Semangat Kemerdekaan RI, Semangat Kemenangan Melawan Hoax

Oleh : Rendi Kusuma, Mahasiswa Universitas Paramadina Jakarta

Tidak ada yang tampak begitu mengganggu di dunia saat ini ketimbang masalah perkembangan manusia. Sejak awal masyarakat terbentuk, mereka berjuang dengan lingkungannya, agar sesuai dengan caranya hidup. Oleh karena itu, periode pembabakan sejarah, karena mereka mempengaruhi transformasi kehidupan manusia, seperti Zaman batu, Zaman Besi, dll, merupakan bentuk indikasi perkembangan yang telah terjadi dalam kehidupan manusia semenjak jutaan tahun yang lalu. Di dunia kontemporer, masalah perkembangan manusia tetap mengkhawatirkan, terutama di beberapa negara Dunia Ketiga di Afrika, Asia, dan Amerika Latin.

Pasca kemerdekaan, Indonesia menunjukkan bahwa ia ingin berkembang seperti negara lain di dunia. Hal ini cukup mewakili mengapa masalah utama yang mendominasi pikiran kepemimpinan negeri ini adalah pembangunan bangsa. Hal ini dikarenakan lebih banyak masyarakat yang tinggal di daerah pedesaan dan miskin sehingga dapat dipahami bahwa penciptaan kekayaan, melalui penyediaan infrastruktur yang efisien, perubahan cepat dalam contoh sistem sosial, pendidikan dan kesehatan, dan promosi metode produksi baru dan pertukaran akan dapat dikategorikan sebagai pembangunan total.

Namun, ada satu pertanyaan yang mengusik, mungkinkah keberlanjutan pembangunan nadional di Indonesia dapat berjalan dengan mulus jika rakyatnya terpecah-belah karena termakanhoaxdan menjadi beberapa kubu yang saling berselisih? Jawaban yang paling masuk akal untuk pertanyaan tersebut adalah tidak.

Masyarakat merupakan komponen utama dalam suatu negara dan jika komponen utama ini tidak terdidik yang ada hanya kehancuran terus menjadi kuda troya para politikus yang hobby menebar hoax dan ambisius hanya ingin kekuasaan tapi tidsk mau kerja keras dan mencintai rakyatnya. Mustahil suatu negara yang masyarakatnya saling berkelahi mampu mewujudkan pembangunan nasional secara total dan teratur. Masyarakat merupakan komponen utama dalam suatu negara dan jika komponen utama ini saling berselisih yang ada hanya kehancuran nasional. Sejarah sudah membuktikan hal ini. Dalam banyak peradaban di masa lampau, negara yang masyarakatnya tidak dapat bersatu akan hancur atau dikuasai peradaban lain yang lebih maju.

Hoax disebar karena memiliki motivasi untuk membuat masyakat tidak optimis dan mendelegitimasi hasil hasil pembangunan, maka.hoax harus di lawan dan masyarakat tetap gunakan hak pilihnya demi keberlanjutan pembangunan nasional melalui pemilu yang damai dan berkualitas dan tetap terjaganya persatuan bangsa. Mari kita sukseskan keberlanjutan Kepemimpinan nasional untuk suksesnya keberlanjutan pembangunan.

Itulah mengapa kita harus bersatu, khususnya dalam rangka kemerdekaan Indonesia ke-74 ini agar berjalan dengan damai dan bermartabat supaya keberlanjutan pembangunan nasional nantinya dapat berjalan dengan baik. Untuk itu mari kita lawan hoax dan gunakan sosial media dengan cerdas untuk pemilu berkualitas demi suksesnya keberlanjutan pembangunan nasional yang saat ini gencar dilaksanakan.

BERITA TERKAIT

Komitmen Jokowi Memperkuat KPK

Oleh : Nova Manurung, Pengamat Masalah Sosial Politik   Sikap Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) terkait KPK dipertanyakan, terlebih kini…

Virtual Office sebagai Tempat Pengukuhan PKP

  Oleh: Devitasari Ratna Septi  Aningtiyas, PNS Ditjen Pajak Kemenkeu Pengusaha Kena Pajak yang selanjutnya disebut dengan PKP adalah pengusaha…

Swasembada Bawang Putih Bukan Ilusi

Oleh: Anthony Budiawan, Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS) Kebutuhan bawang putih konsumsi nasional sekitar 550.000 ton hingga…

BERITA LAINNYA DI OPINI

E-Commerce Dukung UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi

Oleh: Ika Puspita Karyati, Staf Pusdiklat Keuangan Umum BPPK, Kemenkeu   Kita telah memasuki era digital, dimana semua hal memungkinkan…

Memilih Menteri Merupakan Hak Prerogatif Presiden

  Oleh : Rendi Alfiansyah, Pengamat Masalah Sosial Politik   Pemilu 2019 telah usai, masyarakat-pun mulai menerka – nerka siapa…

Menelisik Sosok Firli, Ketua KPK yang Baru

  Oleh : Dwi Ayu, Pemerhati Sosial Politik   Irjen Pol. Firli Bahuri, menjadi satu – satunya calon pimpinan KPK…