Laba Bersih Golden Energy Terkoreksi 47,49%

NERACA

Jakarta - Pencapaian kinerja keuangan PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) di paruh pertama tahun ini masih negatif dengan membukukan penurunan laba bersih 47,49% secara tahunan. Dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin mengatakan, GEMS membukukan laba bersih US$35,61 juta pada semester I/2019. Pencapaian itu turun 47,49% dari priode yang sama tahun lalu US$67,82 juta.

Sementara pendapatan perseroan tercatat US$491,64 juta atau naik tipis 2,27% dari US$480,74 juta periode yang sama tahun lalu. Akan tetapi, beban pokok penjualan perseroan naik lebih tinggi. Tercatat, jumlah yang dikeluarkan perseroan naik 11,73% dari US$287,31 juta pada semester I/2018 menjadi US$321,01 juta per 30 Juni 2019.

Beberapa komponen beban pokok penjualan yang naik signifikan yakni jasa penambangan. Komponen itu tercatat naik 5,66 persen secara tahunan menjadi US$130,35 juta pada semester I/2019. Selanjutnya, ongkos angkut batu bara perseroan juga naik 34,60 persen secara tahunan pada semester I/2019. Nilai yang dirogoh perseroan naik dari US$29,05 juta pada semester I/2018 menjadi US$39,19 juta pada semester I/2019.

Kondisi itu berujung kepada turunnya laba kotor perseroan 11,79% secara tahunan pada semester I/2019. Laba kotor yang dibukukan GEMS turun dari US$193,43 juta pada semester I/2018 menjadi US$170,62 juta. Di sisi lain, pendapatan bunga perseroan turun dari US$4,18 juta pada semester I/2018 menjadi US$2,64 juta per 30 Juni 2019. Sebaliknya, beban bunga perseroan naik dari US$1,86 juta per 30 Juni 208 menjadi US$4,76 juta pada semester I/2019.

Sebagai informasi, tahun ini perseroan menargetkan dapat memproduksi 20 juta metrik ton batubara. Anak usaha Sinar Mas Group ini telah realisasikan produksi batubara sebanyak 12,5 juta metrik ton pada paruh pertama tahun ini. Produksi ini naik 39% secara tahunan dari semester pertama tahun lalu yang sebanyak 9 juta metrik ton.

Pada tahun ini, GEMS juga telah menargetkan dua dari tiga proyek yang bisa rampung pada tahun ini, yakni peningkatan crusher plant dan memperbesar kapasitas loading conveyor pemuatan tongkang. Sekretaris Perusahaan GEMS, Sudin Sudirman pernah bilang, saat ini aktivitas eksplorasi GEMS mayoritas produksi di PT Borneo Indobara yang berlokasi di Kalimantan Selatan. Aktivitas eksplorasi tambang lainnya juga dari PT Kuansing Inti Makmur dan PT Barasentosa Lestari.

Menurut Sudin, salah satu keunggulan yang dimiliki tambang batubara Borneo Indobara adalah jenis batubara yang sesuai pasar dan tingkat SR yang rendah. Ditambah dengan hauling road yang dekat dengan pelabuhan.

BERITA TERKAIT

Jaga Kondisi Pasar - OJK Hentikan Reksadana Investor Tunggal

NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghentikan sementara penerbitan produk baru reksa dana investor tunggal seiring cukup banyaknya jumlah…

Sikapi Kasus Pemalsuan Deposito - BTN Yakinkan Nasabah Kondisi Kinerja Masih Solid

NERACA Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) menyatakan perseroan dalam kondisi kinerja yang solid dengan performa perusahaan…

ADHI Catatkan Kontrak Baru Rp 6,8 Triliun

NERACA Jakarta – Sampai dengan Agustus 2019, PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) mencatatkan perolehan kontrak baru senilai Rp6,8 triliun.…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Presiden Bakal Membuka Munas HIPMI Ke-XVI

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan akan membuka musyawarah nasional (Munas) Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda (BPP HIPMI)…

CEO Asia Aero Technology - Mengusung Hipmi 4.0 Agar Lebih Familiar

Jiwa muda dengan sederet perstasi adalah harapan pimpinan di masa mendatang, hal inilah yang menggambarkan Bagas Adhadirgha seorang Founder sekaligus CEO…

Jaga Kondisi Pasar - OJK Hentikan Reksadana Investor Tunggal

NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghentikan sementara penerbitan produk baru reksa dana investor tunggal seiring cukup banyaknya jumlah…