Mangrove Terimbas Kebocoran Minyak, Pertamina Cepat Menangani

Bekasi-Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdar) Alipbata Muara Gembong Bekasi Sonhaji menegaskan, mangrove di Desa Pantai Bahagia, Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, terdampak minyak. Namun Pertamina cepat menangani dan segera melakukan pencegahan agar dampak tidak semakin luas.

“Hitungannya sekitar 10-15 persen. Itu pun hanya terdampak. Ada minyak yang menempel di daun mangrove sehingga agak layu. Saya tidak bicara kerusakan atau kematian mangrove, karena selama ini saya tidak melihat itu,” tegas Sonhaji ketika dihubungi, pekan ini.

Menurut Sonhaji, mangrove terdampak karena ada abrasi. Ketika pasang, air laut bisa sampai ke pemukiman. “Karena masih berukuran 1-2 meter, maka kalau air pasang, mangrove juga tertutup air,” lanjutnya.

Sonhaji juga menepis bahwa dampak minyak merembet pada kunjungan wisatawan ke hutan mangrove. Menurutnya, jumlah wisatawan masih seperti biasa, tidak mengalami perubahan. “Masih standar. Karena kunjungan ke kita, memang hanya sekitar 100-150 orang per minggu. Dengan demikian, yang terdampak memang hanya mangrove,” ujarnya.

Di sisi lain, Sonhaji justru mengaku bahwa Pertamina sangat bertanggung jawab menyikapi dampak tersebut. Faktanya, BUMN tersebut sangat tanggap terhadap laporan Pokdarwis Alipbata. Buktinya, Pertamina langsung memasang waring dan bambu untuk penanggulangan sementara terhadap hutan mangrove sekitar 30 hektar tersebut.

Biaya pemasangan, menurut Sonhaji, sepenuhnya ditanggung Pertamina. Tidak hanya dalam penyediaan peralatan dan bahan, namun juga upah tenaga kerja yang umumnya memberdayakan anggota Pokdarwi Alipbata sendiri. Dalam hal ini, BUMN tersebut memberi upah sebesar Rp150 ribu per orang per hari.

Tidak berhenti sampai pemasangan waring dan bambu, Pertamina juga intensif berkomunikasi dengan Pokdarwis Alipbata. Dalam hal ini, setiap hari Pertamina bertemu langsung untuk membicarakan seluruh persoalan terkait dampak minyak. Bahkan, ketika dihubungi melalui telepon, Pertamina juga 24 jam siap menerima dan menanggapi.

“Alhamdulillah komunikasi kami dengan Pertamina lancar. Mereka respon dengan warga. Pernah kami hubungi tiba-tiba dan Pertamina menerima. Ketika itu kami mempertanyakan, berapa lama lagi dampak minyak ke kami,” lanjut Sonhaji. mohar

BERITA TERKAIT

WISATA HUTAN MANGROVE

Pengunjung menikmati wisata hutan mangrove saat mengisi libur idul adha 1440 H di Pantai Talang Siring, Pamekasan, Jawa Timur, Sabtu…

Upaya Menangani Kebocoran Pipa Minyak Pertamina di Karawang

  Oleh : Tania Dianasari, Pemerhati Lingkungan Hidup   Tumpahan minyak dan gelembung gas menyebar di garis pantai laut utara…

Gubernur Jabar Minta Pertamina Tanggung Jawab Minyak Tumpah Karawang

Gubernur Jabar Minta Pertamina Tanggung Jawab Minyak Tumpah Karawang   NERACA Bandung - Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil meminta kepada…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Milad Seabad, TK ABA Gelar Berbagai Kegiatan

Milad Seabad, TK ABA Gelar Berbagai Kegiatan  NERACA Jakarta - Di usianya yang kini mencapai Satu Abad (1919 – 2019),…

BRG Libatkan Tokoh Agama Edukasi Petani Sumsel

BRG Libatkan Tokoh Agama Edukasi Petani Sumsel   NERACA Palembang - Badan Restorasi Gambut (BRG) melibatkan tokoh agama Islam untuk mengedukasi…

Diskominfo Kota Sukabumi Giatkan Program DBHCHT

Diskominfo Kota Sukabumi Giatkan Program DBHCHT   NERACA Sukabumi - Bersama dengan tiga Dinas lainya, yakni Diskopdagrin, Dinas Kesehatan, dan Disnakertrans.…