Per Maret, Total Aset KSEI Capai Rp2,52 Triliun

NERACA

Jakarta - PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) melaporkan bahwa total aset yang tercatat pada Maret 2012 mencapai Rp2,528 triliun, atau naik tipis 3,22% dibandingkan Februari 2012 yang sebesar Rp2,449 triliun.

Menurut Direktur Utama KSEI, Ananta Wiyogo, total aset tersebut dari aset investor asing sebesar Rp1,388 triliun per Maret 2012, meningkat 4,43% dibandingkan bulan sebelumnya, Rp1,329 triliun. Demikan juga dengan total aset investor domestik mencapai Rp1,139 triliun per Maret 2012, atau 1,69% dibandingkan periode Februari 2012 senilai Rp1,120 triliun.

“Total nilai saham mencapai Rp2,328 triliun per Maret 2012. Di mana nilai saham oleh asing mencapai Rp1,374 triliun, dibandingkan Februari 2012 yang sebesar Rp1,315 triliun,” ujar Ananta, seperti dikutip Neraca dari situs resmi KSEI, di Jakarta, Senin (2/4).

Sementara itu, lanjut dia, nilai saham oleh investor domestik mencapai Rp954,25 miliar per Maret 2012, naik 1,72% dibandingkan Februari 2012 mencapai Rp938,04 miliar. Sub-account di KSEI mencapai 361.754 per Maret 2012, meningkat tipis 2,91% jika dibandingkan Februari 2012 sebesar 351.517.

Sebagai informasi, total aset yang tercatat di C-best mencapai Rp2,449 triliun, di mana asing menguasai sebesar Rp1,329 triliun dan domestik Rp1,120 triliun pada Februari 2012. Nilai saham yang dimiliki asing mencapai Rp1,315 triliun dan lokal mencapai Rp938.04 miliar, sehingga total nilai saham di KSEI mencapai Rp2,253 triliun pada Februari 2012.

Jumlah sub-account di C-Best mencapai 351.517 pada Februari 2012 dibandingkan Januari 2012 365.321. Sehingga, total aset mencapai Rp1,984 triliun pada Februari 2011, di mana asing memiliki aset sebesar Rp1,142 triliun dan lokal memiliki aset sebesar Rp842.444 miliar. Nilai saham mencapai Rp1,818 triliun dengan komposisi asing menguasai Rp1,130 triliun dan lokal menguasai Rp687.823 miliar pada Februari 2011.

Belum lama ini, KSEI menggandeng Korea Securities Depository (KSD) melakukan kerja sama untuk meningkatkan kemajuan pasar modal kedua negara. Menurut Chairman and CEO KSD, Kim Kyung Dong, kesepakatan ini bertujuan untuk mempererat kerja sama industri jasa keuangan antara Indonesia dan Korea Selatan, khususnya di bidang pasar modal.

“Kami sepakat melakukan pengembangan produk layanan jasa penyimpanan dan penyelesaian transaksi. Dengan demikian, layanan jasa yang diberikan, baik oleh KSEI dan KSD, sesuai dengan standard dan best practice internasional,” ujar Kim, beberapa waktu lalu. Selain itu, kedua belah pihak juga akan melakukan peningkatkan pertukaran informasi dan pengetahuan sehingga ke depannya menjadi handal dalam menghadapi daya saing global.

Minim

Sebelumnya, Kepala Unit Pengelola Efek KSEI, Hartati Handayani mengungkapkan, jumlah investor di Jawa Tengah yang memanfaatkan fasilitas kartu Acuan Kepemilikan Sekuritas (AKSes) masih sangat minim. Hal ini terlihat dari data per 15 Maret 2012 di Jateng dari 14.127 pemegang kartu AKSes, ternyata baru 1.347 pemegang kartu yang melakukan `login` untuk mengecek kepemilikan portofolio efek di pasar modal.

Menurut dia, masih minimnya pemanfaatan kartu AKSes bagi para investor menjadi salah satu indikator bahwa para investor masih pasrah dengan perusahaan efek. Padahal, pemegang kartu AKSes bisa mengakses lewat internet atau jaringan "mobile" dalam melacak dan memonitor kepemilikan portofolio efek di pasar modal setiap saat.

Dia menambahkan, manfaat kartu tersebut cukup besar, di antaranya bermanfaat dalam meningkatkan kepercayaan investor untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia. Melalui kartu tersebut akan memberikan transparansi kepada investor untuk membangun lingkungan berinvestasi yang nyaman dan aman.

Tercatat jumlah sub rekening efek (SRE) di Jateng mencapai 16.696 rekening. Sementara jumlah keseluruhan data investor pengguna fasilitas AKSes per 15 Maret 2012, mencapai 252.156 pengguna, sebanyak 246.333 pemegang kartu di antaranya merupakan investor lokal dan selebihnya investor asing. Adapun jumlah sub rekening efek, katanya, mencapai 361.413 rekening, sebanyak 349.005 rekening di antaranya dimiliki masyarakat lokal dan selebihnya warga negara asing. [bani/ardi]

Related posts