Bliss Properti Fokus Perbaiki Kinerja Keuangan - Bantah Tuduhan Goreng Saham

NERACA

Jakarta – Menepis tuduhan adanya dugaan mengendalikan harga saham, manajemen PT Bliss Properti Indonesia Tbk. (POSA) langsung menggelar paparan publik insidentil sesuai permintaan dari Bursa Efek Indonesia (BEI) dan berharap BEI segera mencabut suspensi terhadap saham perseroan setelah pelaksanaan paparan publik insidentil.

Direktur Utama Bliss Properti Indonesia, Johardy Lambert mengatakan, melesatnya harga saham perseroan sepenuhnya karena mekanisme pasar. Harga saham, lanjutnya, bergerak di luar kendali manajemen. Perseroan juga menyangkal ikut terlibat dalam ‘menggoreng’ harga saham. Disampaikannya, setelah suspensi dibuka, POSA akan fokus memperbaiki kinerja perseroan untuk mengembalikan kepercayaan investor.”Kami konsen ke fundamental saja untuk menjadi lebih baik dengan begitu harapannya harga saham akan meningkat," ujarnya di Jakarta, kemarin.

Kemudian dirinya pun berharap, BEI tidak terlalu lama melakukan suspensi saham perseroan. Sebagai informasi, BEI mensuspensi saham POSA karena harga sahamnya bergerak tidak wajar. Saham emiten properti subsektor mal itu melonjak 114,66% sejak melantai di BEI pada 10 Mei 2019 hingga penutupan perdagangan Selasa (16/7). Sebelum disuspensi bahkan saham POSA pernah mencapai harga tertinggi di Rp755 per saham atau naik 403,33% dari harga IPO Rp150 per saham.

Sebelumnya, salah seorang investor perusahaan yang bernama Jidin Napitupulu berencana melayangkan dugaan pelanggaran hukum yang dilakukan oleh POSA. Sebab yang bersangkutan merasa dirugikan dengan terjun bebasnya saham POSA. Rencananya, masalah tersebut akan diselesaikan melalui mediasi tim hukum manajemen POSA dengan Jidin Napitupulu.

Sebagai informasi, Bliss Properti Indonesia merupakan pengelola pusat perbelanjaan seperti Ambon City Center dan beberapa pusat perbelanjaan lainnya di Kota Ponorogo, Lombok, Tanjung Pinang dan Jambi. Perseroan juga mengungkapkan, dalam waktu dekat akan melakukan pembukaan perdana mal Jambi City Center pada November 2019.

Kata Chief Financial Officer POSA, Eko Heru Prasetyo, dengan pembukaan mal Jambi City Center ini akan menambah pendapatan perusahaan sebesar Rp 2 miliar-Rp 3 miliar tahun ini. Pasalnya, sudah ada 22 tenant yang akan mengisi Jambi City Center pada masa awal beroperasinya mal ini. “Tenant-tenant besar seperti Cinemaxx sudah masuk,”ujarnya.

Di samping itu, POSA juga tengah melakukan re-branding atas mal Lombok City Center untuk menjadi Edu Mall. Konsep tersebut dipilih karena POSA melihat, wilayah tersebut masih membutuhkan ketersediaan lembaga pendidikan. “Mal kami di Lombok tadinya sudah beroperasi tapi kemudian ada anchor tenant yang keluar. Jadi, tenant yang kecil-kecil juga keluar,” kata dia.

Selain itu, POSA juga sedang membangun sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) Al-Azhar di dalam Lombok City Center ini. Menurut Eko, pendaftaran siswa akan dimulai pada awal kuartal I-2020 dan kegiatan ajaran baru akan dimulai pada kuartal II-2020. Ke depannya, POSA juga berencana membangun sekolah menengah atas (SMA) Al-Azhar. "Kerja sama dengan Al-Azhar ini juga akan meningkatkan pendapatan POSA. Apalagi, kontrak tersebut berlaku untuk jangka panjang," kata Eko.

Perusahaan ini menargetkan pendapatan total hingga akhir 2019 bisa bertumbuh 10%-20% secara tahunan. Per 2018, POSA mencatatkan pendapatan sebesar Rp 58,17 miliar. Dengan begitu, POSA menargetkan pendapatannya tahun ini berkisar antara Rp 63,98 miliar- Rp 69,8 miliar.

BERITA TERKAIT

Jaga Kondisi Pasar - OJK Hentikan Reksadana Investor Tunggal

NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghentikan sementara penerbitan produk baru reksa dana investor tunggal seiring cukup banyaknya jumlah…

Sikapi Kasus Pemalsuan Deposito - BTN Yakinkan Nasabah Kondisi Kinerja Masih Solid

NERACA Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) menyatakan perseroan dalam kondisi kinerja yang solid dengan performa perusahaan…

ADHI Catatkan Kontrak Baru Rp 6,8 Triliun

NERACA Jakarta – Sampai dengan Agustus 2019, PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) mencatatkan perolehan kontrak baru senilai Rp6,8 triliun.…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Presiden Bakal Membuka Munas HIPMI Ke-XVI

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan akan membuka musyawarah nasional (Munas) Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda (BPP HIPMI)…

CEO Asia Aero Technology - Mengusung Hipmi 4.0 Agar Lebih Familiar

Jiwa muda dengan sederet perstasi adalah harapan pimpinan di masa mendatang, hal inilah yang menggambarkan Bagas Adhadirgha seorang Founder sekaligus CEO…

Jaga Kondisi Pasar - OJK Hentikan Reksadana Investor Tunggal

NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghentikan sementara penerbitan produk baru reksa dana investor tunggal seiring cukup banyaknya jumlah…