Palembang Optimistis Raih Kembali Predikat Kota Sehat

Palembang Optimistis Raih Kembali Predikat Kota Sehat

NERACA

Palembang - Pemerintah Kota Palembang optimistis meraih kembali predikat kota sehat pada 2019 dari Kementerian Kesehatan karena masifnya program gotong-royong di tingkat kecamatan hingga kelurahan dalam membersihkan aliran anak Sungai Musi.

Asisten III Setda Kota Palembang Agus Kelana di Palembang, Senin (12/8), setelah menerima tim penilai kota sehat dari Jakarta, mengatakan, selain itu kota Palembang juga memiliki keunggulan jika dibandingkan kota-kota lain di Tanah Air seperti keberadaan kampung iklim Kalidoni, lokasi bank sampah, dan kampung ikan hias.

“Tahun 2011, 2015 dan 2017 sebenarnya Palembang sudah mendapatkan penghargaan kota sehat, kali ini kami berupaya agar inovasi yang dilakukan pemerintah daerah mampu membuat kembali meraih penghargaan tersebut,” kata dia.

Pada tahun 2017, Palembang menjadi satu-satunya kabupaten/kota di Sumsel yang menyandang predikat sebagai kota sehat dengan mendapatkan penghargaan Swasti Saba Wiwerda. Pada tahun ini, tim penilai dari Jakarta akan berkunjung ke Palembang untuk menyambangi beberapa lokasi seperti ke beberapa sekolah adiwiyata untuk menentukan pemenang kota sehat 2019.

Tim penilai juga akan mengamati secara langsung kepedulian masyarakat terhadap lingkungan, termasuk memantau pelaksanaan program gotong-royong yang dipimpin langsung Wali Kota Palembang Harnojoyo pada setiap akhir pekan.“Nah untuk kesadaran masyarakat ini poinnya cukup tinggi, oleh karena itu kami minta dukungan dari masyarakat” kata dia.

Wali Kota Palembang Harnojoyo mengatakan program gotong royong membersihkan anak sungai yang konsisten dilakukan sejak beberapa tahun terakhir telah membawa Palembang menyandang predikat sebagai kota sehat pada 2017.

Oleh karena itu, ia berharap prestasi ini bisa dipertahankan pada 2019 karena kota Palembang sudah tumbuh menjadi kota metropolitan sejak sering menggelar event olahraga berskala internasional“Sebenarnya yang sangat penting itu peran masyarakat. Seperti yang sering saya katakan, jika tidak bisa memperbaiki setidaknya jangan mengotori,” kata dia. Ant

BERITA TERKAIT

Jaga Kelestarian Alam Jatiluwih, Pemkab Tabanan Gandeng Duta Hijau Bali 2019

Jaga Kelestarian Alam Jatiluwih, Pemkab Tabanan Gandeng Duta Hijau Bali 2019 NERACA Tabanan, Bali - Untuk menjaga dan melestarikan alam…

Kopitu: Pemerintah Belum Optimal Terhadap UMKM

Jakarta-Pemerintah dinilai belum optimal memberikan perhatian terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sehingga belum memberikan dampak yang berarti. Padahal,…

Tiga Sumber Mata Air PDAM Sukabumi Semakin Turun - Perlu Studi Tentang Air Baku

Tiga Sumber Mata Air PDAM Sukabumi Semakin Turun Perlu Studi Tentang Air Baku NERACA Sukabumi - Menyusutnya tiga sumber mata…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

LPDB Reschedule Dana Bergulir Koperasi Korban Bencana di Bali

LPDB Reschedule Dana Bergulir Koperasi Korban Bencana di Bali NERACA Denpasar - Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil…

Belasan Mahasiswa Datangi Pemkot Sukabumi - Gagalnya Penyerapan DAK Proyek RS Al-Mulk

Belasan Mahasiswa Datangi Pemkot Sukabumi Gagalnya Penyerapan DAK Proyek RS Al-Mulk  NERACA Sukabumi - Belasan mahasiswa yang tergabung dalam Pengurus…

Kemarau Panjang, Petani Cabai dan Tomat Merugi - KABUPATEN SUKABUMI

Kemarau Panjang, Petani Cabai dan Tomat Merugi KABUPATEN SUKABUMI NERACA Sukabumi – Kemarau panjang yang melanda wilayah Kabupaten Sukabumi, sangat…