PTPP Raup Kontrak Baru Rp1,03 Triliun di Kuartal Pertama

NERACA

Jakarta - Perusahaan konstruksi milik negara, PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP), mencatatkan kontrak baru mencapai Rp1,03 triliun hingga kuartal I-2012. Menurut Sekretaris Perusahaan PTPP, Betty Aviana, kontrak baru tersebut berasal dari PLTP Muara Labuh, Educity Pakuwon Surabaya, dan Apron Ahmad Yani.

Lebih lanjut Betty menuturkan, perseroan menargetkan order book tahun 2012 sebesar Rp27 triliun yang terdiri dari sisa kontrak tahun lalu (carry over) sebesar Rp10,1 triliun dan kontrak baru sebesar Rp16,9 triliun. Target kontrak baru ini meningkat 39,6% bila dibandingkan perolehan kontrak baru tahun lalu sebesar Rp12,1 triliun.

“Kontribusi kontrak ini terdiri dari kontruksi sekitar 62%, EPC sebesar 19%, properti sebesar satu persen, investasi di bidang energi dan infrastruktur berkisar 18%,” ujar dia di Jakarta, Senin (2/4). Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik menjadi Rp240,22 miliar pada 2011 dari tahun sebelumnya Rp201,64 miliar.

Pendapatan usaha perseroan naik menjadi Rp6,23 triliun pada 2011 dari tahun sebelumnya Rp4,40 triliun. Beban pokok penjualan naik menjadi Rp5,52 triliun pada 2011 dari tahun sebelumnya Rp3,98 triliun. Laba kotor perseroan naik menjadi Rp705,76 miliar pada 2011 dari tahun sebelumnya Rp417,99 miliar.

Laba usaha perseroan naik dari Rp392,19 miliar pada 2011 dari tahun sebelumnya Rp654,94 miliar. Laba saham dasar perseroan naik menjadi Rp50 per lembar pada 2011 dari tahun sebelumnya Rp42 per lembar.

Selain itu, alokasi belanja modal (capital expenditure/capex) tahun ini sebesar Rp437 miliar untuk mendukung pengembangan bisnis dan investasi. Dia juga menjelaskan, perseroan akan fokus pada sejumlah proyek konstruksi skala besar dari pemerintah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), swasta serta proyek minyak dan gas (migas).

Sebelumnya diberitakan, bahwa PTPP menerbitkan surat utang jangka menengah alias medium term note (MTN) XVI senilai Rp 100 miliar. Surat utang itu bertenor dua tahun yang berlaku sejak 21 Maret 2012 hingga 21 Maret 2014.

"Mekanisme dan wilayah penawaran terbatas, hanya untuk Jakarta dan dilaksanakan oleh PT Mandiri Sekuritas sebagai penjamin," tukas Betty. Dia menambahkan, semua surat utang ini telah habis dibeli oleh satu institusi perbankan besar yang enggan disebutkan namanya.

Pada penutupan perdagangan Senin (2/4) kemarin, harga saham PTPP naik 10 poin ke level Rp 640 per lembar. Sahamnya ditransaksikan 195 kali volume 11.410 lot senilai Rp 7,490 miliar. [ardi]

Related posts