Paviliun di World Expo Diminta Tampil Futuristik

NERACA

Jakarta – Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengarahkan Paviliun Indonesia dalam World Expo Dubai 2020 harus futuristik sekaligus menonjolkan budaya bangsa.

"Ada beberapa hal diarahkan Presiden dan Wakil Presiden, memberikan gambaran mengenai Indonesia kini dan mendatang. Jadi harus lebih futuristik, tanpa kita meninggalkan budaya dan kekayaan budaya kita, tapi harus dilihat di dalam perspektif itu," kata Enggartiasto sebagaimana disalin dari Antara.

Presiden Jokowi bersama Wapres Jusuf Kalla telah memimpin rapat terbatas bertopik "Persiapan Dubai Expo 2020". Enggartiasto mengatakan dalam rapat itu, Presiden Jokowi juga mengingatkan kegiatan promosi diarahkan kepada calon mitra dari luar negeri.

Selain sektor perdagangan, Enggartiasto menambahkan Kepala Negara meminta promosi gencar juga dilakukan di sektor pariwisata dan potensi investasi. Untuk pameran itu, pemerintah juga akan mengikutsertakan pengusaha-pengusaha swasta seperti perusahaan otomotif Astra.

Selain itu, paviliun juga akan menampilkan perkembangan industri minyak sawit mentah (CPO) Indonesia. "Kalau kita berbicara tentang CPO, tetapi kita di situ juga memberikan gambaran mengenai kondisi hutan yang sudah dihijaukan kembali," jelas Enggartiasto.

Sebelumnya, menurut Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan (Kemendag) Arlinda di Jakarta, Kamis (1/8/2019), anjungan Indonesia akan mengusung subtema opportunity dari tema besar Connecting Mind Creating the Future. World Expo 2020 Dubai di Uni Emirat Arab diproyeksikan akan dihadiri oleh lebih dari 25 juta orang selama digelar pada 20 Oktober 2020 hingga 10 April 2021.

Sebelumnya, Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) memfasilitasi pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) pakaian jadi di Solo, Jawa Tengah menembus pasar ekspor Kanada.

Kesempatan itu diraih setelah pelaku usaha tersebut mengikuti rangkaian program pembinaan ekspor dari Ditjen PEN bekerja sama dengan pemerintah Kanada melalui proyek Indonesia-Canada Trade and Private Sector Assistance (TPSA) sejak 2014 lalu.

"Program pembinaan ekspor proyek TPSA dilakukan secara komprehensif kepada calon eksportir pakaian jadi sehingga memberi banyak manfaat dalam peningkatan produksi, manajemen, strategi pemasaran dan promosi, serta motivasi,” kata Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor Kemendag Marolop Nainggolan.

Hasilnya, pelaku usaha mendapatkan kontak dagang dan sedang melakukan negosiasi dengan calon mitra bisnis di Kanada dan negara lainnya. TPSA merupakan proyek kerja sama Indonesia-Kanada untuk meningkatkan perdagangan dan investasi kedua negara yang berlangsung dari 2014—2019.

Dengan akan berakhirnya proyek TPSA pada Agustus 2019, pemerintah memberikan penghargaan kepada pelaku usaha pakaian jadi sebagai bentuk apresiasi karena telah mengikuti semua program hingga selesai.

Penghargaan ini diserahkan kepada pelaku usaha binaan proyek TPSA yaitu CV Tiga Selaras dan Bule-Bule Garment. Kedua perusahaan ini telah mendapat berbagai manfaat dari keikutsertaan program proyek TPSA, seperti, peningkatan kapasitas dan profesionalitas untuk bersaing di pasar internasional.

Selain itu, pelaku usaha memperoleh pengetahuan untuk mengembangkan manajemen, efisiensi produksi, cara menjalin kemitraan dengan calon pembeli, serta strategi melakukan pemasaran produk ke pasar ekspor.

"Kemendag akan terus menjalin kerja sama dengan pemangku kepentingan dan memanfaatkan tenaga ahli di bidangnya agar dapat memberikan manfaat bagi para pelaku usaha Indonesia,” ujar Marolop.

Marolop menambahkan Kemendag juga mendorong para pelaku usaha yang ingin memperluas pasar ekspor untuk mengikuti kegiatan promosi dan pameran, baik di dalam negeri maupun luar negeri. "Salah satu pameran yang dapat diikuti adalah Trade Expo Indonesia (TEI) 2019 yang akan berlangsung pada 16-20 Oktober 2019,” pungkasnya.

BERITA TERKAIT

Sesuai Standar Global, Pertamina Atasi Tumpahan Minyak

Jakarta-Direktur Eksekutif Reforminer Institute Komaidi Notonegoro menilai penanganan tumpahan minyak di perairan Karawang, Jawa Barat, yang dilakukan Pertamina selama dua…

Perdagangan Bilateral - Selaput Biji Pala 5 Ton Senilai Rp1,3 Miliar Diekspor ke India

NERACA Jakarta – Badan Karantina Pertanian (Barantan) Kementerian Pertanian melepas ekspor 5 ton komoditas selaput biji pala asal Maluku Utara…

OPEC Pangkas Perkiraan Permintaan Minyak di 2020

NERACA Jakarta – OPEC pada Rabu memangkas perkiraan untuk pertumbuhan permintaan minyak dunia pada 2020 karena perlambatan ekonomi, sebuah pandangan…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Kebakaran Lahan Perkuat Stigma Buruk Perkebunan Sawit

NERACA Jakarta – Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Provinsi Sumatera Selatan Sumarjono Saragih mengatakan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi…

Dunia Bisnis - Pengusaha Perikanan Nasional Perlu Manfaatkan Perang Dagang

NERACA Jakarta – Pengusaha perikanan dari berbagai daerah perlu untuk segera memanfaatkan momentum perang dagang dengan cara memasok komoditas perikanan…

Sektor Pangan - Ini Sebab Realisasi Impor Daging Sapi Brazil Mundur Hingga 2020

NERACA Jakarta – Perum Bulog menyatakan impor daging sapi sebesar 30.000 ton dari Brazil baru terealisasi pada 2020 atau mundur…