Sebagai Upaya untuk Memberikan Pelayanan Terbaik - Krama Yudha Regional Training Centre

PT. Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), Authorized Distributor Kendaraan Mitsubishi di Indonesia dari Mitsubishi Motors Corporation (MMC) dan Mitsubishi Fuso Truck & Bus Corporation (MFTBC) secara resmi membuka Krama Yudha Regional Training Centre (KRTC) yang keenam di Bekasi – Jawa Barat.

KRTC merupakan pusat pelatihan bagi para mekanik dealer Mitsubishi di Indonesia sebagai bentuk komitmen dari Mitsubishi dan sarana bagi para mekanik Mitsubishi untuk terus meningkatkan keterampilan dan pengetahuan dalam menangani kendaraan Mitsubishi, sehingga nantinya mereka dapat memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan dan tentunya akan meningkatkan kepuasan pelanggan.

Dalam acara peresmian tersebut disampaikan bahwa KRTC pertama kali didirikan pada tahun 2004 di tiga kota di Indonesia yaitu KRTC Kebumen, Medan dan Makassar. Kemudian pada tahun 2005, KRTC kembali didirikan di dua kota yaitu di Palembang dan Mojokerto. Pada tahun ini dengan diresmikannya KRTC di Bekasi, maka menjadi pusat pelatihan yang keenam yang akan mencakup pelatihan mekanik dealer Mitsubishi di Jawa Barat, Jakarta dan Banten.

Dalam pendirian KRTC keenam ini, KTB bekerja sama dengan Dealer resmi Mitsubishi yaitu PT. Sun Star Motor – Bekasi. Fasilitas yang ada di KRTC Bekasi ini di antaranya ruang kelas, ruang praktik, ruang istirahat dan asrama siswa, di samping itu tersedia pula kendaraan praktik, peralatan kerja, equipment dan lain – lain. Dalam pelatihan ini para siswa yang merupakan mekanik dealer Mitsubishi akan mengikuti program Mitsubishi Service Technician Education Program (M STEP) 1 & 2 yaitu suatu program pendidikan wajib bagi setiap mekanik Mitsubishi di seluruh dunia, sehingga mereka dapat memberikan pelayanan terbaiknya untuk pelanggan kendaraan Mitsubishi.

M STEP-1 akan diberikan pengetahuan dasar otomotif, teknik mesin bensin atau diesel, sistem bahan bakar, sistem pengereman, sistem power-train dan sebagainya. Sedangkan di M STEP-2, akan diberikan pengetahuan yang lebih spesifik sifatnya seperti sistem AC, sistem kelistrikan, sistem automatic transmission, sistem injeksi bahan bakar dan trouble shooting tingkat menengah.

Para siswa yang berasal dari diler-diler Mitsubishi akan mengikuti program Mitsubishi Service Technician Education Program (M STEP) 1 dan 2, yaitu program pendidikan wajib bagi setiap mekanik Mitsubishi di seluruh dunia.

M STEP 1 berisi pengetahuan dasar otomotif, tehnik mesin, sistem bahan bakar, sistem pengereman, powertrain dan sebagainya. Sementara M STEP 2 berisi pengetahuan bersifat spesifik seperti sistem AC, kelistrikan, transmisi otomatis, sistem injeksi hingga trouble shooting tingkat menengah.

Duljatmono selaku Grup Head of Service Group and Dealer 3S Support Group memaparkan bahwa pelayanan pelanggan merupakan hal yang sangat vital. “Persaingan semakin ketat tidak hanya terjadi pada desain dan model kendaraan tetapi juga pada kualitas pelayanan,” tutur Duljatmono di acara peresmian fasilitas pelatihan mekanik KRTC di Bekasi.

Kian banyaknya populasi kendaraan Mitsubishi dan terus berkembangnya teknologi otomotif membuat Mitsubishi semakin banyak membutuhkan pula tenaga-tenaga yang mumpuni untuk menangani hal itu agar tetap mampu melayani konsumen dengan baik.

Pusat pelatihan di markas KTB di Pulomas, Jakarta Timur sepertinya sudah tidak dapat menampung banyaknya mekanik yang harus dilatih, meskipun sudah dilakukan penambahan dua ruang kelas. “Oleh karena itu, tidak ada jalan lain selain menambah fasilitas pelatihan,” ujarnya.

Di acara yang sama, Operation Director SSM, Suwadji Wirjono mengungkapkan rencananya untuk menjadikan SSM menjadi perusahaan yang kian profesional di bawah naungan KTB. Menurutnya, peranan perangkat elektronik semakin banyak digunakan pada kendaraan moderen.

Perangkat elektronik digital yang awalnya hanya digunakan untuk mengendalikan sistem injeksi bahan bakar, kini terus berkembang seiring dengan diterapkannya berbagai fitur canggih pada mesin dalam upaya menekan emisi gas buang serta mengurangi konsumsi bahan bakarnya.

Terlebih, mobil generasi terkini (terutama mobil-mobil mewah) kini tidak lagi banyak mengandalkan kontrol mekanis. Saklar dan tombol-tombol yang masing-masing hanya bisa mengatur satu hingga dua fungsi, kini digantikan dengan perangkat digital yang mampu menjadikan sebuah tombol memiliki puluhan fungsi pengaturan.

”Dengan masuknya teknologi digital ke dunia otomotif, ke depannya nanti saya juga akan merekrut tenaga-tenaga yang berbasis IT. Tenaga dengan keahlian Teknologi Informasi ini tidak akan bisa didapatkan dari STM mekanik,” terang Suwadji.

Menurut dia, ini merupakan langkah antisipasi dalam menghadapi serbuan teknologi digital yang semakin meningkat peranannya di dunia otomotif. Suwadji berharap tenaga-tenaga ahli ini nantinya bisa lebih siap menghadapi kendaraan-kendaraan moderen dengan segala masalahnya.

Related posts