun sektor pariwisata. "Sedangkan dengan Djibouti disepakati untuk memulai proses joint feasibility study yang akan menjadi dasar penentuan bentuk kerja sama, apakah PTA, FTA atau CEPA," ujar Enggar.

Hal itu disampaikan oleh Mendag setelah melakukan pertemuan bilateral dengan empat Menteri dari kawasan Afrika yang hadir pada Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue (IAID) di Nusa Dua, Bali, Selasa (20/8).

Keempat Menteri tersebut adalah Menteri Industri, Perdagangan, dan Investasi Wilayah Otonomi Khusus Zanzibar, Tanzania, Amina Saloum Ali; Menteri Perdagangan Djibouti, Hassan Houmed; Menteri Pekerjaan Umum, Rekonstruksi, dan Perumahan Somalia, Abdi Adam Hoosow; dan Second Deputy Prime Minister dan Menteri untuk Komunitas Afrika Timur Uganda, A. M. Kirunda Kivejinja.

Total perdagangan Indonesia-Tanzania pada 2018 mencapai 334,70 juta dolar AS. Jumlah ini terdiri atas ekspor Indonesia ke Tanzania sebesar 263,20 juta dolar AS dan impor sebesar 71,50 juta dolar AS.

Produk ekspor utama Indonesia ke Tanzania antara lain kelapa sawit, pakaian wanita, kertas dan karton, serta mesin pengolahan mineral. Sedangkan produk impor utama Indonesia dari Tanzania antara lain cengkeh, kapas, tembakau yang belum diolah, serta tembaga murni dan paduan.

Sementara itu, total perdagangan Indonesia dengan Djibouti pada 2018 mencapai 211,46 juta dolar AS. Dari nilai tersebut, ekspor Indonesia tercatat sebesar USD 211,45 juta dan impor 4 ribu dolar AS.

"Total perdagangan ini masih jauh dari yang diharapkan sehingga masih terbuka peluang yang sangat besar untuk meningkatkan perdagangan kedua negara. Djibouti memerlukan berbagai produk untuk pembangunan infrastruktur," jelas Mendag.

Produk utama yang diekspor Indonesia ke Djibouti antara lain sabun, minyak kelapa sawit, kertas dan karton, buku tulis, serta margarin. Sedangkan produk-produk yang diimpor Indonesia dari Djibouti antara lain pakaian bayi dan aksesori. Penjajakan kerja sama dengan Djibouti ini penting mengingat Djibouti merupakan salah satu anggota Common Market for Eastern and Southern Africa (COMESA). COMESA beranggotakan 21 negara di kawasan timur dan selatan Afrika.

Pada pertemuan dengan Somalia, Mendag mengungkapkan Somalia perlu mitra untuk membangun perumahan karena baru saja pulih dari perang saudara yang diikuti dengan kembalinya diaspora Somalia yang memerlukan tempat tinggal baru. Selain itu, kedua negara sepakat mendorong kerja sama B-to-B, termasuk forum bisnis, serta penjajakan kesepakatan dagang (business matching).

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia sedang mengupayakan penyelesaian terkait tarif perdagangan dengan negara-negara di benua Afrika di tengah kedua pihak ingin meningkatkan kerja sama ekonomi.

"Hambatannya masalah tarif karena belum ada perjanjian perdagangan. Ini lagi kami upayakan," kata Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, di sela Forum Indonesia-Afrika (IAF) di BNDCC, Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, disalin dari Antara.

Menurut dia, kerja sama Indonesia dan Afrika berpotensi besar untuk tumbuh karena banyak komoditas yang saling dibutuhkan kedua pihak. "Dari industri strategis mereka juga butuh tetapi di sisi lain Indonesia juga butuh beberapa bahan mentah dari mereka," ucap dia. Namun, dia belum memastikan penyelesaian terkait tarif perdagangan antara Indonesia dan Afrika akan diputuskan dalam forum pertama ini.

Wakil Presiden, Jusuf Kalla, ketika memberikan sambutan pembukaan forum itu menyebutkan nilai perdagangan Indonesia dengan Afrika mencapai sekitar 8 miliar dolar Amerika Serikat atau naik sekitar 15 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya.

Menurut Kalla, perdagangan Indonesia dengan sejumlah negara di benua itu rata-rata meningkat di atas 100 persen bahkan mencapai 284 persen seperti perdagangan dengan Liberia dan Gabon mencapai 250 persen.

Beberapa produk yang diperdagangkan dari Afrika ke Indonesia di antaranya minyak mentah, kapas, bibit cokelat, sedangkan Afrika membutuhkan produk yang diimpor dari Indonesia di antaranya kendaraan bermotor dan minyak sawit hingga produk mi instan.

JK mengatakan hingga saat ini ada sekitar 30 perusahaan Indonesia yang beroperasi di benua Afrika di antaranya perusahaan farmasi, tekstil dan energi.

Sedangkan investasi Afrika di Indonesia mencapai sekitar 1,28 miliar. "Saya berharap pertemuan ini bisa memetakan kerja sama ekonomi masa depan Indonesia dan Afrika," ujar Kalla.

BERITA TERKAIT

Perlu Tingkatkan Sinergi Perlindungan Konsumen

NERACA Jakarta – Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengajak pemerintah daerah (pemda) meningkatkan sinergi dalam menyusun strategi penyelenggaraan program perlindungan…

Niaga Internasional - BPDP-KS Pastikan Tak Ada Pungutan Ekspor Sawit Hingga Akhir 2019

NERACA Jakarta – Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) sepakat tidak melakukan pungutan ekspor sawit sampai akhir 2019, guna…

Serap 200 Ribu Naker, Ekspor Industri Batik Tembus USD18 Juta

NERACA Jakarta - Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto mengatakan industri batik merupakan salah satu sektor yang cukup banyak membuka lapangan pekerjaan.…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Perlu Tingkatkan Sinergi Perlindungan Konsumen

NERACA Jakarta – Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengajak pemerintah daerah (pemda) meningkatkan sinergi dalam menyusun strategi penyelenggaraan program perlindungan…

Niaga Internasional - BPDP-KS Pastikan Tak Ada Pungutan Ekspor Sawit Hingga Akhir 2019

NERACA Jakarta – Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) sepakat tidak melakukan pungutan ekspor sawit sampai akhir 2019, guna…

Serap 200 Ribu Naker, Ekspor Industri Batik Tembus USD18 Juta

NERACA Jakarta - Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto mengatakan industri batik merupakan salah satu sektor yang cukup banyak membuka lapangan pekerjaan.…