Jakarta Butuh Banyak Rusunawa Bagi Masyarakat Urban

Jakarta Butuh Banyak Rusunawa Bagi Masyarakat Urban  

NERACA

Jakarta - Pengamat perkotaan dari Universitas Trisakti Yayat Supriatna mengatakan Jakarta membutuhkan lebih banyak rumah susun sederhana sewa (rusunawa) guna mengakomodasi kebutuhan tempat tinggal masyarakat urban di DKI Jakarta.

"Selain menggembangkan rumah DP nol, pemerintah seharusnya memperbanyak pembangunan rumah susun sewa. Warga yang butuh rumah banyak, tidak harus milik yang penting mereka punya tempat tinggal dan produktif, sewa enggak apa-apa," kata Yayat Supriatna di Jakarta, dikutip dari Antara, Rabu (21/8).

Ia menjelaskan bahwa pembangunan rumah susun sederhana milik (rusunami) DP Rp 0 yang saat ini marak dibangun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta hanya menyasar kalangan tertentu saja, khususnya masyarakat yang memiliki penghasilan cukup besar.

Untuk memiliki hunian rusunami Klapa Village di Pondok Kelapa, Jakarta Timur, misalnya, masyarakat harus berpenghasilan minimal Rp4 juta hingga Rp7 juta per bulan.

Sementara itu, masyarakat yang berpenghasilan di bawah Rp4 juta tidak dapat memiliki rumah layak dan hanya akan menghuni kontrakan, bahkan mereka terancam tidak memiliki tempat tinggal akibat laju pertumbuhan penduduk dengan perumahan yang tidak sebanding.

"Jika harga rumah makin tidak terjangkau, satu-satunya cara adalah rusunawa. Pemerintah DKI Jakarta ada baiknya melibatkan kontribusi dari pemerintah pusat dan swasta untuk membantu pembangunan dan penyediaan rumah," ucap Yayat.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah merampungkan proses seleksi administrasi pendaftaran rumah susun sederhana milik (Rusunami) Klapa Village dengan down payment (DP) Rp 0 di Pondok Kelapa, Jakarta Timur.

Yayat mengatakan rusunami itu hanya diperuntukkan bagi masyarakat kalangan menengah yang berpenghasilan di atas upah minimum regional (UMR)."Uang mukanya nol, tapi yang menjadi pertanyaan harga rumahnya terjangkau enggak?" tanya Yayat.

Dari total 2.359 pendaftar Rusunami Klapa Village, sebanyak 1.790 warga lolos seleksi administrasi untuk membeli rumah itu. Adapun jumlah hunian yang tersedia mencapai 780 unit. Unit rusunami itu dibagi ke dalam tiga tipe, yaitu studio tipe 21, kamar tipe 24, dan kamar tipe 36. Harga tiap unit beragam mulai dari Rp184 juta hingga Rp310 juta.

"Harga rumahnya berarti mengikuti harga pasaran kisaran Rp300 jutaan. Kalau harganya semahal itu yang mampu (beli) pendapatan Rp8 jutaan," jelas Yayat.

Rusunami itu diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan antara Rp4 juta hingga Rp7 juta per bulan."UMR DKI Jakarta di bawah Rp4 juta per bulan. Artinya, masyarakat bawah belum bisa membeli rumah (rusunami)," tambah dia.

Lebih lanjut dia menyarankan pemerintah agar mendorong masyarakat mempunyai tempat tinggal layak dengan memperbanyak rumah susun sederhana sewa (rusunawa) guna mengakomodir jumlah penduduk yang terus bertambah di Jakarta.

"Selain mengembangkan rumah DP nol rupiah, pemerintah seharusnya memperbanyak pembangunan rumah susun sewa. Warga yang butuh rumah banyak, tidak harus milik yang penting mereka punya tempat tinggal dan produktif, sewa enggak apa apa," ucap Yayat.

Sebelumnya, pada bulan Maret 2019, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menuturkan bahwa sebanyak 49 persen warganya masih menghuni tempat tinggal yang bukan milik mereka.

Anies menilai rendah akses hunian itu merupakan masalah serius bagi DKI Jakarta, sebagai ibu kota negara. Oleh karena itu, dia meminta dinas terkait untuk menyelesaikan persoalan tersebut dengan menata perkampungan kumuh dan padat penduduk. Mohar

 

BERITA TERKAIT

Memasuki Tahun 2020, Mari Berikan Perhatian kepada Rumah Anda

Memasuki Tahun 2020, Mari Berikan Perhatian kepada Rumah Anda NERACA Jakarta - Liburan akhir tahun tiba. Bagi beberapa orang, momen…

Dampak Banjir Hanya Jangka Pendek Terhadap Properti

Dampak Banjir Hanya Jangka Pendek Terhadap Properti  NERACA Jakarta - Konsultan properti Colliers International menyatakan bahwa dampak banjir yang melanda…

PT Kani Jaya Sentosa – Samera Properindo Bangun Sam City

PT Kani Jaya Sentosa – Samera Properindo Bangun Sam City    NERACA Medan - PT Kani Jaya Sentosa milik Yamitema T…

BERITA LAINNYA DI HUNIAN

Pembangunan Rumah Capai 1,25 Juta Unit

Pembangunan Rumah Capai 1,25 Juta Unit   NERACA Jakarta - Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Khalawi…

Lippo Karawaci Lepas Kepemilikan Dua Mall Senilai Rp1,2 Triliun

Lippo Karawaci Lepas Kepemilikan Dua Mall Senilai Rp1,2 Triliun   NERACA Jakarta - PT Lippo Karawaci Tbk melalui anak usaha Lippo…

Pemindahan Ibukota Berpengaruh ke Penjualan Rumah Mewah

Pemindahan Ibukota Berpengaruh ke Penjualan Rumah Mewah    NERACA Pontianak - Pengembang properti menilai rencana pemindahan ibukota ke Kalimantan dapat berdampak…