BNI Akui Lebih Banyak Biayai Jalan Tol

BNI Akui Lebih Banyak Biayai Jalan Tol

Jakarta, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk mengakui perseroan lebih banyak membiayai proyek-proyek jalan tol di Indonesia ketimbang infrastruktur lainya pada 2011. Adapun dana pembangunan yang disiapkan BNI mencapai Rp5 triliun. "Total paling banyak ke jalan tol," ungkap Direktur Bisnis BNI Krishna Suparto kepada wartawan di Jakarta,10/3.

Lebih jauh kata Krishna, selain jalan tol, perseroan juga masuk ke sektor infrastruktur yang cukup strategis misalnya transportasi, telekomunikasi, hingga pondasi termasuk listrik. “Kita juga masuk ke infrastruktur strategis lainnya,”tegasnya.

Sementara Head of Corporate Division BNI Rosadelima Dwi Mutiari menambahkan, khusus infrastruktur jalan tol membutuhkan waktu lebih panjang. Selain dari sisi pembebasan lahan juga dari pembangunannya. “Jalan tol saja pembangunan bisa sampai dua tahun, untuk telekomunikasi dan listrik diharapkan bisa lebih cepat," terangnya.

Yang jelas, kata Rosadelima, BNI boleh dibilang fokus membiayai ;proyek infrastruktur yang menyangkut kepentingan public guna mendorong pertumbuhan ekonomi. “Infrastruktur masih fokus di sektor yang menyangkut hajat hidup orang banyak,seperti pelabuhan, kemarin kan sudah ke Kereta Api,”ujarnya.

Kemarin, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengharapkan bank BUMN membentuk konsorsium untuk menangani 24 proyek tol yang sedang dievaluasi dengan total dana sekitar Rp60 triliun. "Bila swasta masih sulit meneruskan maka BUMN lain seperti PT Jasa Marga Tbk dan BUMN karya lain ambil itu dengan total dana Rp60 triliun," kata Mustafa.

Lebih jauh kata Mustafa, pendanaan sekitar Rp60 triliun untuk proyek 24 ruas jalan tol itu diharapkan mendapatkan sindikasi perbankan. Diharapkan dana tersebut tidak berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

Dirut PT Jasa Marga Frans Sunito mengakui 24 ruas jalan tol mandeg karena tak dikerjakan swasta Namun ada 7 ruas tol akan digarap Jasa Marga sendiri. "24 Ruas itu merupakan Trans Jawa, nilainya sekitar Rp 60 triliun," ungkapnya.

Oleh karena itu, lanjut Frans, Jasa Marga membutuhkan dana sekitar Rp 25 triliun. "Tahun ini merupakan tahun konstruksi hingga 2013, kebutuhan seluruh jalan tol sepanjang 200 KM dalam 3 tahun ke depan dan membutuhkan nilai investasi Rp 25 triliun," ucapnya. **cahyo

BERITA TERKAIT

APBN Cuma Biayai 8,7% Infrastruktur - PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR MELAMBAT SETELAH ORBA

Jakarta-Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas mengungkapkan, dana APBN hanya dapat membiayai 8,7% dari total kebutuhan di sektor infrastruktur, sementara negara…

BNI Rilis Convertible Bond Rp 2 Triliun

Dalam rangka perkuat modal, PT Bank Negara Indonesia Persero Tbk akan mengeluarkan obligasi yang bisa dikonversi atau convertible bond guna…

Indonesia Masih Membutuhkan Banyak Kapal - Taiwan International Boat Show 2018

    NERACA   Jakarta – Indonesia yang dikenal sebagai negara maritim, nyatanya masih membutuhkan banyak kapal dalam rangka aksesibilitas…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Pembiayaan Bank Syariah Tumbuh Hingga 15%

      NERACA   Jakarta – Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Bank Indonesia pada November 2017, penyaluran pembiayaan perbankan…

Bank Banten targetkan Punya Kantor Cabang Di Setiap Kabupaten

      NERACA   Banten - PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (Bank Banten) menargetkan tahun 2018 ini berdiri…

Kredit Konsumtif Dominasi Perolehan Laba Bank Sultra

    NERACA   Kendari - Secara umum kredit konsumtif masih mendominasi sumber laba Bank Sultra dengan kisaran 87 persen…