Sistem Data Kemiskinan Palembang Masuk 10 Inovasi Terbaik Geospasial

Sistem Data Kemiskinan Palembang Masuk 10 Inovasi Terbaik Geospasial

NERACA

Palembang - Sistem Informasi Data Kemiskinan Kota Palembang masuk 10 besar Inovasi Pemanfaatan Informasi Geospasial Nasional 2019 dan akan menerima sertifikat penghargaan bersama sembilan kota besar lainnya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda Litbang) Kota Palembang, Harrey Hadi, Sabtu (10/8), mengatakan penghargaan tersebut merupakan pengakuan dari Badan Informasi Geospasial (BIG) Indonesia terhadap pemerintah daerah dalam membangun dan mengembangkan pemanfaatan informasi geospasial yang inovatif.

"Kami akan memaparkan lagi inovasi Sistem Informasi Data Kemiskinan (SIDAK) pada 20 Agustus dan esoknya Pemkot Palembang akan menerima sertifikat penghargaan 10 kota/kabupaten terbaik dalam pemanfaatan geospasial," ujar Harrey Hadi.

Informasi geopasial (pemetaan) menjadi kebutuhan mendesak bagi pemerintah daerah mengingat perencanaan berbasis spasial (ruang dan tempat) akan menjadi lebih efektif dan efisien jika dilaksanakan dengan asas keterbukaan serta kemanfaatan.

Penghargaan Inovasi pemanfaatan informasi geospasial tersebut telah memasuki tahun kedua sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2017 di mana enam kota terpilih menjadi yang terbaik.

Inovasi yang dinilai berupa pengembangan dan penerapan oleh dinas atau badan di pemerintah daerah khususnya di tingkat kabupaten/kota, aplikasi yang dibangun diharapkan bermanfaat bagi peningkatan efisiensi, efektivitas dan produktivitas lembaga dalam melayani masyarakat.

Sistem Informasi Data Kemiskinan (SIDAK) Kota Palembang, kata dia, merupakan realisasi inovasi kemanfaatan geospasial tersebut, yakni dengan menjadi data terpadu dan acuan program-program Pemkot Palembang dalam pelayanan dan pelaksanaan program kepada masyarakat.

"SIDAK memuat informasi warga miskin di Kota Palembang berdasarkan nama, alamat dan foto yang terus diperbarui, sehingga datanya akurat serta tidak merepotkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam mencari calon penerima program, baik bantuan atau permodalan," jelas Harrey.

Melalui SIDAK tersebut, warga dan wilayah-wilayah kantung kemiskinan dipetakan secara detail, sehingga seminimal mungkin tidak ada lagi program bantuan salah sasaran yang bisa menghambat target satu digit penurunan angka kemiskinan di Kota Palembang. Ant

BERITA TERKAIT

ModalSaham Bekali Pengunjung Pameran Bisnis FLEI Tips Investasi dan Franchise

ModalSaham Bekali Pengunjung Pameran Bisnis FLEI Tips Investasi dan Franchise NERACA Jakarta - Reed Panorama Exhibitions bersama Kamar Dagang &…

Pertamina Peduli Kesehatan Warga Relokasi

Jakarta-Pertamina dinilai bertanggung jawab terhadap warga terdampak banjir rob di Desa Cemara Jaya Kecamatan Cibuaya Kabupaten Karawang beberapa waktu lalu.…

Langkah Baru Danone-AQUA Bangun Ekonomi Sirkular di Indonesia

Langkah Baru Danone-AQUA Bangun Ekonomi Sirkular di Indonesia  NERACA Jakarta - Danone-AQUA menandatangani Nota Kesepahaman dengan Re>Pal Indonesia untuk pengembangan…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Legislator Banten Minta Pemprov Perhatikan Jalan Lingkungan Kota Serang

Legislator Banten Minta Pemprov Perhatikan Jalan Lingkungan Kota Serang   NERACA Serang - Anggota DPRD Banten dari Fraksi Golkar Teguh Istaal…

Usaha Kuliner Kian Menggiurkan di Thamrin City

Usaha Kuliner Kian Menggiurkan di Thamrin City NERACA Jakarta - Pusat belanja Trade Mall Thamrin City Jakarta yang terkenal sebagai…

Potensi Doktor Unggul ASN Depok Tidak Dimanfaatkan Walikota - Program Mutasi Tahun Anggaran 2019 BKPSDM

Potensi Doktor Unggul ASN Depok Tidak Dimanfaatkan Walikota  Program Mutasi Tahun Anggaran 2019 BKPSDM NERACA Depok - ‎Walikota Depok perlu…